<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Charoen Pokphand (CPIN) Siapkan Belanja Modal Rp2,5 Triliun</title><description>PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyiapkan belanja modal atau capex Rp2,5 triliun tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/278/2599385/charoen-pokphand-cpin-siapkan-belanja-modal-rp2-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/278/2599385/charoen-pokphand-cpin-siapkan-belanja-modal-rp2-5-triliun"/><item><title>Charoen Pokphand (CPIN) Siapkan Belanja Modal Rp2,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/278/2599385/charoen-pokphand-cpin-siapkan-belanja-modal-rp2-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/278/2599385/charoen-pokphand-cpin-siapkan-belanja-modal-rp2-5-triliun</guid><pubDate>Selasa 24 Mei 2022 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/24/278/2599385/charoen-pokphand-cpin-siapkan-belanja-modal-rp2-5-triliun-SiWm52MSFX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Charoen Pokphand siapkan capex Rp2,5 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/24/278/2599385/charoen-pokphand-cpin-siapkan-belanja-modal-rp2-5-triliun-SiWm52MSFX.jpeg</image><title>Charoen Pokphand siapkan capex Rp2,5 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyiapkan belanja modal atau capex Rp2,5 triliun tahun ini. Nilai ini turun dibandingkan dengan alokasi 2021 sebesar Rp3,1 triliun.
&amp;ldquo;Sebagian besar capex akan digunakan untuk peningkatan kapasitas segmen bisnis pengolahan produk unggas,&amp;rdquo;kata Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy di Jakarta, kemarin.
BACA JUGA:Charoen Pokphand (CPIN) Kantongi Laba Rp2,8 Triliun di Semester I-2021

Disampaikannya, nilai belanja modal yang dialokasikan mencapai Rp1,25 triliun atau 50% dari total anggaran yang disiapkan. Perseroan menjelaskan, alokasikan 50% untuk food karena kapasitas feedmill maupun peternakan perunggasan masih aman.
&amp;ldquo;Yang harus kami kejar sekarang adalah kapasitas pemotongan ayam dan pemrosesan produk olahan siap saji,&amp;rdquo; kata Thomas.
BACA JUGA:Jualan Ayam Laris Manis, Charoen Pokphand Raup Laba Rp3,84 Triliun pada 2020

Dirinya menuturkan, perusahaan telah fokus meningkatkan kapasitas produksi di sisi hilir sejak 2021 dengan menambah investasi rumah potong hewan unggas (RPHU) dan memperluas kanal pemasaran produk melalui gerai ritel dan kemitraan. Total RPHU baru yang dibangun Charoen Pokphand Indonesia sejak 2021 mencapai 11 unit di mana 7 di antaranya ditargetkan rampung pada Juli 2022.
Salah satu unit RPHU, lanjutnya, memiliki kapasitas besar dengan kemampuan potong mencapai 6.000 ekor per jam, sementara 2 unit lainnya memiliki kapasitas 4.000 ekor per jam. Perusahaan juga mendirikan 4 unit RPHU berkapasitas 2.000 ekor per jam yang tersebar di wilayah timur Indonesia.Asal tahu saja, CPIN menargetkan segmen food dapat tumbuh 20% pada  tahun ini. Pada 2021, penjualan produk unggas CPIN naik signifikan dari  Rp5,60 triliun pada 2020 menjadi Rp6,93 triliun.
&amp;ldquo;Food akan jadi ujung tombak dan cara kami mewujudkannya adalah  dengan mendirikan outlet ritel. Kami sekarang memiliki outlet untuk  penjualan ritel melalui Prima dan Freshmart. Kami juga punya outlet  menengah dan kecil, serta gencar melakukan kerja sama dengan mitra.  Tujuan kami adalah mendekatkan diri dengan konsumen,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara itu, segmen bisnis pakan ternak dan peternakan unggas  masing-masing memperoleh alokasi sebesar 30% dan 20% dari total capex  yang disiapkan. Thomas mengatakan, sebagian besar belanja modal untuk  segmen pakan dan peternakan bersifat perawatan (maintenance) untuk  menjaga kondisi alat produksi tetap prima.
Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) emiten  perunggasan ini memutuskan untuk membagikan tunai sebesar Rp108 per  saham atau total Rp1,77 triliun.
&amp;ldquo;Tadi dalam RUPST telah diputuskan bahwa perseroan akan membagikan  dividen tunai sebesar Rp108 per saham atau 48,91% dari laba tahun  berjalan dan seluruhnya sebesar Rp1,77 triliun,&amp;rdquo; kata Thomas.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, CPIN mencetak  penjualan bersih sebesar Rp51,69 triliun, naik 21,58% dibandingkan  dengan 2020 sebesar Rp42,51 triliun. Beban pokok penjualan juga turut  meningkat menjadi Rp43,55 triliun dari Rp34,26 triliun. Hal ini membuat  laba bruto sedikit terkoreksi dari Rp8,25 triliun menjadi Rp8,13  triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyiapkan belanja modal atau capex Rp2,5 triliun tahun ini. Nilai ini turun dibandingkan dengan alokasi 2021 sebesar Rp3,1 triliun.
&amp;ldquo;Sebagian besar capex akan digunakan untuk peningkatan kapasitas segmen bisnis pengolahan produk unggas,&amp;rdquo;kata Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy di Jakarta, kemarin.
BACA JUGA:Charoen Pokphand (CPIN) Kantongi Laba Rp2,8 Triliun di Semester I-2021

