<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena PHK Massal, Industri Startup Lagi Efisiensi?</title><description>Sejumlah perusahaan startup  melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601802/fenomena-phk-massal-industri-startup-lagi-efisiensi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601802/fenomena-phk-massal-industri-startup-lagi-efisiensi"/><item><title>Fenomena PHK Massal, Industri Startup Lagi Efisiensi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601802/fenomena-phk-massal-industri-startup-lagi-efisiensi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601802/fenomena-phk-massal-industri-startup-lagi-efisiensi</guid><pubDate>Sabtu 28 Mei 2022 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/28/320/2601802/fenomena-phk-massal-industri-startup-lagi-efisiensi-zODGzH0EFV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Startup PHK massal karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/28/320/2601802/fenomena-phk-massal-industri-startup-lagi-efisiensi-zODGzH0EFV.jpg</image><title>Startup PHK massal karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah perusahaan startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Teranyar, Zenius dan LinkAja mengumumkan adanya pengurangan karyawan.
Beberapa perusahaan rintisan di tanah air kompak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), mulai dari platform perusahaan plat merah Linkaja, Zenius, SiCepat hingga e-commerce JD.ID.
BACA JUGA:Dikabarkan PHK Karyawan, Begini Penjelasan JD.ID
Direktur Institute for Development of Economics dan Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan bahwa badai PHK yang terjadi merupakan upaya efisiensi perusahaan.
&quot;Start up yang melakukan PHK tersebut berarti mengupayakan efisiensi dan biasanya efisiensi ini terjadi akibat menurunnya pendapatan perusahaan tersebut,&quot; jelasnya, Sabtu (28/5/2022).
BACA JUGA:Startup Banyak PHK Karyawan, Pendanaan Mulai Sulit?
Menurutnya, pendapatan yang menurun dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk bersaing mengingat start up baru pun banyak yang bermunculan.
&quot;Penyebab pertama ya karena mereka tidak mampu berkompetisi sehingga berujung dengan ketidakmampuan mereka mengikuti demand dari market,&quot; jelasnya.Selain itu, tekanan global yang dialami investor akibat dari dinamika global juga turut mempengaruhi.
&quot;Investor saat ini juga tengah menghadapi tekanan global jadi mereka  pun tidak mampu untuk memberikan dukungan pendanaan yang sifatnya jangka  panjang,&quot; ucapnya.
Seperti yang diketahui, saat ini perekonomian global memang sedang di  fase yang tidak menentu. Hal ini membuat investor harus mengurangi  ekspansi secara umum termasuk mengurangi dukungan terhadap start up  dalam negeri.
Namun, Tauhid Ahmad menyatakan bahwa kejadian saat ini hanyalah  sebuah siklus semata. Ia pun meyakini bahwa kedepannya keadaan  perekonomian akan membaik.
&quot;Ini hanyalah siklus, jika nanti perekonomian membaik tentu  perusahaan akan membutuhkan SDM lagi, dan kedepannya akan banyak  investor baru nantinya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah perusahaan startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Teranyar, Zenius dan LinkAja mengumumkan adanya pengurangan karyawan.
Beberapa perusahaan rintisan di tanah air kompak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), mulai dari platform perusahaan plat merah Linkaja, Zenius, SiCepat hingga e-commerce JD.ID.
BACA JUGA:Dikabarkan PHK Karyawan, Begini Penjelasan JD.ID
Direktur Institute for Development of Economics dan Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan bahwa badai PHK yang terjadi merupakan upaya efisiensi perusahaan.
&quot;Start up yang melakukan PHK tersebut berarti mengupayakan efisiensi dan biasanya efisiensi ini terjadi akibat menurunnya pendapatan perusahaan tersebut,&quot; jelasnya, Sabtu (28/5/2022).
BACA JUGA:Startup Banyak PHK Karyawan, Pendanaan Mulai Sulit?
Menurutnya, pendapatan yang menurun dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk bersaing mengingat start up baru pun banyak yang bermunculan.
&quot;Penyebab pertama ya karena mereka tidak mampu berkompetisi sehingga berujung dengan ketidakmampuan mereka mengikuti demand dari market,&quot; jelasnya.Selain itu, tekanan global yang dialami investor akibat dari dinamika global juga turut mempengaruhi.
&quot;Investor saat ini juga tengah menghadapi tekanan global jadi mereka  pun tidak mampu untuk memberikan dukungan pendanaan yang sifatnya jangka  panjang,&quot; ucapnya.
Seperti yang diketahui, saat ini perekonomian global memang sedang di  fase yang tidak menentu. Hal ini membuat investor harus mengurangi  ekspansi secara umum termasuk mengurangi dukungan terhadap start up  dalam negeri.
Namun, Tauhid Ahmad menyatakan bahwa kejadian saat ini hanyalah  sebuah siklus semata. Ia pun meyakini bahwa kedepannya keadaan  perekonomian akan membaik.
&quot;Ini hanyalah siklus, jika nanti perekonomian membaik tentu  perusahaan akan membutuhkan SDM lagi, dan kedepannya akan banyak  investor baru nantinya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
