<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Dampak Lockdown China</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai kebijakan zero case covid atau lockdown yang diterapkan di China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602612/sri-mulyani-waspadai-dampak-lockdown-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602612/sri-mulyani-waspadai-dampak-lockdown-china"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Dampak Lockdown China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602612/sri-mulyani-waspadai-dampak-lockdown-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/30/320/2602612/sri-mulyani-waspadai-dampak-lockdown-china</guid><pubDate>Senin 30 Mei 2022 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/30/320/2602612/sri-mulyani-waspadai-dampak-lockdown-china-UkAxkaagPb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani waspadai dampak lockdown di China (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/30/320/2602612/sri-mulyani-waspadai-dampak-lockdown-china-UkAxkaagPb.jpg</image><title>Sri Mulyani waspadai dampak lockdown di China (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai kebijakan zero case covid atau lockdown yang diterapkan di China. Saat ini China masih menerapkan lockdown sebagai dampak masih merebaknya COVID-19 di negeri tersebut.
&amp;ldquo;Di RRT kita juga melihat akibat COVID-19 yang masih menjalar, pemerintahan RRT melaksanakan zero case policy terhadap pandemi COVID-19,&amp;rdquo; ujarnya, Senin (30/5/2022).
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Turun, Shanghai Akan Cabut Lockdown di Perusahaan Mulai 1 Juli
Pembatasan kegiatan atau lockdown yang dilakukan China akan berdampak tidak hanya pada perekonomian negara tersebut tapi juga perekonomian dunia mengingat jumlah dan ukuran perekonomian China yang sangat besar.
&amp;ldquo;Ini artinya lockdown atau pembatasan kegiatan yang sangat berdampak pada ekonomi RRT dan akan tentu berdampak pada perekonomian dunia karena jumlah dan juga size dari perekonomian RRT yang sangat besar. Risiko-risiko tersebut harus kita antisipasi,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
BACA JUGA:Lockdown di Beijing Diperpanjang Sampai 28 Mei 2022, Ini Alasannya 
Pada periode Januari-April 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China tetap sebagai negara tujuan ekspor Indonesia yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor sebesar USD18,20 miliar atau 20,52% dari total ekspor Indonesia.
China juga menjadi pengimpor terbesar ke Indonesia dengan nilai USD20,90 miliar atau 32,58% dari total impor.Selain lockdown di China, Menkeu mengatakan juga tetap mewaspadai  risiko konflik Rusia-Ukraina yang telah mendisrupsi pasokan komoditas  hingga meningkatkan inflasi.
&amp;ldquo;Menghadapi perubahan ekonomi dunia dan dinamika risiko yang bergeser  secara sangat cepat kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dan  kemampuan merespons kebijakan kita secara tepat,&amp;rdquo; imbuhnya.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Menkeu mengatakan pemerintah  akan terus melakukan berbagai langkah reformasi untuk membangun ekonomi  yang jauh lebih kuat dan berdaya tahan serta fleksibel.
Salah satu reformasi yang disebut penting ialah dengan mengeluarkan  Undang-Undang Cipta Kerja yang mencoba menjawab tantangan dengan  memperbaiki simplifikasi dan regulasi di Indonesia, baik pusat maupun  daerah.
&amp;ldquo;Tentu ini tujuannya adalah untuk bisa memberikan pelayanan yang  mudah cepat dan pasti serta efisien bagi dunia usaha sehingga mereka  mampu bergerak secara kompetitif,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai kebijakan zero case covid atau lockdown yang diterapkan di China. Saat ini China masih menerapkan lockdown sebagai dampak masih merebaknya COVID-19 di negeri tersebut.
&amp;ldquo;Di RRT kita juga melihat akibat COVID-19 yang masih menjalar, pemerintahan RRT melaksanakan zero case policy terhadap pandemi COVID-19,&amp;rdquo; ujarnya, Senin (30/5/2022).
BACA JUGA:Kasus Covid-19 Turun, Shanghai Akan Cabut Lockdown di Perusahaan Mulai 1 Juli
Pembatasan kegiatan atau lockdown yang dilakukan China akan berdampak tidak hanya pada perekonomian negara tersebut tapi juga perekonomian dunia mengingat jumlah dan ukuran perekonomian China yang sangat besar.
&amp;ldquo;Ini artinya lockdown atau pembatasan kegiatan yang sangat berdampak pada ekonomi RRT dan akan tentu berdampak pada perekonomian dunia karena jumlah dan juga size dari perekonomian RRT yang sangat besar. Risiko-risiko tersebut harus kita antisipasi,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
BACA JUGA:Lockdown di Beijing Diperpanjang Sampai 28 Mei 2022, Ini Alasannya 
Pada periode Januari-April 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China tetap sebagai negara tujuan ekspor Indonesia yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor sebesar USD18,20 miliar atau 20,52% dari total ekspor Indonesia.
China juga menjadi pengimpor terbesar ke Indonesia dengan nilai USD20,90 miliar atau 32,58% dari total impor.Selain lockdown di China, Menkeu mengatakan juga tetap mewaspadai  risiko konflik Rusia-Ukraina yang telah mendisrupsi pasokan komoditas  hingga meningkatkan inflasi.
&amp;ldquo;Menghadapi perubahan ekonomi dunia dan dinamika risiko yang bergeser  secara sangat cepat kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dan  kemampuan merespons kebijakan kita secara tepat,&amp;rdquo; imbuhnya.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Menkeu mengatakan pemerintah  akan terus melakukan berbagai langkah reformasi untuk membangun ekonomi  yang jauh lebih kuat dan berdaya tahan serta fleksibel.
Salah satu reformasi yang disebut penting ialah dengan mengeluarkan  Undang-Undang Cipta Kerja yang mencoba menjawab tantangan dengan  memperbaiki simplifikasi dan regulasi di Indonesia, baik pusat maupun  daerah.
&amp;ldquo;Tentu ini tujuannya adalah untuk bisa memberikan pelayanan yang  mudah cepat dan pasti serta efisien bagi dunia usaha sehingga mereka  mampu bergerak secara kompetitif,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