Disampaikannya, nilai belanja modal yang dialokasikan mencapai Rp1,25 triliun atau 50% dari total anggaran yang disiapkan. Perseroan menjelaskan, alokasikan 50% untuk food karena kapasitas feedmill maupun peternakan perunggasan masih aman.
&amp;ldquo;Yang harus kami kejar sekarang adalah kapasitas pemotongan ayam dan pemrosesan produk olahan siap saji,&amp;rdquo; kata Thomas.
BACA JUGA:Jualan Ayam Laris Manis, Charoen Pokphand Raup Laba Rp3,84 Triliun pada 2020

Dirinya menuturkan, perusahaan telah fokus meningkatkan kapasitas produksi di sisi hilir sejak 2021 dengan menambah investasi rumah potong hewan unggas (RPHU) dan memperluas kanal pemasaran produk melalui gerai ritel dan kemitraan. Total RPHU baru yang dibangun Charoen Pokphand Indonesia sejak 2021 mencapai 11 unit di mana 7 di antaranya ditargetkan rampung pada Juli 2022.
Salah satu unit RPHU, lanjutnya, memiliki kapasitas besar dengan kemampuan potong mencapai 6.000 ekor per jam, sementara 2 unit lainnya memiliki kapasitas 4.000 ekor per jam. Perusahaan juga mendirikan 4 unit RPHU berkapasitas 2.000 ekor per jam yang tersebar di wilayah timur Indonesia.Asal tahu saja, CPIN menargetkan segmen food dapat tumbuh 20% pada  tahun ini. Pada 2021, penjualan produk unggas CPIN naik signifikan dari  Rp5,60 triliun pada 2020 menjadi Rp6,93 triliun.
&amp;ldquo;Food akan jadi ujung tombak dan cara kami mewujudkannya adalah  dengan mendirikan outlet ritel. Kami sekarang memiliki outlet untuk  penjualan ritel melalui Prima dan Freshmart. Kami juga punya outlet  menengah dan kecil, serta gencar melakukan kerja sama dengan mitra.  Tujuan kami adalah mendekatkan diri dengan konsumen,&amp;rdquo; jelasnya.
Sementara itu, segmen bisnis pakan ternak dan peternakan unggas  masing-masing memperoleh alokasi sebesar 30% dan 20% dari total capex  yang disiapkan. Thomas mengatakan, sebagian besar belanja modal untuk  segmen pakan dan peternakan bersifat perawatan (maintenance) untuk  menjaga kondisi alat produksi tetap prima.
Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) emiten  perunggasan ini memutuskan untuk membagikan tunai sebesar Rp108 per  saham atau total Rp1,77 triliun.
&amp;ldquo;Tadi dalam RUPST telah diputuskan bahwa perseroan akan membagikan  dividen tunai sebesar Rp108 per saham atau 48,91% dari laba tahun  berjalan dan seluruhnya sebesar Rp1,77 triliun,&amp;rdquo; kata Thomas.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, CPIN mencetak  penjualan bersih sebesar Rp51,69 triliun, naik 21,58% dibandingkan  dengan 2020 sebesar Rp42,51 triliun. Beban pokok penjualan juga turut  meningkat menjadi Rp43,55 triliun dari Rp34,26 triliun. Hal ini membuat  laba bruto sedikit terkoreksi dari Rp8,25 triliun menjadi Rp8,13  triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
