<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Kolaborasi Amerika Latin-Asia Pasifik Jadi Kunci Pulih dari Gejolak Global</title><description>Muhammad Luti menyatakan bahwa, kolaborasi kawasan Amerika Latin dengan Asia Pasifik menjadi kunci untuk pulih bersama dari gejolak global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600757/mendag-kolaborasi-amerika-latin-asia-pasifik-jadi-kunci-pulih-dari-gejolak-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600757/mendag-kolaborasi-amerika-latin-asia-pasifik-jadi-kunci-pulih-dari-gejolak-global"/><item><title>Mendag: Kolaborasi Amerika Latin-Asia Pasifik Jadi Kunci Pulih dari Gejolak Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600757/mendag-kolaborasi-amerika-latin-asia-pasifik-jadi-kunci-pulih-dari-gejolak-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600757/mendag-kolaborasi-amerika-latin-asia-pasifik-jadi-kunci-pulih-dari-gejolak-global</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2022 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/320/2600757/mendag-kolaborasi-amerika-latin-asia-pasifik-jadi-kunci-pulih-dari-gejolak-global-LTa2CEx1cZ.png" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Lutfi (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/320/2600757/mendag-kolaborasi-amerika-latin-asia-pasifik-jadi-kunci-pulih-dari-gejolak-global-LTa2CEx1cZ.png</image><title>Mendag Lutfi (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luti menyatakan bahwa, kolaborasi kawasan Amerika Latin dengan Asia Pasifik menjadi kunci untuk pulih bersama dari gejolak global yang terjadi saat ini.
Kolaborasi kedua kawasan tersebut diyakini dapat mewujudkan pertumbunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelaniutan.
Hal ini disampaikan Mendag Lutfi pada pertemuan Working Breakfast: Expanding Horizons for Economic Partnership between Latin America and Asia-Pacific di sela Pertemuan Tahunan World Fconomic Forum (WEF022 di Davos. Swiss.
BACA JUGA:Mendag Lutfi: Perdagangan, Investasi hingga Industri tengah Hadapi Transisi Ganda

&quot;Saat ini kita hidup di masa yang penuh tantangan. Dampak pandemi terhadap perekonomian global  dan konflik yang masih berlangsung di Eropa telah mengakibatkan melonjaknya harga komoditas pangan, energi, dan logistik, serta terganggunya  rantai pasok global,&quot; papar Mendag Lutfi dikutip dari keterangan resmi Kemendag, Kamis (26/5/2022).
&quot;Untuk pulih bersama, kedua  kawasan, yaitu Amerika Latin dan Asia Pasifik, perlu berkolaborasi mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah harus memimpin pemulihan ini,&quot; jelasnya.
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik pada 2022 akan lebih rendah dari 2021.
BACA JUGA:Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Jadi Peluang Ciptakan Nilai Tambah

