<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin: Investasi yang Masuk Harus Win-Win</title><description>Pemerintah Indonesia menarik investor sebanyak-banyaknya dalam Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/320/2599559/menperin-investasi-yang-masuk-harus-win-win</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/320/2599559/menperin-investasi-yang-masuk-harus-win-win"/><item><title>Menperin: Investasi yang Masuk Harus Win-Win</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/320/2599559/menperin-investasi-yang-masuk-harus-win-win</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/24/320/2599559/menperin-investasi-yang-masuk-harus-win-win</guid><pubDate>Selasa 24 Mei 2022 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/24/320/2599559/menperin-investasi-yang-masuk-harus-win-win-ICzfGa1xTl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI tarik minat investor di WEF 2022 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/24/320/2599559/menperin-investasi-yang-masuk-harus-win-win-ICzfGa1xTl.jpg</image><title>RI tarik minat investor di WEF 2022 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menarik investasi sebanyak-banyaknya dalam Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) 2022 yang digelar di Davos, Swiss. Pemerintah menawarkan investasi dengan menyampaikan berbagai potensi yang dimiliki di Tanah Air.
&quot;Pemerintah senantiasa memberikan dukungan bagi para investor agar setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus win-win,&quot; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (24/5/2022).
BACA JUGA:Menteri Bahlil: Kita Ingin Selesaikan Masalah Global dalam Konteks Investasi Hijau 

Pertemuan tahunan WEF dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia untuk melakukan diskusi dengan para perwakilan ekonomi dunia dan investor-investor potensial.
Sejumlah isu dipaparkan dalam forum tersebut, antara lain terkait upaya penumbuhan ekonomi Indonesia, green energy, pengendalian pandemi COVID-19, dan upaya pemulihan ekonomi nasional.
Ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5,01% pada triwulan I 2002. Pada periode yang sama, sektor industri manufaktur tumbuh lebih tinggi yakni sebesar 5,47%, meskipun di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu akibat pandemi COVID-19.
BACA JUGA:CEO Saudi Aramco Sebut Krisis Minyak Dunia Imbas Kurangnya Investasi

Pertumbuhan industri manufaktur pada triwulan I 2022 didukung oleh kebijakan hilirisasi yang dilakukan pemerintah, sehingga peningkatan manufacturing value added (MVA) berjalan dengan baik.
&quot;Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus meningkatkan manufacturing value added (MVA) untuk basis produksi manufakturnya,&quot; kata Agus Gumiwang dalam pembukaan Paviliun Indonesia di WEF 2022, Davos, Swiss, Senin (23/5/2022) waktu setempat.
Kebijakan tersebut juga berdampak positif bagi investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Menperin juga menyampaikan peluang investasi baru dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang besar untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik.
Hal ini sejalan dengan fokus pembahasan di WEF mengenai isu energi  baru dan terbarukan (EBT) yang sesuai dengan misi dalam presidensi G20  tahun 2022. Dalam gelaran WEF 2022, Menperin terus melakukan pertemuan  dengan berbagai perusahaan otomotif agar menaruh investasi industri  kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
&quot;Pemerintah sangat yakin bahwa investasi mobil listrik di Indonesia  akan sangat baik. Tidak hanya bicara mengenai bahan baku atau raw  material, soal nikel dan turunannya tapi juga potensi market-nya.  Sehingga Pemerintah RI akan terus membantu dan memastikan agar investasi  di sektor ini dapat berhasil,&quot; ujar Menperin.
Dalam agenda lain, Menperin hadir dalam pertemuan dengan perusahaan  semikonduktor, software, dan penyedia teknologi wireless asal Amerika  Serikat, Qualcomm.
Kepada Chief Executive Officer Qualcomm Cristiano Amon, Menperin  menyampaikan peluang investasi untuk mendukung akselerasi digitalisasi  di industri otomotif, yang memungkinkan keterlibatan industri kecil  dalam rantai industri tersebut.
Selain itu, di masa pandemi, terjadi peningkatan penetrasi internet  di Indonesia yang sangat masif, sehingga membuat potensi pengembangan  produk-produk penunjang konektivitas menjadi sangat mutlak.
&quot;Karena itu, kami mengajak Qualcomm agar turut serta berperan aktif dalam proses ini,&quot; ujar Menperin.
Ia juga menyampaikan saat ini Kemenperin sedang membangun ekosistem   atau produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti laptop dan   tablet.
Dalam upaya tersebut, dibutuhkan perusahaan yang mampu memasok chip   yang merupakan salah satu komponen dalam produk. Oleh sebab itu,   Menperin mengajak agar Qualcomm sebagai salah satu pemimpin dalam   produksi chip untuk mengambil bagian dalam upaya ini.
&quot;Kelangkaan chip belakangan ini menunjukkan bahwa dunia semakin   mengalami percepatan menjadi semakin terdigitalisasi. Karena itu, dalam   membangun dunia digital yang lebih maju, diperlukan dukungan  investasi,&quot;  papar Agus.
Menteri Agus menambahkan selain itu Kemenperin juga sedang membangun   Indonesia Manufacturing Center yang akan menjadi pusat pengembangan   teknologi manufaktur terbaru untuk Indonesia.
&quot;Lewat pertemuan tersebut, kami mengharapkan Qualcomm dapat   memberikan asistensi dalam pengembangan Indonesia Manufacturing Center,&quot;   pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia menarik investasi sebanyak-banyaknya dalam Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) 2022 yang digelar di Davos, Swiss. Pemerintah menawarkan investasi dengan menyampaikan berbagai potensi yang dimiliki di Tanah Air.
&quot;Pemerintah senantiasa memberikan dukungan bagi para investor agar setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus win-win,&quot; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (24/5/2022).
BACA JUGA:Menteri Bahlil: Kita Ingin Selesaikan Masalah Global dalam Konteks Investasi Hijau 

