<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Indonesia Bakal Borong Properti di Luar Negeri, Kenapa?</title><description>Investor Indonesia diprediksi memborong properti di luar negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/470/2598656/investor-indonesia-bakal-borong-properti-di-luar-negeri-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/470/2598656/investor-indonesia-bakal-borong-properti-di-luar-negeri-kenapa"/><item><title>Investor Indonesia Bakal Borong Properti di Luar Negeri, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/470/2598656/investor-indonesia-bakal-borong-properti-di-luar-negeri-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/23/470/2598656/investor-indonesia-bakal-borong-properti-di-luar-negeri-kenapa</guid><pubDate>Senin 23 Mei 2022 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/23/470/2598656/investor-indonesia-bakal-borong-properti-di-luar-negeri-kenapa-yY4Dmxk9Bf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Investor bakal borong properti di luar negeri (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/23/470/2598656/investor-indonesia-bakal-borong-properti-di-luar-negeri-kenapa-yY4Dmxk9Bf.jpeg</image><title>Investor bakal borong properti di luar negeri (Foto: Shutterstock)</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Investor Indonesia diprediksi memborong properti di luar negeri. Hal ini seiring dengan naiknya harga sewa Apartemen akibat naiknya harga bahan baku dan minimnya tenaga kerja. Kenaikan harga sewa properti seperti apartemen akan meningkatkan daya tarik bisnis di sektor ini.
Komisaris dan CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, kenaikan suku bunga baru-baru ini oleh Bank Sentral Australia pada awal bulan Mei akan mendorong naiknya harga sewa apartemen.
BACA JUGA:5 Tips Investasi Properti bagi Pemula, Sering-Sering Cek Harga

&amp;ldquo;Konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga apartemen secara progresif selama beberapa tahun ke depan sementara keterbatasan pasokan bahan baku dan kekurangan tenaga kerja tetap terjadi. Kami melihat peningkatan persentase dua digit dalam biaya pembangunan apartemen baru setiap tahun di masa mendatang,&amp;rdquo; kata Sunito.
Menurut dia, investor akan kembali ke pasar karena harga sewa meningkat yang memungkinkan mereka mengimbangi kenaikan suku bunga melalui kenaikan harga sewa. Ketersediaan unit apartemen &amp;lsquo;off the plan&amp;rsquo; dan apartemen yang sudah selesai dibangun  semakin berkurang dari hari ke hari yang merupakan tanda bahwa owners-occupiers dan investor sangat aktif di pasar saat ini.
BACA JUGA:DMS Propertindo (KOTA) Masih Rugi Rp15,2 Miliar di 2021

&amp;ldquo;Sangat masuk akal bagi konsumen apabila mereka terlihat bergegas membeli properti sekarang untuk menghindari kenaikan harga dua digit karena meningkatnya biaya konstruksi dan material ditambah keterbatasan tenaga kerja, &amp;rdquo; jelas dia.
Terutama, kata dia, bagi investor properti luar negeri dari Tiongkok dan Indonesia yang ingin mendapatkan stok unit apartemen yang sudah selesai sebagai investasi properti melalui penawaran harga yang &amp;lsquo;terjangkau&amp;rsquo;&amp;ldquo;Itulah sebabnya saya percaya bahwa saat ini adalah waktu terbaik  untuk melakukan pembelian properti pascapandemi. Karena pasar properti  Sydney tidak pernah berhenti bergerak maju, &quot; katanya.
Menurut dia, masyarakat Indonesia adalah komunitas investor terbesar  kedua bagi Crown Group yang telah merasakan betapa menguntungkannya  berinvestasi properti Australia, terutama di Sydney. Mereka (investor)  yang sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi unit apartemen harus  bertindak sekarang dengan membeli dari pengembang tepercaya dengan rekam  jejak yang jelas dalam menghasilkan apartemen berkualitas secara tepat  waktu dan sesuai anggaran.
Dengan bertindak sekarang, mereka mengunci harga hari ini yang  memungkinkan waktu bagi mereka untuk terus menabung untuk pembelian  berikutnya di masa mendatang.
Sedikit berbeda dengan tipe pembeli home occupiers. Meskipun harga   akan meningkat, namun kebutuhan akan hunian akan tetap ada Australia  masih mengalami housing shortage, sementara pertumbuhan penduduk  Australia semakin bertambah. Saat ini jumlah penduduk Australia adalah  26.063.139 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 1% setiap tahunnya.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Investor Indonesia diprediksi memborong properti di luar negeri. Hal ini seiring dengan naiknya harga sewa Apartemen akibat naiknya harga bahan baku dan minimnya tenaga kerja. Kenaikan harga sewa properti seperti apartemen akan meningkatkan daya tarik bisnis di sektor ini.
Komisaris dan CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, kenaikan suku bunga baru-baru ini oleh Bank Sentral Australia pada awal bulan Mei akan mendorong naiknya harga sewa apartemen.
BACA JUGA:5 Tips Investasi Properti bagi Pemula, Sering-Sering Cek Harga

