<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Pabrik Gula Berusia 116 Tahun, Kepala Badan Pangan: Luarnya Tua tapi Dalam Modern</title><description>Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meninjau Pabrik Gula (PG) Krebet Baru Malang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601599/tinjau-pabrik-gula-berusia-116-tahun-kepala-badan-pangan-luarnya-tua-tapi-dalam-modern</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601599/tinjau-pabrik-gula-berusia-116-tahun-kepala-badan-pangan-luarnya-tua-tapi-dalam-modern"/><item><title>Tinjau Pabrik Gula Berusia 116 Tahun, Kepala Badan Pangan: Luarnya Tua tapi Dalam Modern</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601599/tinjau-pabrik-gula-berusia-116-tahun-kepala-badan-pangan-luarnya-tua-tapi-dalam-modern</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601599/tinjau-pabrik-gula-berusia-116-tahun-kepala-badan-pangan-luarnya-tua-tapi-dalam-modern</guid><pubDate>Sabtu 28 Mei 2022 07:11 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/28/320/2601599/tinjau-pabrik-gula-berusia-116-tahun-kepala-badan-pangan-luarnya-tua-tapi-dalam-modern-IHXQEAjWU9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Badan Pangan Nasional mengecek pabrik gula di Malang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/28/320/2601599/tinjau-pabrik-gula-berusia-116-tahun-kepala-badan-pangan-luarnya-tua-tapi-dalam-modern-IHXQEAjWU9.jpg</image><title>Kepala Badan Pangan Nasional mengecek pabrik gula di Malang (Foto: MPI)</title></images><description>MALANG - Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meninjau Pabrik Gula (PG) Krebet Baru Malang. Di pabrik gula terbesar yang dimiliki oleh BUMN ini Arief meninjau sejumlah proses pengolahan tebu hingga menjadi gula kristal, pada Jumat sore (27/5/2022).
Dia didampingi Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Jawa Timur Heru Suseno dan direksi PT PG Rajawali I berkeliling meninjau proses tebu, yang jadi bahan baku gula. Arief melihat bagaimana tebu itu masuk dari petani kemudian ditakar menggunakan timbangan.
BACA JUGA:Waduh! India Batasi Ekspor Gula hingga 10 Juta Ton

Tak hanya itu Arief juga sempat berinteraksi dengan para petani tebu yang ditemuinya. Kemudian ia masuk ke area pabrik pengolahan tebu dengan melihat proses pengolahan dari tebu menjadi gula kristal berkualitas.
Dirinya dibuat kagum dengan pengolahan tebu di PG Krebet Baru yang dimiliki oleh PT PG Rajawali I anak perusahaan dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Pasalnya kendati pabrik gula ini telah berdiri sejak 1906, peremajaan mesin-mesin yang lebih canggih telah dilakukan.

