<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Ungkap Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, Apa Saja?</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sumber-sumber pertumbuhan baru ekonomi harus diperkuat untuk mengatasi berbagai tantangan saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598892/presiden-jokowi-ungkap-sumber-pertumbuhan-ekonomi-baru-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598892/presiden-jokowi-ungkap-sumber-pertumbuhan-ekonomi-baru-apa-saja"/><item><title>Presiden Jokowi Ungkap Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598892/presiden-jokowi-ungkap-sumber-pertumbuhan-ekonomi-baru-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598892/presiden-jokowi-ungkap-sumber-pertumbuhan-ekonomi-baru-apa-saja</guid><pubDate>Senin 23 Mei 2022 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/23/320/2598892/presiden-jokowi-ungkap-sumber-pertumbuhan-ekonomi-baru-apa-saja-M6VthWuljR.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi soal sumber pertumbuhan ekonomi baru. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/23/320/2598892/presiden-jokowi-ungkap-sumber-pertumbuhan-ekonomi-baru-apa-saja-M6VthWuljR.jfif</image><title>Presiden Jokowi soal sumber pertumbuhan ekonomi baru. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sumber-sumber pertumbuhan baru ekonomi harus diperkuat untuk mengatasi berbagai tantangan saat ini.

Di mana pertumbuhan baru tersebut seperti ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi hijau.

Hal ini diyakini akan menjadi penggerak ekonomi masa depan bagi kawasan dan dunia.

&amp;ldquo;Sumber-sumber pertumbuhan baru harus diperkuat, digitalisasi, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan hijau adalah masa depan kita bersama,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Sidang Komisi ke-78 Komite Ekonomi Sosial PBB untuk Asia-Pasifik (United Nation ESCAP/UNESCAP) yang disaksikan secara virtual di Jakarta, Senin (23/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi Akan Libatkan Relawan Tentukan Dukungan Capres 2024
Presiden Jokowi pun mengumpamakan kegiatan perdagangan yang dioptimalkan dengan digitalisasi dapat memangkas biaya perdagangan di kawasan hingga 13 persen.

Untuk contoh lainnya adalah dorongan pemerintah bagi UMKM agar mendapat akses pada sektor finansial dan rantai pasok di kawasan.
Lalu, pertumbuhan ekonomi hijau juga perlu distimulus dengan mekanisme transisi energi, termasuk dengan penerapan pajak karbon.

Dia mengungkapkan bahwa optimalisasi sumber pertumbuhan baru merupakan salah satu upaya penting agar kawasan dapat segera keluar dari tantangan besar di bidang ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19, perubahan iklim dan juga perang.

Sehingga dari dari berbagai tantangan besar yang saat ini terjadi itu antara lain, pemulihan ekonomi di kawasan yang belum optimal hingga meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Presiden Jokowi: Harga Pertalite Tetap di Angka Rp7.650/Liter
&amp;ldquo;Ekonomi sejumlah negara Asia Pasifik belum pulih, masih di bawah tingkat pra pandemi,&amp;rdquo; jelasnya.

Presiden Jokowi juga menambahkan prtumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik juga, kata Presiden, diperkirakan akan turun 0,5% menjadi 4,9% sebagaimana laporan Dana Moneter Internasional (IMF).

Selain itu, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) juga diperkirakan semakin tertunda.

&amp;ldquo;Kawasan kita diperkirakan baru dapat mencapai SDGs paling cepat pada tahun 2065, dan menurut global climate rise index, 6 dari 10 negara paling terdampak perubahan iklim dalam jangka panjang ada di Asia Pasifik,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sumber-sumber pertumbuhan baru ekonomi harus diperkuat untuk mengatasi berbagai tantangan saat ini.

Di mana pertumbuhan baru tersebut seperti ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi hijau.

Hal ini diyakini akan menjadi penggerak ekonomi masa depan bagi kawasan dan dunia.

&amp;ldquo;Sumber-sumber pertumbuhan baru harus diperkuat, digitalisasi, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan hijau adalah masa depan kita bersama,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Sidang Komisi ke-78 Komite Ekonomi Sosial PBB untuk Asia-Pasifik (United Nation ESCAP/UNESCAP) yang disaksikan secara virtual di Jakarta, Senin (23/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jokowi Akan Libatkan Relawan Tentukan Dukungan Capres 2024
Presiden Jokowi pun mengumpamakan kegiatan perdagangan yang dioptimalkan dengan digitalisasi dapat memangkas biaya perdagangan di kawasan hingga 13 persen.

Untuk contoh lainnya adalah dorongan pemerintah bagi UMKM agar mendapat akses pada sektor finansial dan rantai pasok di kawasan.
Lalu, pertumbuhan ekonomi hijau juga perlu distimulus dengan mekanisme transisi energi, termasuk dengan penerapan pajak karbon.

Dia mengungkapkan bahwa optimalisasi sumber pertumbuhan baru merupakan salah satu upaya penting agar kawasan dapat segera keluar dari tantangan besar di bidang ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19, perubahan iklim dan juga perang.

Sehingga dari dari berbagai tantangan besar yang saat ini terjadi itu antara lain, pemulihan ekonomi di kawasan yang belum optimal hingga meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Presiden Jokowi: Harga Pertalite Tetap di Angka Rp7.650/Liter
&amp;ldquo;Ekonomi sejumlah negara Asia Pasifik belum pulih, masih di bawah tingkat pra pandemi,&amp;rdquo; jelasnya.

Presiden Jokowi juga menambahkan prtumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik juga, kata Presiden, diperkirakan akan turun 0,5% menjadi 4,9% sebagaimana laporan Dana Moneter Internasional (IMF).

Selain itu, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) juga diperkirakan semakin tertunda.

&amp;ldquo;Kawasan kita diperkirakan baru dapat mencapai SDGs paling cepat pada tahun 2065, dan menurut global climate rise index, 6 dari 10 negara paling terdampak perubahan iklim dalam jangka panjang ada di Asia Pasifik,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
