<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Mampu Tahan Risiko Kenaikan Harga Minyak</title><description>Ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga salah satunya ditopang oleh kinerja neraca.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/320/2600172/ekonomi-ri-mampu-tahan-risiko-kenaikan-harga-minyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/320/2600172/ekonomi-ri-mampu-tahan-risiko-kenaikan-harga-minyak"/><item><title>Ekonomi RI Mampu Tahan Risiko Kenaikan Harga Minyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/320/2600172/ekonomi-ri-mampu-tahan-risiko-kenaikan-harga-minyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/25/320/2600172/ekonomi-ri-mampu-tahan-risiko-kenaikan-harga-minyak</guid><pubDate>Rabu 25 Mei 2022 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/25/320/2600172/ekonomi-ri-mampu-tahan-risiko-kenaikan-harga-minyak-6Ds1pW58X3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI Tahan Risiko Kenikan Harga Minyak (Foto: Okezone/ Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/25/320/2600172/ekonomi-ri-mampu-tahan-risiko-kenaikan-harga-minyak-6Ds1pW58X3.jpg</image><title>Ekonomi RI Tahan Risiko Kenikan Harga Minyak (Foto: Okezone/ Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga salah satunya ditopang oleh kinerja neraca transaksi berjalan yang konsisten baik.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyebut, hal ini merupakan kinerja yang sangat baik mengingat banyak risiko yang tengah dihadapi seperti lonjakan harga minyak dunia yang didorong oleh eskalasi tensi geopolitik yang menekan neraca perdagangan migas.
&amp;ldquo;Jelas bahwa upaya reformasi struktural Indonesia berhasil menciptakan surplus neraca perdagangan nonmigas Indonesia yang konsisten tinggi bahkan terus meningkat sehingga berhasil menyerap risiko yang berasal dari kenaikan harga minyak,&amp;rdquo; ujar Febrio dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/5/2022).
BACA JUGA:Covid-19 Melandai, Ekonomi RI Dihadapkan Beragam Tantangan hingga Berpotensi Krisis

Neraca transaksi berjalan kuartal I 2022 mencatat surplus sebesar USD0,2 miliar atau 0,1% dari PDB. Surplus ini sedikit menurun diakibatkan kenaikan harga minyak dunia yang menyebabkan defisit di sektor migas.
Sedangkan, neraca perdagangan nonmigas tetap kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya meskipun sedikit menurun karena faktor eksternal yaitu perlambatan ekspor ke negara mitra dagang utama Indonesia, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
Surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat sebesar USD17 miliar. Sedangkan, Neraca Perdagangan Migas pada kuartal I 2022 mencatat defisit sebesar USD5,9 miliar.
BACA JUGA:Sri Mulyani Pakai Langkah Darurat Selamatkan Ekonomi RI

Penurunan surplus neraca transaksi berjalan juga disebabkan oleh jasa keuangan dan jasa perjalanan, seiring dengan pemulihan ekonomi dan peningkatan perjalanan dan wisata nasional ke luar negeri yang mempengaruhi neraca jasa.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga salah satunya ditopang oleh kinerja neraca transaksi berjalan yang konsisten baik.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyebut, hal ini merupakan kinerja yang sangat baik mengingat banyak risiko yang tengah dihadapi seperti lonjakan harga minyak dunia yang didorong oleh eskalasi tensi geopolitik yang menekan neraca perdagangan migas.
&amp;ldquo;Jelas bahwa upaya reformasi struktural Indonesia berhasil menciptakan surplus neraca perdagangan nonmigas Indonesia yang konsisten tinggi bahkan terus meningkat sehingga berhasil menyerap risiko yang berasal dari kenaikan harga minyak,&amp;rdquo; ujar Febrio dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/5/2022).
BACA JUGA:Covid-19 Melandai, Ekonomi RI Dihadapkan Beragam Tantangan hingga Berpotensi Krisis

Neraca transaksi berjalan kuartal I 2022 mencatat surplus sebesar USD0,2 miliar atau 0,1% dari PDB. Surplus ini sedikit menurun diakibatkan kenaikan harga minyak dunia yang menyebabkan defisit di sektor migas.
Sedangkan, neraca perdagangan nonmigas tetap kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya meskipun sedikit menurun karena faktor eksternal yaitu perlambatan ekspor ke negara mitra dagang utama Indonesia, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
Surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat sebesar USD17 miliar. Sedangkan, Neraca Perdagangan Migas pada kuartal I 2022 mencatat defisit sebesar USD5,9 miliar.
BACA JUGA:Sri Mulyani Pakai Langkah Darurat Selamatkan Ekonomi RI

Penurunan surplus neraca transaksi berjalan juga disebabkan oleh jasa keuangan dan jasa perjalanan, seiring dengan pemulihan ekonomi dan peningkatan perjalanan dan wisata nasional ke luar negeri yang mempengaruhi neraca jasa.</content:encoded></item></channel></rss>