&amp;ldquo;Konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga apartemen secara progresif selama beberapa tahun ke depan sementara keterbatasan pasokan bahan baku dan kekurangan tenaga kerja tetap terjadi. Kami melihat peningkatan persentase dua digit dalam biaya pembangunan apartemen baru setiap tahun di masa mendatang,&amp;rdquo; kata Sunito.
Menurut dia, investor akan kembali ke pasar karena harga sewa meningkat yang memungkinkan mereka mengimbangi kenaikan suku bunga melalui kenaikan harga sewa. Ketersediaan unit apartemen &amp;lsquo;off the plan&amp;rsquo; dan apartemen yang sudah selesai dibangun  semakin berkurang dari hari ke hari yang merupakan tanda bahwa owners-occupiers dan investor sangat aktif di pasar saat ini.
BACA JUGA:DMS Propertindo (KOTA) Masih Rugi Rp15,2 Miliar di 2021

&amp;ldquo;Sangat masuk akal bagi konsumen apabila mereka terlihat bergegas membeli properti sekarang untuk menghindari kenaikan harga dua digit karena meningkatnya biaya konstruksi dan material ditambah keterbatasan tenaga kerja, &amp;rdquo; jelas dia.
Terutama, kata dia, bagi investor properti luar negeri dari Tiongkok dan Indonesia yang ingin mendapatkan stok unit apartemen yang sudah selesai sebagai investasi properti melalui penawaran harga yang &amp;lsquo;terjangkau&amp;rsquo;&amp;ldquo;Itulah sebabnya saya percaya bahwa saat ini adalah waktu terbaik  untuk melakukan pembelian properti pascapandemi. Karena pasar properti  Sydney tidak pernah berhenti bergerak maju, &quot; katanya.
Menurut dia, masyarakat Indonesia adalah komunitas investor terbesar  kedua bagi Crown Group yang telah merasakan betapa menguntungkannya  berinvestasi properti Australia, terutama di Sydney. Mereka (investor)  yang sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi unit apartemen harus  bertindak sekarang dengan membeli dari pengembang tepercaya dengan rekam  jejak yang jelas dalam menghasilkan apartemen berkualitas secara tepat  waktu dan sesuai anggaran.
Dengan bertindak sekarang, mereka mengunci harga hari ini yang  memungkinkan waktu bagi mereka untuk terus menabung untuk pembelian  berikutnya di masa mendatang.
Sedikit berbeda dengan tipe pembeli home occupiers. Meskipun harga   akan meningkat, namun kebutuhan akan hunian akan tetap ada Australia  masih mengalami housing shortage, sementara pertumbuhan penduduk  Australia semakin bertambah. Saat ini jumlah penduduk Australia adalah  26.063.139 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 1% setiap tahunnya.</content:encoded></item></channel></rss>
