<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejumlah Pesawat Gagal Mendarat di Bandara, Ada Apa?</title><description>AirNav Indonesia memberikan penjelasan terkait sejumlah maskapai yang gagal mendarat di sejumlah Bandar Udara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600817/sejumlah-pesawat-gagal-mendarat-di-bandara-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600817/sejumlah-pesawat-gagal-mendarat-di-bandara-ada-apa"/><item><title>Sejumlah Pesawat Gagal Mendarat di Bandara, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600817/sejumlah-pesawat-gagal-mendarat-di-bandara-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/26/320/2600817/sejumlah-pesawat-gagal-mendarat-di-bandara-ada-apa</guid><pubDate>Kamis 26 Mei 2022 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/26/320/2600817/sejumlah-pesawat-gagal-mendarat-di-bandara-ada-apa-8gbVzRM0Vh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerbangan (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/26/320/2600817/sejumlah-pesawat-gagal-mendarat-di-bandara-ada-apa-8gbVzRM0Vh.jpg</image><title>Penerbangan (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - AirNav Indonesia memberikan penjelasan terkait sejumlah maskapai yang gagal mendarat di sejumlah Bandar Udara atau Bandara salah satunya di Bandara Yogyakarta, Surabaya  hingga Makassar.
Menurut Sekretaris perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi kondisi  saat ini disebabkan dari sejumlah landasan pacu Bandar Udara di daerah tujuan.
BACA JUGA:Bandara Kualanamu Kembali Layani Penerbangan Umrah

&amp;ldquo;Hari ini dilaporkan karena cuaca yang menyebabkan jarak pandang tidak memenuhi syarat untuk mendarat di sejumlah bandara,&amp;rdquo; kata Sekretaris perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi saat dihubungi MNC Portal, Kamis (26/5/2022).
Rosedi  menjelaskan bahwa faktor penyebab pesawat gagal mendarat bisa disebabkan cuaca, kondisi pesawat dan halangan di landasan.
BACA JUGA:Sandiaga Uno Harap Maskapai Asing Perbanyak Penerbangan ke Indonesia

&amp;ldquo;Pertama faktor cuaca yang menyebabkan jarak pandang yang tidak memenuhi syarat untuk mendarat kecepatan angin yang melebihi syarat mendarat, kedua faktor pesawat proses pendaratan pesawat yang tidak stabil terkahir ada halangan dilandasan dan lain-lain,&amp;rdquo; paparnya.Seperti diketahui AirNav Indonesia menjadi satu-satunya penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia yang menyediakan jasa pelayanan navigasi penerbangan sesuai standar internasional.
&amp;ldquo;Sampai saat ini Airnav terus melakukan koordinasi dengan BMKG, kantor otoritas bandara dan maskapai penerbangan untuk menyampaikan perkembangan perubahan cuaca secara periodik,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - AirNav Indonesia memberikan penjelasan terkait sejumlah maskapai yang gagal mendarat di sejumlah Bandar Udara atau Bandara salah satunya di Bandara Yogyakarta, Surabaya  hingga Makassar.
Menurut Sekretaris perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi kondisi  saat ini disebabkan dari sejumlah landasan pacu Bandar Udara di daerah tujuan.
BACA JUGA:Bandara Kualanamu Kembali Layani Penerbangan Umrah

&amp;ldquo;Hari ini dilaporkan karena cuaca yang menyebabkan jarak pandang tidak memenuhi syarat untuk mendarat di sejumlah bandara,&amp;rdquo; kata Sekretaris perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi saat dihubungi MNC Portal, Kamis (26/5/2022).
Rosedi  menjelaskan bahwa faktor penyebab pesawat gagal mendarat bisa disebabkan cuaca, kondisi pesawat dan halangan di landasan.
BACA JUGA:Sandiaga Uno Harap Maskapai Asing Perbanyak Penerbangan ke Indonesia

&amp;ldquo;Pertama faktor cuaca yang menyebabkan jarak pandang yang tidak memenuhi syarat untuk mendarat kecepatan angin yang melebihi syarat mendarat, kedua faktor pesawat proses pendaratan pesawat yang tidak stabil terkahir ada halangan dilandasan dan lain-lain,&amp;rdquo; paparnya.Seperti diketahui AirNav Indonesia menjadi satu-satunya penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia yang menyediakan jasa pelayanan navigasi penerbangan sesuai standar internasional.
&amp;ldquo;Sampai saat ini Airnav terus melakukan koordinasi dengan BMKG, kantor otoritas bandara dan maskapai penerbangan untuk menyampaikan perkembangan perubahan cuaca secara periodik,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
