<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Jepang Sepakat Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif</title><description>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) sepakat melakukan kerjasama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601860/ri-jepang-sepakat-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601860/ri-jepang-sepakat-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif"/><item><title>RI-Jepang Sepakat Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601860/ri-jepang-sepakat-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/28/320/2601860/ri-jepang-sepakat-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif</guid><pubDate>Sabtu 28 Mei 2022 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/28/320/2601860/ri-jepang-sepakat-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif-TYOFpkaEIB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">RI-Jepang jalin kerjasama dorong industri otomotif (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/28/320/2601860/ri-jepang-sepakat-dorong-pertumbuhan-industri-otomotif-TYOFpkaEIB.jpeg</image><title>RI-Jepang jalin kerjasama dorong industri otomotif (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) sepakat melakukan kerjasama. Diharapkan melalui kerja sama tersebut, hasil kajian-kajian di sektor otomotif dari JICA dapat diterapkan di industri otomotif Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier menyampaikan, terdapat tiga pilot project yang akan dilakukan sebagai implementasi dari kerjasama tersebut.
BACA JUGA:Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Produk Ekraf Otomotif RI Bersaing di Kancah Internasional

&quot;Ketiganya adalah program matching hub, program pendampingan R&amp;amp;D&amp;amp;D, serta program pengembangan strategi ekspor untuk industri otomotif Indonesia&quot; ujarnya melalui siaran resmi Sabtu (28/5/2022).
Dirjen ILMATE menjelaskan, project tersebut berkaitan dengan kebijakan pengembangan sektor otomotif yang ditempuh pemerintah, misalnya Super Deduction Tax 300% bagi industri manufaktur yang berinvestasi dalam hal riset dan pengembangan (R&amp;amp;D).
Perwakilan JICA, Tomoyuki Yamada juga turut menyampaikan, bahwa tiga pilot project kerjasama Kemenperin-JICA akan dilakukan secara simultan dalam periode 2022-2025 oleh tiga working group.
BACA JUGA:Menko Airlangga Sebut Relaksasi PPnBM Dorong Sektor Otomotif Pulih Lebih Cepat

&quot;Project yang pertama adalah implementasi digitalisasi melalui matching hub badan usaha komponen dan system integrator yang bertujuan untuk meningkatkan proses produksi dan manajemen pabrik pada industri otomotif lokal&quot; jelasnya.
Dia juga menjelaskan project yang kedua adalah pendampingan research, development, and design (R&amp;amp;D&amp;amp;D) untuk pemanfaatan insentif Super Deduction Tax sesuai PMK 153/2020.
&quot;Project ini akan dilaksanakan dalam bentuk pengembangan pedoman pelaksanaan R&amp;amp;D&amp;amp;D agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak badan usaha,&quot; jelasnya.Diketahui, sasaran partisipan project ini adalah industri yang tengah  melakukan atau berminat mengembangkan teknologi, berinovasi dalam  proses desain, dan kegiatan R&amp;amp;D&amp;amp;D lainnya.
Sedangkan project ketiga adalah pengembangan strategi ekspor yang  dilaksanakan dalam bentuk penelitian-penelitian terkait struktur pasar,  standar keamanan, keberterimaan produk, kapasitas produksi, regulasi,  sistem pajak, dan praktik bisnis industri otomotif di Indonesia.
&quot;Dari situ, akan dibuat suatu rumusan strategi ekspor terbaik yang  dapat dilakukan dalam rangka pengembangan industi otomotif nasional,&quot;  jelas Yamada lagi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) sepakat melakukan kerjasama. Diharapkan melalui kerja sama tersebut, hasil kajian-kajian di sektor otomotif dari JICA dapat diterapkan di industri otomotif Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier menyampaikan, terdapat tiga pilot project yang akan dilakukan sebagai implementasi dari kerjasama tersebut.
BACA JUGA:Menparekraf Sandiaga Uno Dorong Produk Ekraf Otomotif RI Bersaing di Kancah Internasional

&quot;Ketiganya adalah program matching hub, program pendampingan R&amp;amp;D&amp;amp;D, serta program pengembangan strategi ekspor untuk industri otomotif Indonesia&quot; ujarnya melalui siaran resmi Sabtu (28/5/2022).
Dirjen ILMATE menjelaskan, project tersebut berkaitan dengan kebijakan pengembangan sektor otomotif yang ditempuh pemerintah, misalnya Super Deduction Tax 300% bagi industri manufaktur yang berinvestasi dalam hal riset dan pengembangan (R&amp;amp;D).
Perwakilan JICA, Tomoyuki Yamada juga turut menyampaikan, bahwa tiga pilot project kerjasama Kemenperin-JICA akan dilakukan secara simultan dalam periode 2022-2025 oleh tiga working group.
BACA JUGA:Menko Airlangga Sebut Relaksasi PPnBM Dorong Sektor Otomotif Pulih Lebih Cepat

&quot;Project yang pertama adalah implementasi digitalisasi melalui matching hub badan usaha komponen dan system integrator yang bertujuan untuk meningkatkan proses produksi dan manajemen pabrik pada industri otomotif lokal&quot; jelasnya.
Dia juga menjelaskan project yang kedua adalah pendampingan research, development, and design (R&amp;amp;D&amp;amp;D) untuk pemanfaatan insentif Super Deduction Tax sesuai PMK 153/2020.
&quot;Project ini akan dilaksanakan dalam bentuk pengembangan pedoman pelaksanaan R&amp;amp;D&amp;amp;D agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak badan usaha,&quot; jelasnya.Diketahui, sasaran partisipan project ini adalah industri yang tengah  melakukan atau berminat mengembangkan teknologi, berinovasi dalam  proses desain, dan kegiatan R&amp;amp;D&amp;amp;D lainnya.
Sedangkan project ketiga adalah pengembangan strategi ekspor yang  dilaksanakan dalam bentuk penelitian-penelitian terkait struktur pasar,  standar keamanan, keberterimaan produk, kapasitas produksi, regulasi,  sistem pajak, dan praktik bisnis industri otomotif di Indonesia.
&quot;Dari situ, akan dibuat suatu rumusan strategi ekspor terbaik yang  dapat dilakukan dalam rangka pengembangan industi otomotif nasional,&quot;  jelas Yamada lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
