<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Pengelola Alfamart (AMRT) Hadapi Lonjakan Inflasi</title><description>Pengelola Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengungkapkan kenaikan inflasi memberi dampak terhadap harga beli.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/278/2602602/strategi-pengelola-alfamart-amrt-hadapi-lonjakan-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/278/2602602/strategi-pengelola-alfamart-amrt-hadapi-lonjakan-inflasi"/><item><title>Strategi Pengelola Alfamart (AMRT) Hadapi Lonjakan Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/278/2602602/strategi-pengelola-alfamart-amrt-hadapi-lonjakan-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/278/2602602/strategi-pengelola-alfamart-amrt-hadapi-lonjakan-inflasi</guid><pubDate>Senin 30 Mei 2022 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/30/278/2602602/strategi-pengelola-alfamart-amrt-hadapi-lonjakan-inflasi-T1da5rT4gn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Strategi pengelola Alfamart hadapi inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/30/278/2602602/strategi-pengelola-alfamart-amrt-hadapi-lonjakan-inflasi-T1da5rT4gn.jpg</image><title>Strategi pengelola Alfamart hadapi inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengelola Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengungkapkan kenaikan inflasi memberi dampak terhadap harga beli dari para supplier.
Direktur Keuangan dan Corporate Secretary AMRT Tomin Widian mengatakan lonjakan inflasi telah dirasakan perusahaan sedari awal tahun 2022. Tomin menuturkan bahwa perseroan telah menaikkan sejumlah barang yang dijual, meskipun tidak secara langsung.

&quot;Perseroan sebagai peritel juga sudah melakukan penyesuaian harga jual dikarenakan harga beli dari para supplier juga sudah mengalami kenaikan,&quot; kata Tomin dalam Public Expose PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) di Alfa Tower, Tangerang, dikutip Senin (30/5/2022).
BACA JUGA:Sumber Alfaria Rights Issue, Alfamart Milik Djoko Susanto Incar Perusahaan Teknologi

Menurut Tomin, kenaikan harga jual barang di Alfamart tidak serta merta dilakukan secara langsung. Perseroan melakukan penyesuaian harga secara bertahap.
Adapun siasat lain untuk mengantisipasi kenaikan harga adalah dengan melakukan promosi barang. Proses ini memerlukan kerja sama dengan para supplier.
&quot;Selama pandemi ini dilihat konsumen tidak lagi mencari brand namun sudah bergeser menjadi value for money sehingga promosi-promosi cukup membantu,&quot; ungkapnya.
Seperti diketahui, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp1,95 triliun pada 2021. Realisasi ini meningkat naik 83,79% dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp1,06 triliun.Pendapatan bersih AMRT tercatat naik 11,97% secara tahunan, dari Rp75,82 triliun pada 2020 menjadi Rp84,90 triliun pada 2021.
&quot;Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dan penambahan  jumlah gerai Perseroan dan Entitas Anak sepanjang tahun 2021,&amp;rdquo; tutur  Tomin.
Sejalan dengan antisipasi atas lonjakan inflasi, Tomin menuturkan  perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure  (capex) sebesar Rp3,4 triliun- Rp3,5 triliun pada tahun 2022.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk membuka gerai baru, pembayaran sewa toko yang jatuh tempo, hingga pembelian aset.
Hingga tiga bulan pertama tahun ini, AMRT telah menambah 317 gerai  baru, sehingga total gerai menjadi 18.810 gerai, dengan sebaran sebanyak  27% di Jabodetabek, 41% di Jawa non Jabodetabek, dan 32% di luar Jawa.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengelola Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengungkapkan kenaikan inflasi memberi dampak terhadap harga beli dari para supplier.
Direktur Keuangan dan Corporate Secretary AMRT Tomin Widian mengatakan lonjakan inflasi telah dirasakan perusahaan sedari awal tahun 2022. Tomin menuturkan bahwa perseroan telah menaikkan sejumlah barang yang dijual, meskipun tidak secara langsung.

&quot;Perseroan sebagai peritel juga sudah melakukan penyesuaian harga jual dikarenakan harga beli dari para supplier juga sudah mengalami kenaikan,&quot; kata Tomin dalam Public Expose PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) di Alfa Tower, Tangerang, dikutip Senin (30/5/2022).
BACA JUGA:Sumber Alfaria Rights Issue, Alfamart Milik Djoko Susanto Incar Perusahaan Teknologi

Menurut Tomin, kenaikan harga jual barang di Alfamart tidak serta merta dilakukan secara langsung. Perseroan melakukan penyesuaian harga secara bertahap.
Adapun siasat lain untuk mengantisipasi kenaikan harga adalah dengan melakukan promosi barang. Proses ini memerlukan kerja sama dengan para supplier.
&quot;Selama pandemi ini dilihat konsumen tidak lagi mencari brand namun sudah bergeser menjadi value for money sehingga promosi-promosi cukup membantu,&quot; ungkapnya.
Seperti diketahui, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp1,95 triliun pada 2021. Realisasi ini meningkat naik 83,79% dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp1,06 triliun.Pendapatan bersih AMRT tercatat naik 11,97% secara tahunan, dari Rp75,82 triliun pada 2020 menjadi Rp84,90 triliun pada 2021.
&quot;Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dan penambahan  jumlah gerai Perseroan dan Entitas Anak sepanjang tahun 2021,&amp;rdquo; tutur  Tomin.
Sejalan dengan antisipasi atas lonjakan inflasi, Tomin menuturkan  perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure  (capex) sebesar Rp3,4 triliun- Rp3,5 triliun pada tahun 2022.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk membuka gerai baru, pembayaran sewa toko yang jatuh tempo, hingga pembelian aset.
Hingga tiga bulan pertama tahun ini, AMRT telah menambah 317 gerai  baru, sehingga total gerai menjadi 18.810 gerai, dengan sebaran sebanyak  27% di Jabodetabek, 41% di Jawa non Jabodetabek, dan 32% di luar Jawa.</content:encoded></item></channel></rss>
