<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Startup Zenius PHK Ratusan Karyawan, Ternyata Ini Alasannya</title><description>Sejumlah startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600550/startup-zenius-phk-ratusan-karyawan-ternyata-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600550/startup-zenius-phk-ratusan-karyawan-ternyata-ini-alasannya"/><item><title>Startup Zenius PHK Ratusan Karyawan, Ternyata Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600550/startup-zenius-phk-ratusan-karyawan-ternyata-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600550/startup-zenius-phk-ratusan-karyawan-ternyata-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2022 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/320/2600550/startup-zenius-phk-ratusan-karyawan-ternyata-ini-alasannya-tTD8bvu18Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Startup PHK massal karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/320/2600550/startup-zenius-phk-ratusan-karyawan-ternyata-ini-alasannya-tTD8bvu18Y.jpg</image><title>Startup PHK massal karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Teranyar, Zenius dan LinkAja mengumumkan adanya pengurangan karyawan.
Startup yang bergerak di bidang pendidikan, Zenius Education menyatakan resmi melakukan PHK pada ratusan karyawan akibat tekanan ekonomi pada perusahaan.
BACA JUGA:4 Fakta Karyawan Unilever di PHK, Perusahaan Ungkap Kebenarannya

&quot;Setelah melalui evaluasi dan review peninjauan ulang komprehensif, Zenius mengumumkan bahwa lebih dari 200 dari karyawan harus meninggalkan Zenius,&quot; ungkap manajemen Zenius, dikutip Kamis (26/5/2022).
Berkaitan dengan keputusan ini, Zenius memastikan akan menyiapkan strategi ke depan demi memastikan bisnis tetap berjalan, salah satunya perubahan peran fungsi bisnis dengan optimalisasi.
BACA JUGA:PHK 150 Karyawan, Berikut Alasan Netflix

&quot;Saat ini kita sedang mengalami kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Untuk beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro ekonomi yang memengaruhi industri, Zenius perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan,&quot; lanjut Zenius.
Manajemen Zenius memastikan, karyawan yang di PHK akan mendapatkan pesangon sesuai peraturan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.
&quot;Zenius memahami bahwa ini adalah masa sulit bagi karyawan yang terdampak, sehingga perusahaan akan melanjutkan manfaat asuransi kesehatan mereka hingga 30 September 2022, termasuk untuk anggota keluarga mereka. Selain itu, Zenius juga memperpanjang layanan konseling kesehatan dengan konsultan pihak ketiga kami hingga 30 September 2022,&quot; tulisnya.Bahkan, Zenius juga menegaskan komitmen mereka dalam membantu  karyawan yang terdampak PHK untuk menemukan pekerjaan baru dengan  membagikan data pribadi mereka kepada perusahaan atau institusi  pendidikan lain.
&quot;Zenius juga menyarankan tim pembuat konten untuk melamar posisi  Tentor di cabang Primagama. Selama proses transisi, Zenius berkomitmen  untuk memastikan bahwa semua hak dan dukungan yang dibutuhkan karyawan  terdampak terpenuhi sebagaimana mestinya,&quot; pungkas Zenius.
Kasus PHK Zenius menambah panjang daftar perusahaan rintisan yang  memutuskan penghematan keuangan setelah sebelumnya dompet digital  berutan BUMN, LinkAja melakukan PHK ratusan karyawan.
Bahkan pada Februari lalu, perusahaan agrobisnis berbasis teknologi  TaniHub menghentikan operasional dua warehouse atau pergudangan yakni di  Bandung dan Bali. Startup pertanian ini juga melakukan PHK karyawan.
Salah satu pengamat ekonomi, A Prasetyantoko yang berasal dari Kompas  mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan sebagai sebuah sejarah  yang berulang. Ini sejalan dengan beberapa pengamat yang membicarakan  mengenai &amp;lsquo;gelembung dotcom&amp;rsquo;.
Menurutnya, jatuhnya nilai saham perusahaan teknologi belakangan ini  ditandai dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi yang disertai inflasi  tinggi atau yang lebih dikenal dengan stagflasi.
Merosotnya saham teknologi ini juga merupakan dampak dari adanya  kenaikan inflasi yang mencapai 5,7% di negara maju dan 8,7% di negara  berkembang. Hal ini didasarkan dari terbitan berkala Dana Moneter  Internasional, World Economic Outlook edisi April 2022.
Selain itu, pecahnya perang Rusia-Ukraina yang masih terus  berlangsung hingga sekarang juga turut membawa imbas dalam goyahnya  perekonomian global yang terjadi belakangan ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Teranyar, Zenius dan LinkAja mengumumkan adanya pengurangan karyawan.
Startup yang bergerak di bidang pendidikan, Zenius Education menyatakan resmi melakukan PHK pada ratusan karyawan akibat tekanan ekonomi pada perusahaan.
BACA JUGA:4 Fakta Karyawan Unilever di PHK, Perusahaan Ungkap Kebenarannya

