<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap Pembiayaan APBN Lewat Utang Rp155,9 Triliun, Turun 62,4%</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyebut pembiayaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui utang turun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598956/sri-mulyani-ungkap-pembiayaan-apbn-lewat-utang-rp155-9-triliun-turun-62-4</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598956/sri-mulyani-ungkap-pembiayaan-apbn-lewat-utang-rp155-9-triliun-turun-62-4"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap Pembiayaan APBN Lewat Utang Rp155,9 Triliun, Turun 62,4%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598956/sri-mulyani-ungkap-pembiayaan-apbn-lewat-utang-rp155-9-triliun-turun-62-4</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/320/2598956/sri-mulyani-ungkap-pembiayaan-apbn-lewat-utang-rp155-9-triliun-turun-62-4</guid><pubDate>Senin 23 Mei 2022 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/23/320/2598956/sri-mulyani-ungkap-pembiayaan-apbn-lewat-utang-rp155-9-triliun-turun-62-4-O4r07z1AyX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/23/320/2598956/sri-mulyani-ungkap-pembiayaan-apbn-lewat-utang-rp155-9-triliun-turun-62-4-O4r07z1AyX.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut pembiayaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui utang turun sangat tajam pada April 2022, yakni 62,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Maka itu, realisasi pembiayaan utang pada April 2022 mencapai Rp155,9 triliun atau menurun dari April 2021 yang sebesar Rp414,9 triliun.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Realisasi Belanja Negara Rp750,5 Triliun hingga April 2022

&quot;Hal ini menggambarkan APBN sudah mulai terjadi konsolidasi atau pemulihan,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Mei 2022 di Jakarta, Senin (23/5/2022).
Ia memerinci realisasi pembiayaan utang pada bulan lalu dilakukan melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp142,2 triliun dan pinjaman neto senilai Rp13,6 triliun.
Penerbitan SBN neto pada April 2022 menurun 65,9 persen dari April 2021 yang sebesar Rp416,7 triliun, begitu pula dengan pinjaman neto yang turun 857,2 persen dari sebesar minus Rp1,8 triliun pada bulan April tahun lalu.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Inflasi hingga Suku Bunga Tinggi Ancam Ekonomi Dunia

Sri Mulyani menjelaskan penurunan yang sangat tajam dari penerbitan SBN merupakan salah satu bentuk menjaga ketahanan APBN dari tren kenaikan suku bunga global yang makin tinggi.&quot;Yang paling utama adalah penurunan dari jumlah penerbitan SBN agar mengamankan APBN dari risiko pasar,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, ia menuturkan realisasi berbagi beban alias burden sharing dengan Bank Indonesia pada tahun ini hingga April mencapai Rp30,17 triliun, yang terdiri dari penerbitan surat utang negara (SUN) sebesar Rp15,43 triliun dan surat berharga syariah negara (SBS) Rp14,74 triliun.
Burden sharing sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) I tahun 2022 dilaksanakan dengan hati-hati, termasuk lelang tambahan (greenshoe option) dan private placement yang secara terukur dengan tetap menjaga kredibilitas pasar dan pertimbangan kondisi kas.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut pembiayaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui utang turun sangat tajam pada April 2022, yakni 62,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Maka itu, realisasi pembiayaan utang pada April 2022 mencapai Rp155,9 triliun atau menurun dari April 2021 yang sebesar Rp414,9 triliun.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Realisasi Belanja Negara Rp750,5 Triliun hingga April 2022

&quot;Hal ini menggambarkan APBN sudah mulai terjadi konsolidasi atau pemulihan,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Mei 2022 di Jakarta, Senin (23/5/2022).
Ia memerinci realisasi pembiayaan utang pada bulan lalu dilakukan melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp142,2 triliun dan pinjaman neto senilai Rp13,6 triliun.
Penerbitan SBN neto pada April 2022 menurun 65,9 persen dari April 2021 yang sebesar Rp416,7 triliun, begitu pula dengan pinjaman neto yang turun 857,2 persen dari sebesar minus Rp1,8 triliun pada bulan April tahun lalu.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Inflasi hingga Suku Bunga Tinggi Ancam Ekonomi Dunia

Sri Mulyani menjelaskan penurunan yang sangat tajam dari penerbitan SBN merupakan salah satu bentuk menjaga ketahanan APBN dari tren kenaikan suku bunga global yang makin tinggi.&quot;Yang paling utama adalah penurunan dari jumlah penerbitan SBN agar mengamankan APBN dari risiko pasar,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, ia menuturkan realisasi berbagi beban alias burden sharing dengan Bank Indonesia pada tahun ini hingga April mencapai Rp30,17 triliun, yang terdiri dari penerbitan surat utang negara (SUN) sebesar Rp15,43 triliun dan surat berharga syariah negara (SBS) Rp14,74 triliun.
Burden sharing sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) I tahun 2022 dilaksanakan dengan hati-hati, termasuk lelang tambahan (greenshoe option) dan private placement yang secara terukur dengan tetap menjaga kredibilitas pasar dan pertimbangan kondisi kas.</content:encoded></item></channel></rss>
