<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan: Vaksin PMK Selesai Sebelum Agustus</title><description>Produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak ditargetkan selesai sebelum Agustus 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598899/mentan-vaksin-pmk-selesai-sebelum-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598899/mentan-vaksin-pmk-selesai-sebelum-agustus"/><item><title>Mentan: Vaksin PMK Selesai Sebelum Agustus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598899/mentan-vaksin-pmk-selesai-sebelum-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598899/mentan-vaksin-pmk-selesai-sebelum-agustus</guid><pubDate>Senin 23 Mei 2022 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/23/320/2598899/mentan-vaksin-pmk-selesai-sebelum-agustus-NuZzxm35ig.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin wabah PMK ditargetkan selesai Agustus (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/23/320/2598899/mentan-vaksin-pmk-selesai-sebelum-agustus-NuZzxm35ig.jpg</image><title>Vaksin wabah PMK ditargetkan selesai Agustus (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak ditargetkan selesai sebelum Agustus 2020. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, setelah itu akan dilakukan vaksinasi massal pada populasi ternak.
&quot;Insya Allah dalam waktu yang sangat singkat pada saat ini Pusvetma Kementan sedang membuat vaksin PMK yang ditargetkan selesai empat bulan atau sebelum Agustus 2022,&quot; kata Menteri Syahrul dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (23/5/2022).
BACA JUGA:3,9 Juta Hewan Ternak di RI Terjangkit Wabah PMK

Mentan menjelaskan saat ini Kementerian Pertanian melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) telah mengidentifikasi serotipe virus penyebab penyakit PMK yang merebak di Indonesia. Jenis virus yang beredar di Indonesia yaitu O/ME-SA/Ind-2001e yang umum ditemukan di Asia Tenggara.
BACA JUGA:Mentan Pastikan Hewan Kurban Bukan dari Daerah Terjangkit PMK

Berdasarkan serotipe virus yang telah diidentifikasi tersebut, Kementerian Pertanian akan memproduksi vaksin di dalam negeri untuk kebutuhan vaksinasi massal hewan ternak. Mentan mengatakan vaksinasi massal akan segera dilakukan setelah vaksin diproduksi. Hewan yang akan divaksinasi ialah populasi ternak yang berpotensi terkena PMK.Data Kementerian Pertanian per 17 Mei 2022, sebanyak 15 provinsi dan  52 kabupaten-kota dengan 3.910.310 ekor terdampak penyakit PMK. Dari  total yang terdampak, sebanyak 13.965 ekor positif terinfeksi PMK  berdasarkan uji PCR laboratorium atau sekitar 0,36% dari total yang  terdampak.
Dari total hewan yang sakit tersebut sebanyak 2.630 ekor atau 18,83%nya telah sembuh dan sebanyak 99 ekor atau 0,71%nya mati.
Mentan menerangkan ternak yang terkena PMK tidak menular kepada  manusia dan daging ternak yang tertular tetap dapat dikonsumsi oleh  manusia dengan cara pemotongan yang ketat di rumah potong hewan (RPH),  dan organ terinfeksi harus dimusnahkan sesuai protokol kesehatan hewan  yang ada.</description><content:encoded>JAKARTA - Produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak ditargetkan selesai sebelum Agustus 2020. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, setelah itu akan dilakukan vaksinasi massal pada populasi ternak.
&quot;Insya Allah dalam waktu yang sangat singkat pada saat ini Pusvetma Kementan sedang membuat vaksin PMK yang ditargetkan selesai empat bulan atau sebelum Agustus 2022,&quot; kata Menteri Syahrul dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (23/5/2022).
BACA JUGA:3,9 Juta Hewan Ternak di RI Terjangkit Wabah PMK

Mentan menjelaskan saat ini Kementerian Pertanian melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) telah mengidentifikasi serotipe virus penyebab penyakit PMK yang merebak di Indonesia. Jenis virus yang beredar di Indonesia yaitu O/ME-SA/Ind-2001e yang umum ditemukan di Asia Tenggara.
BACA JUGA:Mentan Pastikan Hewan Kurban Bukan dari Daerah Terjangkit PMK

Berdasarkan serotipe virus yang telah diidentifikasi tersebut, Kementerian Pertanian akan memproduksi vaksin di dalam negeri untuk kebutuhan vaksinasi massal hewan ternak. Mentan mengatakan vaksinasi massal akan segera dilakukan setelah vaksin diproduksi. Hewan yang akan divaksinasi ialah populasi ternak yang berpotensi terkena PMK.Data Kementerian Pertanian per 17 Mei 2022, sebanyak 15 provinsi dan  52 kabupaten-kota dengan 3.910.310 ekor terdampak penyakit PMK. Dari  total yang terdampak, sebanyak 13.965 ekor positif terinfeksi PMK  berdasarkan uji PCR laboratorium atau sekitar 0,36% dari total yang  terdampak.
Dari total hewan yang sakit tersebut sebanyak 2.630 ekor atau 18,83%nya telah sembuh dan sebanyak 99 ekor atau 0,71%nya mati.
Mentan menerangkan ternak yang terkena PMK tidak menular kepada  manusia dan daging ternak yang tertular tetap dapat dikonsumsi oleh  manusia dengan cara pemotongan yang ketat di rumah potong hewan (RPH),  dan organ terinfeksi harus dimusnahkan sesuai protokol kesehatan hewan  yang ada.</content:encoded></item></channel></rss>