BACA JUGA:PTPN Beli Gula Kristal Petani Tebu Rp11.500/Kg


Arief menyatakan, dari hasil peninjauannya terbukti PG Krebet Baru ini memiliki proses pengolahan tebu menjadi gula kristal yang berkualitas. Penetapan kualitas bahkan telah dilakukan sejak tebu memasuki area pabrik dengan dilakukan pengecekan kualitas kematangan tebu, termasuk berat tebu yang masuk.
&quot;Tadi sudah keliling mulai dari gawangan kemudian kita cek masuk ke berikutnya tempat penimbangan dan terakhir di penimbangan itu. Kalau di gawangan dicek tebunya itu tingkat break berapa, tadi rata-rata 15 kemudian di tempat satunya itu 17 - 19 itu menandakan tebunya matang,&quot; kata Arief, pada Jumat petang (25/5/2022).Selain pengecekan kualitas, pengecekan berat tebu yang masuk juga  menjadi hal penting yang disebut Arief. Dimana rata-rata dari pengecekan  yang dilakukan setidaknya ada 11.500 ton tebu per hari yang masuk dari  petani ke pabrik gula yang ada di Kecamatan Bululawang, Kabupaten  Malang, yang diangkut 1.600 unit truk setiap harinya.
&quot;Kalau kita lihat sehari saja yang masuk sekitar 1.600 truk satu truk  bisa ada yang 8 - 10 gandeng 36 ton. Ini pabrik terbesar yang dimiliki  BUMN Rajawali Nusantara Indonesia atau Id Food dengan kapasitas sekitar  11.500 ton per hari ini pabrik gula terbesar, diharapkan kontribusi ke  masyarakat ini juga besar,&quot; tuturnya.
Pihaknya pun mengapresiasi kerja direksi dan karyawan di PG Krebet  Baru Bululawang, yang juga telah meremajakan peralatan pengolahan tebu  menjadi gula kristal berkualitas.
&quot;Pabrik ini luarnya mungkin tua 1906, tapi di dalam ini modern jadi  sudah ada beberapa alat mulai broiler, sampai tadi di ujung sudah modern  dan juga berharap produktivitasnya lebih tinggi, lebih modern,  Randomnya harusnya sudah bisa di atas 7, harusnya bisa 8, karena di luar  negeri sudah ada yang di atas 12,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>MALANG - Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meninjau Pabrik Gula (PG) Krebet Baru Malang. Di pabrik gula terbesar yang dimiliki oleh BUMN ini Arief meninjau sejumlah proses pengolahan tebu hingga menjadi gula kristal, pada Jumat sore (27/5/2022).
Dia didampingi Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Jawa Timur Heru Suseno dan direksi PT PG Rajawali I berkeliling meninjau proses tebu, yang jadi bahan baku gula. Arief melihat bagaimana tebu itu masuk dari petani kemudian ditakar menggunakan timbangan.
BACA JUGA:Waduh! India Batasi Ekspor Gula hingga 10 Juta Ton

Tak hanya itu Arief juga sempat berinteraksi dengan para petani tebu yang ditemuinya. Kemudian ia masuk ke area pabrik pengolahan tebu dengan melihat proses pengolahan dari tebu menjadi gula kristal berkualitas.
Dirinya dibuat kagum dengan pengolahan tebu di PG Krebet Baru yang dimiliki oleh PT PG Rajawali I anak perusahaan dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Pasalnya kendati pabrik gula ini telah berdiri sejak 1906, peremajaan mesin-mesin yang lebih canggih telah dilakukan.

BACA JUGA:PTPN Beli Gula Kristal Petani Tebu Rp11.500/Kg


Arief menyatakan, dari hasil peninjauannya terbukti PG Krebet Baru ini memiliki proses pengolahan tebu menjadi gula kristal yang berkualitas. Penetapan kualitas bahkan telah dilakukan sejak tebu memasuki area pabrik dengan dilakukan pengecekan kualitas kematangan tebu, termasuk berat tebu yang masuk.
&quot;Tadi sudah keliling mulai dari gawangan kemudian kita cek masuk ke berikutnya tempat penimbangan dan terakhir di penimbangan itu. Kalau di gawangan dicek tebunya itu tingkat break berapa, tadi rata-rata 15 kemudian di tempat satunya itu 17 - 19 itu menandakan tebunya matang,&quot; kata Arief, pada Jumat petang (25/5/2022).Selain pengecekan kualitas, pengecekan berat tebu yang masuk juga  menjadi hal penting yang disebut Arief. Dimana rata-rata dari pengecekan  yang dilakukan setidaknya ada 11.500 ton tebu per hari yang masuk dari  petani ke pabrik gula yang ada di Kecamatan Bululawang, Kabupaten  Malang, yang diangkut 1.600 unit truk setiap harinya.
&quot;Kalau kita lihat sehari saja yang masuk sekitar 1.600 truk satu truk  bisa ada yang 8 - 10 gandeng 36 ton. Ini pabrik terbesar yang dimiliki  BUMN Rajawali Nusantara Indonesia atau Id Food dengan kapasitas sekitar  11.500 ton per hari ini pabrik gula terbesar, diharapkan kontribusi ke  masyarakat ini juga besar,&quot; tuturnya.
Pihaknya pun mengapresiasi kerja direksi dan karyawan di PG Krebet  Baru Bululawang, yang juga telah meremajakan peralatan pengolahan tebu  menjadi gula kristal berkualitas.
&quot;Pabrik ini luarnya mungkin tua 1906, tapi di dalam ini modern jadi  sudah ada beberapa alat mulai broiler, sampai tadi di ujung sudah modern  dan juga berharap produktivitasnya lebih tinggi, lebih modern,  Randomnya harusnya sudah bisa di atas 7, harusnya bisa 8, karena di luar  negeri sudah ada yang di atas 12,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
