<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukit Asam (PTBA) Rambah Bisnis Energi Terbarukan PTLS dan PLTU</title><description>PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjajaki bisnis energi baru dan terbarukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/278/2600097/bukit-asam-ptba-rambah-bisnis-energi-terbarukan-ptls-dan-pltu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/278/2600097/bukit-asam-ptba-rambah-bisnis-energi-terbarukan-ptls-dan-pltu"/><item><title>Bukit Asam (PTBA) Rambah Bisnis Energi Terbarukan PTLS dan PLTU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/278/2600097/bukit-asam-ptba-rambah-bisnis-energi-terbarukan-ptls-dan-pltu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/278/2600097/bukit-asam-ptba-rambah-bisnis-energi-terbarukan-ptls-dan-pltu</guid><pubDate>Rabu 25 Mei 2022 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/25/278/2600097/bukit-asam-ptba-rambah-bisnis-energi-terbarukan-ptls-dan-pltu-Gbzf0Weeyq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PTBA rambah bisnis energi terbarukan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/25/278/2600097/bukit-asam-ptba-rambah-bisnis-energi-terbarukan-ptls-dan-pltu-Gbzf0Weeyq.jpg</image><title>PTBA rambah bisnis energi terbarukan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjajaki bisnis energi baru dan terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
&quot;Ekspansi bisnis perusahaan ke sektor energi baru dan terbarukan ini juga terus bergulir karena merupakan bagian proyek strategis nasional,&quot; kata Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Apollonius Andwie.
BACA JUGA:Bukit Asam (PTBA) Bagi-Bagi Dividen 100% Laba Bersih Rp7,9 Triliun 

Dia menjelaskan, ekspansi bisnis PTBA yang saat ini terus bergulir di antaranya PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 dengan kapasitas terpasang 2 x 620 MW dengan nilai mencapai US$ 1,68 miliar. PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP).
PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Progres pembangunan proyek PLTU nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara per tahun ini telah mencapai penyelesaian konstruksi sebesar 96,57%. Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada tahun 2022 ini.
BACA JUGA:Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Naik 355%, Tembus Rp2,28 Triliun di Kuartal I-2022

PLTU Sumsel 8 memanfaatkan teknologi PLTU ramah lingkungan supercritical. PLTU juga menerapkan teknologi flue gas desulfurization (FGD) yang berfungsi meminimalisasi sulfur dioksida (SO2) dari emisi gas buang PLTU. Kemudian, pengembangan PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero).
PLTS tersebut terdiri dari 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp) dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). PLTS sudah beroperasi penuh pada 1 Oktober 2020.Selain itu, PTBA bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga tengah  melakukan penjajakan potensi kerja sama pengembangan PLTS di jalan tol  Jasa Marga Group yang ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman  (MoU) pada 2 Februari 2022.
Salah satu wujud implementasi dari penandatanganan MoU tersebut yakni  peletakan batu pertama (groundbreaking) PLTS di Jalan Tol Bali Mandara  pada 5 Maret 2022 dengan kapasitas terpasang 400 kilowatt peak (kWp).  PLTS ini akan dibangun melalui anak perusahaan PTBA yaitu PT Bukit  Energi Investama sebagai wujud konkret dan komitmen perusahaan untuk  mengurangi emisi karbon global sekaligus dukungan terhadap presidensi  G20 Indonesia yang akan dilaksanakan di Bali pada November 2022.
PTBA juga akan mengembangkan PLTS di area lahan pasca-tambang yakni  PLTS di Tanjung Enim dengan kapasitas terpasang sampai 200 MW dan total  area 224 hektare (Ha), PLTS di Ombilin dengan kapasitas 200 MW dan total  area 201 Ha, dan PLTS di Bantuas, Kalimantan Timur dengan kapasitas  sampai dengan 200 MW. Ekspansi bisnis energi tersebut juga sejalan  produksi batu bara perseroan di sepanjang triwulan I 2022 meningkat 40%  atau menjadi 6,34 juta ton, sedangkan volume angkutan batu bara  meningkat 16% menjadi 6,17 juta ton.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjajaki bisnis energi baru dan terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
&quot;Ekspansi bisnis perusahaan ke sektor energi baru dan terbarukan ini juga terus bergulir karena merupakan bagian proyek strategis nasional,&quot; kata Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Apollonius Andwie.
BACA JUGA:Bukit Asam (PTBA) Bagi-Bagi Dividen 100% Laba Bersih Rp7,9 Triliun 

Dia menjelaskan, ekspansi bisnis PTBA yang saat ini terus bergulir di antaranya PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 dengan kapasitas terpasang 2 x 620 MW dengan nilai mencapai US$ 1,68 miliar. PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP).
PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Progres pembangunan proyek PLTU nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara per tahun ini telah mencapai penyelesaian konstruksi sebesar 96,57%. Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada tahun 2022 ini.
BACA JUGA:Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Naik 355%, Tembus Rp2,28 Triliun di Kuartal I-2022

PLTU Sumsel 8 memanfaatkan teknologi PLTU ramah lingkungan supercritical. PLTU juga menerapkan teknologi flue gas desulfurization (FGD) yang berfungsi meminimalisasi sulfur dioksida (SO2) dari emisi gas buang PLTU. Kemudian, pengembangan PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero).
PLTS tersebut terdiri dari 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp) dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). PLTS sudah beroperasi penuh pada 1 Oktober 2020.Selain itu, PTBA bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga tengah  melakukan penjajakan potensi kerja sama pengembangan PLTS di jalan tol  Jasa Marga Group yang ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman  (MoU) pada 2 Februari 2022.
Salah satu wujud implementasi dari penandatanganan MoU tersebut yakni  peletakan batu pertama (groundbreaking) PLTS di Jalan Tol Bali Mandara  pada 5 Maret 2022 dengan kapasitas terpasang 400 kilowatt peak (kWp).  PLTS ini akan dibangun melalui anak perusahaan PTBA yaitu PT Bukit  Energi Investama sebagai wujud konkret dan komitmen perusahaan untuk  mengurangi emisi karbon global sekaligus dukungan terhadap presidensi  G20 Indonesia yang akan dilaksanakan di Bali pada November 2022.
PTBA juga akan mengembangkan PLTS di area lahan pasca-tambang yakni  PLTS di Tanjung Enim dengan kapasitas terpasang sampai 200 MW dan total  area 224 hektare (Ha), PLTS di Ombilin dengan kapasitas 200 MW dan total  area 201 Ha, dan PLTS di Bantuas, Kalimantan Timur dengan kapasitas  sampai dengan 200 MW. Ekspansi bisnis energi tersebut juga sejalan  produksi batu bara perseroan di sepanjang triwulan I 2022 meningkat 40%  atau menjadi 6,34 juta ton, sedangkan volume angkutan batu bara  meningkat 16% menjadi 6,17 juta ton.</content:encoded></item></channel></rss>
