<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Potensi Asuransi dan Dana Pensiun RI Belum Berkembang</title><description>Aset asuransi dan dana pensiun di Indonesia masih kurang dari 20% terhadap nominal Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602497/menko-airlangga-potensi-asuransi-dan-dana-pensiun-ri-belum-berkembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602497/menko-airlangga-potensi-asuransi-dan-dana-pensiun-ri-belum-berkembang"/><item><title>Menko Airlangga: Potensi Asuransi dan Dana Pensiun RI Belum Berkembang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602497/menko-airlangga-potensi-asuransi-dan-dana-pensiun-ri-belum-berkembang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602497/menko-airlangga-potensi-asuransi-dan-dana-pensiun-ri-belum-berkembang</guid><pubDate>Senin 30 Mei 2022 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/30/320/2602497/menko-airlangga-potensi-asuransi-dan-dana-pensiun-ri-belum-berkembang-va6GwtQuwx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Aset asuransi dan dana pensiun Indonesia kurang dari 20% PDB (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/30/320/2602497/menko-airlangga-potensi-asuransi-dan-dana-pensiun-ri-belum-berkembang-va6GwtQuwx.jpeg</image><title>Aset asuransi dan dana pensiun Indonesia kurang dari 20% PDB (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aset asuransi dan dana pensiun di Indonesia masih kurang dari 20% terhadap nominal Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2020. Angka tersebut cukup jauh dari total aset asuransi dan dana pensiun di Malaysia dan Singapura yang masing-masing mencapai 60% hingga 85% PDB.
BACA JUGA:Cegah Korupsi, Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dana Pensiun BUMN

&quot;Oleh karena itu potensi asuransi dan dana pensiun yang belum berkembang, cukup tinggi,&quot; ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesian Financial Group International (IFG) Conference 2022 di Jakarta, Senin (30/5/2022).
Menurut dia, selama ini masih cukup banyak pekerja di Tanah Air yang belum memiliki akses terhadap dana pensiun.
BACA JUGA:Cegah Korupsi, Erick Thohir Mau Rampingkan 108 Dana Pensiun BUMN

Di sisi lain, ruang tumbuh untuk sektor asuransi sebenarnya cukup besar dibandingkan penetrasi sektor tersebut di Indonesia yang termasuk terendah di kawasan, sehingga diharapkan setidaknya Indonesia bisa menyamai Malaysia nantinya.
Apalagi, kontribusi asuransi dan dana pensiun dalam pendalaman dan perluasan pasar keuangan sangat dibutuhkan.Hal tersebut, kata Airlangga, sangatlah penting bagi stabilitas  sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan di  tahun mendatang. Selama pandemi COVID-19, sektor asuransi telah  memainkan peran penting dalam mendukung kebutuhan keuangan untuk  mengatasi biaya tinggi dari COVID-19.
&quot;Ini terlihat dari kenaikan klaim jaminan kesehatan terkait COVID-19  yang cukup signifikan, serta dukungan pemerintah melalui APBN,&quot;  jelasnya.
Di sisi lain, ia menilai sektor asuransi berperan penting dalam  mitigasi fasilitas asuransi kredit produk pinjaman perbankan. Adapun  pangsa asuransi kredit di Indonesia secara keseluruhan adalah sekitar  60% pada tahun 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Aset asuransi dan dana pensiun di Indonesia masih kurang dari 20% terhadap nominal Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2020. Angka tersebut cukup jauh dari total aset asuransi dan dana pensiun di Malaysia dan Singapura yang masing-masing mencapai 60% hingga 85% PDB.
BACA JUGA:Cegah Korupsi, Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dana Pensiun BUMN

&quot;Oleh karena itu potensi asuransi dan dana pensiun yang belum berkembang, cukup tinggi,&quot; ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesian Financial Group International (IFG) Conference 2022 di Jakarta, Senin (30/5/2022).
Menurut dia, selama ini masih cukup banyak pekerja di Tanah Air yang belum memiliki akses terhadap dana pensiun.
BACA JUGA:Cegah Korupsi, Erick Thohir Mau Rampingkan 108 Dana Pensiun BUMN

Di sisi lain, ruang tumbuh untuk sektor asuransi sebenarnya cukup besar dibandingkan penetrasi sektor tersebut di Indonesia yang termasuk terendah di kawasan, sehingga diharapkan setidaknya Indonesia bisa menyamai Malaysia nantinya.
Apalagi, kontribusi asuransi dan dana pensiun dalam pendalaman dan perluasan pasar keuangan sangat dibutuhkan.Hal tersebut, kata Airlangga, sangatlah penting bagi stabilitas  sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan di  tahun mendatang. Selama pandemi COVID-19, sektor asuransi telah  memainkan peran penting dalam mendukung kebutuhan keuangan untuk  mengatasi biaya tinggi dari COVID-19.
&quot;Ini terlihat dari kenaikan klaim jaminan kesehatan terkait COVID-19  yang cukup signifikan, serta dukungan pemerintah melalui APBN,&quot;  jelasnya.
Di sisi lain, ia menilai sektor asuransi berperan penting dalam  mitigasi fasilitas asuransi kredit produk pinjaman perbankan. Adapun  pangsa asuransi kredit di Indonesia secara keseluruhan adalah sekitar  60% pada tahun 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