Perekonomian Amerika Latin dan Kepulauan Caribia diperkirakan tumbuh 2,5 persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,8 persen. Adapun kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan  ekonominya diperkirakan sebesar 4,9 persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,5 persen.
Mendag menjelaskan, Indonesia secara konsisten mengadvokasi perdagangan yang terbuka dan adil untuk pemulihan ekonomi melalui persetujuan  perdagangan  bebas (Free Trade Agreement/FTA) atau Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA).&quot;FTA dan CEPA membuka jalan bagi negara-negara di dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan yang lebih baik,&quot; ujarnya.
Mendag Lutfi juga mengungkapkan, Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan kawasan Amerika Latin.
Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan barang (trade in goods agreement) yang komprehensif dengan Chile yang sedang dalam proses penyempurnaan kerja sama perdagangan jasa. Indonesia juga tengah menegosiasikan persetujuan perdagangan dengan MERCOSUR.
Lebih lanjut, Indonesia juga sedang menjajaki persetujuan perdagangan bilateral dengan Peru.
Sedangkan di kawasan Asia Pasifik, lanjut Mendag, Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan bilateral dan regional dengan negara-negara ASEAN, Jepang, Tiongkok, Korea, HongKong, Australia, dan Selandia Baru.
Selain itu, Indonesia juga sedang dalam proses peningkatan EPA dengan Jepang, meratifikasi Regional Comprehensive Economic Parternship (RCEP) dan CEPA dengan Korea, serta menjajaki persetujuan perdagangan dengan Fiji dan Papua Nugini.
&amp;ldquo;Kolaborasi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik perlu dilakukan untuk memfasilitasi perdagangan yang terbuka dan adil dalam mendukung pemulihan ekonomi yang lebih kuat,&amp;rdquo; pungkas Mendag Lutfi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luti menyatakan bahwa, kolaborasi kawasan Amerika Latin dengan Asia Pasifik menjadi kunci untuk pulih bersama dari gejolak global yang terjadi saat ini.
Kolaborasi kedua kawasan tersebut diyakini dapat mewujudkan pertumbunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelaniutan.
Hal ini disampaikan Mendag Lutfi pada pertemuan Working Breakfast: Expanding Horizons for Economic Partnership between Latin America and Asia-Pacific di sela Pertemuan Tahunan World Fconomic Forum (WEF022 di Davos. Swiss.
BACA JUGA:Mendag Lutfi: Perdagangan, Investasi hingga Industri tengah Hadapi Transisi Ganda

&quot;Saat ini kita hidup di masa yang penuh tantangan. Dampak pandemi terhadap perekonomian global  dan konflik yang masih berlangsung di Eropa telah mengakibatkan melonjaknya harga komoditas pangan, energi, dan logistik, serta terganggunya  rantai pasok global,&quot; papar Mendag Lutfi dikutip dari keterangan resmi Kemendag, Kamis (26/5/2022).
&quot;Untuk pulih bersama, kedua  kawasan, yaitu Amerika Latin dan Asia Pasifik, perlu berkolaborasi mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah harus memimpin pemulihan ini,&quot; jelasnya.
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik pada 2022 akan lebih rendah dari 2021.
BACA JUGA:Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Jadi Peluang Ciptakan Nilai Tambah

Perekonomian Amerika Latin dan Kepulauan Caribia diperkirakan tumbuh 2,5 persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,8 persen. Adapun kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan  ekonominya diperkirakan sebesar 4,9 persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,5 persen.
Mendag menjelaskan, Indonesia secara konsisten mengadvokasi perdagangan yang terbuka dan adil untuk pemulihan ekonomi melalui persetujuan  perdagangan  bebas (Free Trade Agreement/FTA) atau Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA).&quot;FTA dan CEPA membuka jalan bagi negara-negara di dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan yang lebih baik,&quot; ujarnya.
Mendag Lutfi juga mengungkapkan, Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan kawasan Amerika Latin.
Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan barang (trade in goods agreement) yang komprehensif dengan Chile yang sedang dalam proses penyempurnaan kerja sama perdagangan jasa. Indonesia juga tengah menegosiasikan persetujuan perdagangan dengan MERCOSUR.
Lebih lanjut, Indonesia juga sedang menjajaki persetujuan perdagangan bilateral dengan Peru.
Sedangkan di kawasan Asia Pasifik, lanjut Mendag, Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan bilateral dan regional dengan negara-negara ASEAN, Jepang, Tiongkok, Korea, HongKong, Australia, dan Selandia Baru.
Selain itu, Indonesia juga sedang dalam proses peningkatan EPA dengan Jepang, meratifikasi Regional Comprehensive Economic Parternship (RCEP) dan CEPA dengan Korea, serta menjajaki persetujuan perdagangan dengan Fiji dan Papua Nugini.
&amp;ldquo;Kolaborasi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik perlu dilakukan untuk memfasilitasi perdagangan yang terbuka dan adil dalam mendukung pemulihan ekonomi yang lebih kuat,&amp;rdquo; pungkas Mendag Lutfi.</content:encoded></item></channel></rss>
