<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Pelindo Tunda Rencana IPO</title><description>Pelindo memutuskan untuk menunda pencarian pendanaan melalui penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/278/2598783/alasan-pelindo-tunda-rencana-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/278/2598783/alasan-pelindo-tunda-rencana-ipo"/><item><title>Alasan Pelindo Tunda Rencana IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/278/2598783/alasan-pelindo-tunda-rencana-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/278/2598783/alasan-pelindo-tunda-rencana-ipo</guid><pubDate>Senin 23 Mei 2022 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/23/278/2598783/alasan-pelindo-tunda-rencana-ipo-xO84R7kAC5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelindo tunda rencana IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/23/278/2598783/alasan-pelindo-tunda-rencana-ipo-xO84R7kAC5.jpg</image><title>Pelindo tunda rencana IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memutuskan untuk menunda pencarian pendanaan melalui penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Rencana IPO ditunda mempertimbangkan kondisi pasar yang kurang kondusif.
&amp;ldquo;IPO akan dilakukan apabila perusahaan memiliki rencana bisnis atau yang membutuhkan anggaran besar,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono.
BACA JUGA:Pelindo Raup Pendapatan Rp7,1 Triliun di Kuartal I-2022

Disampaikannya, rencana IPO tahun 2019-2020 itu sebelum merger, tentunya setelah merger banyak perubahan. Rencana besar itu membutuhkan dana yang besar, maka salah satu opsi untuk memperoleh dana adalah IPO. Arif mengatakan, langkah IPO memang sudah direncanakan setelah Pelindo I-IV digabungkan atau merger.
BACA JUGA:Kemenhub-Pelindo Kerja Sama Tingkatkan Produktivitas Pelabuhan Jayapura 

Namun demikian, setelah merger Pelindo tercatat memiliki anggaran besar yang bersumber dari pendanaan aset Pelindo I-IV yang digabungkan dalam Holding BUMN Pelabuhan.&quot;Karena ini adalah cara mengumpulkan dana. Alhamdulillah kita mempunyai dana besar dan saat ini kami masih belum mengarah ke sana,&quot; ujarnya.Lebih lanjut Arif mengungkapkan, pada Mei 2021 lalu, masing-masing  subholding memiliki rencana go publik di pasar modal. Keempat subholding  ini adalah petikemas, non-petikemas, marine equipment, dan logistik. Di  lain sisi, sebelum merger Arif menunda rencana penawaran umum perdana  dua anak usahanya lantaran saat ini kondisi pasar modal belum stabil.  Kedua anak usahanya yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT IPC  Terminal Petikemas (IPC TPK).
&quot;Kondisi market tidak begitu menggembirakan saat ini karena adanya pandemi, jadi kami putuskan untuk menundanya,&quot; katanya.
Kendati demikian, Arif menyampaikan bahwa perseroan akan kembali  melakukan revisi terkait rencana strategis tersebut. Dirinya  menambahkan, penundaan IPO ini dilakukan sampai batas waktu yang belum  bisa ditentukan.
&quot;Karena situasi belum stabil, kami putuskan untuk IPO kami tunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memutuskan untuk menunda pencarian pendanaan melalui penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Rencana IPO ditunda mempertimbangkan kondisi pasar yang kurang kondusif.
&amp;ldquo;IPO akan dilakukan apabila perusahaan memiliki rencana bisnis atau yang membutuhkan anggaran besar,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono.
BACA JUGA:Pelindo Raup Pendapatan Rp7,1 Triliun di Kuartal I-2022

Disampaikannya, rencana IPO tahun 2019-2020 itu sebelum merger, tentunya setelah merger banyak perubahan. Rencana besar itu membutuhkan dana yang besar, maka salah satu opsi untuk memperoleh dana adalah IPO. Arif mengatakan, langkah IPO memang sudah direncanakan setelah Pelindo I-IV digabungkan atau merger.
BACA JUGA:Kemenhub-Pelindo Kerja Sama Tingkatkan Produktivitas Pelabuhan Jayapura 

Namun demikian, setelah merger Pelindo tercatat memiliki anggaran besar yang bersumber dari pendanaan aset Pelindo I-IV yang digabungkan dalam Holding BUMN Pelabuhan.&quot;Karena ini adalah cara mengumpulkan dana. Alhamdulillah kita mempunyai dana besar dan saat ini kami masih belum mengarah ke sana,&quot; ujarnya.Lebih lanjut Arif mengungkapkan, pada Mei 2021 lalu, masing-masing  subholding memiliki rencana go publik di pasar modal. Keempat subholding  ini adalah petikemas, non-petikemas, marine equipment, dan logistik. Di  lain sisi, sebelum merger Arif menunda rencana penawaran umum perdana  dua anak usahanya lantaran saat ini kondisi pasar modal belum stabil.  Kedua anak usahanya yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT IPC  Terminal Petikemas (IPC TPK).
&quot;Kondisi market tidak begitu menggembirakan saat ini karena adanya pandemi, jadi kami putuskan untuk menundanya,&quot; katanya.
Kendati demikian, Arif menyampaikan bahwa perseroan akan kembali  melakukan revisi terkait rencana strategis tersebut. Dirinya  menambahkan, penundaan IPO ini dilakukan sampai batas waktu yang belum  bisa ditentukan.
&quot;Karena situasi belum stabil, kami putuskan untuk IPO kami tunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