Pertemuan tahunan WEF dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia untuk melakukan diskusi dengan para perwakilan ekonomi dunia dan investor-investor potensial.
Sejumlah isu dipaparkan dalam forum tersebut, antara lain terkait upaya penumbuhan ekonomi Indonesia, green energy, pengendalian pandemi COVID-19, dan upaya pemulihan ekonomi nasional.
Ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5,01% pada triwulan I 2002. Pada periode yang sama, sektor industri manufaktur tumbuh lebih tinggi yakni sebesar 5,47%, meskipun di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu akibat pandemi COVID-19.
BACA JUGA:CEO Saudi Aramco Sebut Krisis Minyak Dunia Imbas Kurangnya Investasi

Pertumbuhan industri manufaktur pada triwulan I 2022 didukung oleh kebijakan hilirisasi yang dilakukan pemerintah, sehingga peningkatan manufacturing value added (MVA) berjalan dengan baik.
&quot;Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus meningkatkan manufacturing value added (MVA) untuk basis produksi manufakturnya,&quot; kata Agus Gumiwang dalam pembukaan Paviliun Indonesia di WEF 2022, Davos, Swiss, Senin (23/5/2022) waktu setempat.
Kebijakan tersebut juga berdampak positif bagi investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Menperin juga menyampaikan peluang investasi baru dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang besar untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik.
Hal ini sejalan dengan fokus pembahasan di WEF mengenai isu energi  baru dan terbarukan (EBT) yang sesuai dengan misi dalam presidensi G20  tahun 2022. Dalam gelaran WEF 2022, Menperin terus melakukan pertemuan  dengan berbagai perusahaan otomotif agar menaruh investasi industri  kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
&quot;Pemerintah sangat yakin bahwa investasi mobil listrik di Indonesia  akan sangat baik. Tidak hanya bicara mengenai bahan baku atau raw  material, soal nikel dan turunannya tapi juga potensi market-nya.  Sehingga Pemerintah RI akan terus membantu dan memastikan agar investasi  di sektor ini dapat berhasil,&quot; ujar Menperin.
Dalam agenda lain, Menperin hadir dalam pertemuan dengan perusahaan  semikonduktor, software, dan penyedia teknologi wireless asal Amerika  Serikat, Qualcomm.
Kepada Chief Executive Officer Qualcomm Cristiano Amon, Menperin  menyampaikan peluang investasi untuk mendukung akselerasi digitalisasi  di industri otomotif, yang memungkinkan keterlibatan industri kecil  dalam rantai industri tersebut.
Selain itu, di masa pandemi, terjadi peningkatan penetrasi internet  di Indonesia yang sangat masif, sehingga membuat potensi pengembangan  produk-produk penunjang konektivitas menjadi sangat mutlak.
&quot;Karena itu, kami mengajak Qualcomm agar turut serta berperan aktif dalam proses ini,&quot; ujar Menperin.
Ia juga menyampaikan saat ini Kemenperin sedang membangun ekosistem   atau produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) seperti laptop dan   tablet.
Dalam upaya tersebut, dibutuhkan perusahaan yang mampu memasok chip   yang merupakan salah satu komponen dalam produk. Oleh sebab itu,   Menperin mengajak agar Qualcomm sebagai salah satu pemimpin dalam   produksi chip untuk mengambil bagian dalam upaya ini.
&quot;Kelangkaan chip belakangan ini menunjukkan bahwa dunia semakin   mengalami percepatan menjadi semakin terdigitalisasi. Karena itu, dalam   membangun dunia digital yang lebih maju, diperlukan dukungan  investasi,&quot;  papar Agus.
Menteri Agus menambahkan selain itu Kemenperin juga sedang membangun   Indonesia Manufacturing Center yang akan menjadi pusat pengembangan   teknologi manufaktur terbaru untuk Indonesia.
&quot;Lewat pertemuan tersebut, kami mengharapkan Qualcomm dapat   memberikan asistensi dalam pengembangan Indonesia Manufacturing Center,&quot;   pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