&quot;Setelah melalui evaluasi dan review peninjauan ulang komprehensif, Zenius mengumumkan bahwa lebih dari 200 dari karyawan harus meninggalkan Zenius,&quot; ungkap manajemen Zenius, dikutip Kamis (26/5/2022).
Berkaitan dengan keputusan ini, Zenius memastikan akan menyiapkan strategi ke depan demi memastikan bisnis tetap berjalan, salah satunya perubahan peran fungsi bisnis dengan optimalisasi.
BACA JUGA:PHK 150 Karyawan, Berikut Alasan Netflix

&quot;Saat ini kita sedang mengalami kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Untuk beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro ekonomi yang memengaruhi industri, Zenius perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan,&quot; lanjut Zenius.
Manajemen Zenius memastikan, karyawan yang di PHK akan mendapatkan pesangon sesuai peraturan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.
&quot;Zenius memahami bahwa ini adalah masa sulit bagi karyawan yang terdampak, sehingga perusahaan akan melanjutkan manfaat asuransi kesehatan mereka hingga 30 September 2022, termasuk untuk anggota keluarga mereka. Selain itu, Zenius juga memperpanjang layanan konseling kesehatan dengan konsultan pihak ketiga kami hingga 30 September 2022,&quot; tulisnya.Bahkan, Zenius juga menegaskan komitmen mereka dalam membantu  karyawan yang terdampak PHK untuk menemukan pekerjaan baru dengan  membagikan data pribadi mereka kepada perusahaan atau institusi  pendidikan lain.
&quot;Zenius juga menyarankan tim pembuat konten untuk melamar posisi  Tentor di cabang Primagama. Selama proses transisi, Zenius berkomitmen  untuk memastikan bahwa semua hak dan dukungan yang dibutuhkan karyawan  terdampak terpenuhi sebagaimana mestinya,&quot; pungkas Zenius.
Kasus PHK Zenius menambah panjang daftar perusahaan rintisan yang  memutuskan penghematan keuangan setelah sebelumnya dompet digital  berutan BUMN, LinkAja melakukan PHK ratusan karyawan.
Bahkan pada Februari lalu, perusahaan agrobisnis berbasis teknologi  TaniHub menghentikan operasional dua warehouse atau pergudangan yakni di  Bandung dan Bali. Startup pertanian ini juga melakukan PHK karyawan.
Salah satu pengamat ekonomi, A Prasetyantoko yang berasal dari Kompas  mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan sebagai sebuah sejarah  yang berulang. Ini sejalan dengan beberapa pengamat yang membicarakan  mengenai &amp;lsquo;gelembung dotcom&amp;rsquo;.
Menurutnya, jatuhnya nilai saham perusahaan teknologi belakangan ini  ditandai dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi yang disertai inflasi  tinggi atau yang lebih dikenal dengan stagflasi.
Merosotnya saham teknologi ini juga merupakan dampak dari adanya  kenaikan inflasi yang mencapai 5,7% di negara maju dan 8,7% di negara  berkembang. Hal ini didasarkan dari terbitan berkala Dana Moneter  Internasional, World Economic Outlook edisi April 2022.
Selain itu, pecahnya perang Rusia-Ukraina yang masih terus  berlangsung hingga sekarang juga turut membawa imbas dalam goyahnya  perekonomian global yang terjadi belakangan ini.</content:encoded></item></channel></rss>
