<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Kadin Jaring Investasi dari Eropa</title><description>Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia mempromosikan B20 dan menjaring investasi di Eropa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602925/strategi-kadin-jaring-investasi-dari-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602925/strategi-kadin-jaring-investasi-dari-eropa"/><item><title>Strategi Kadin Jaring Investasi dari Eropa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602925/strategi-kadin-jaring-investasi-dari-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602925/strategi-kadin-jaring-investasi-dari-eropa</guid><pubDate>Selasa 31 Mei 2022 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/31/320/2602925/strategi-kadin-jaring-investasi-dari-eropa-EXTM7hnDI2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadin jaring investasi dari Eropa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/31/320/2602925/strategi-kadin-jaring-investasi-dari-eropa-EXTM7hnDI2.jpg</image><title>Kadin jaring investasi dari Eropa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia mempromosikan B20 dan menjaring investasi di Eropa. Kadin dan KBRI Brussel menyelenggarakan Indonesia-Belgium Business and Investment Forum.
&amp;ldquo;Tujuan forum ini ada dua, roadshow mengenai B20 tapi yang lebih penting lagi mengenalkan kembali Indonesia dan bagaimana mengatakan bahwa ini the new Indonesia,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid kepada ANTARA di Gedung Kedutaan Besar RI di Brussel, Belgia, Selasa (31/5/2022).
BACA JUGA:Kadin: RI-Swiss Bangun Kerjasama Lebih Kuat Lagi

Arsjad mengatakan Belgia adalah salah satu negara yang penting bagi Indonesia,  karena perdagangan Indonesia dan Belgia telah mencapai USD2 miliar dan lebih dari 800 perusahaan Belgia beroperasi di Indonesia.
Dia juga mengapresiasi Kedutaan Besar Brussel karena mewadahi forum yang menjadi tempat untuk mengundang public sector dan perusahaan yang ada di Uni Eropa untuk berpartisipasi dalam roadshow Kadin di Eropa.
&amp;ldquo;Harapannya lebih banyak lagi perusahaan Belgia yang bisa investasi dan melakukan perdagangan dengan Indonesia. Ini juga first roadshow setelah di Davos dan kami datang dengan jumlah delegasi yang cukup banyak,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Kadin: Jangan Sampai Konflik Ukraina-Rusia Bikin Pebisnis Tak Datang B20 Summit

Selain itu, Ketua B20 Indonesia Shinta Kamdani menuturkan bahwa forum tersebut bertujuan untuk mengundang pelaku usaha agar turut menjadi pembentuk rekomendasi kebijakan yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah di G20 Summit.
Shinta mengatakan forum B20 di Brussel membahas tiga hal pokok G20 yang juga menjadi prioritas B20, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. Forum tersebut, tegasnya, tidak hanya membahas peluang dan kesempatan yang ada namun juga mendorong agar Indonesia dan Belgia bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia di bidang kerja sama perdagangan dan investasi.
&amp;ldquo;Selain roadshow B20, ini juga roadshow Kadin untuk meningkatkan bilateral Indonesia baik dengan Belgia dan EU (Uni Eropa). Kami juga bertemu dengan beberapa perwakilan pemerintah Belgia dan beberapa representasi dari EU terutama untuk mendukung penyelesaian dari perjanjian EU CEPA,&amp;rdquo; ucap Shinta.Duta Besar Indonesia untuk Belgia Andri Hadi menyampaikan  Indonesia-Belgium Business and Investment Forum tidak sekadar roadshow  B20 namun juga sebuah misi untuk meningkatkan hubungan Indonesia dengan  Belgia dalam perspektif yang lebih luas, tidak terbatas pada sisi bisnis  namun juga dari sisi pemerintahan.
&amp;ldquo;Ini program yang banyak dan bervariasi, mencakup semua paket yang  besar solid. Mudah-mudahan bisa membawa manfaat untuk Indonesia dalam  konteks Presidensi G20 dan B20,&amp;rdquo; tutur Dubes Andri.
Delegasi Kadin memaparkan prioritas Presidensi G20 Indonesia dan  peran B20 serta melakukan kurasi atas sejumlah proyek yang bisa dijajaki  sebagai pilot project kerja sama EIB di Indonesia termasuk proyek  transisi energi berkelanjutan.
Kadin juga menyampaikan komitmen pada isu dan proyek berkelanjutan  melalui pendirian Net Zero Hub, fasilitasi roadmap UMKM, carbon trading,  kendaraan listrik dan partisipasi dalam pembangunan berkelanjutan di  IKN.
Pertemuan kedua dengan Direktur Asia Tenggara dan Oseania,  Kementerian Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, dan Kerja Sama  Pembangunan, Belgia dan Duta Besar Belgia untuk Indonesia yang dipimpin  oleh Duta Besar RI untuk Belgia.
Pada pertemuan tersebut kedua pihak menyadari masih ada hambatan  dalam perdagangan bilateral RI-Belgia, khususnya untuk komoditas sawit.  Namun demikian, kedua pihak sepakat bahwa diperlukan sinergi untuk  eksplorasi sektor lainnya, termasuk peningkatan kapasitas di bidang  maritim dan blue economy serta digitalisasi di bidang logistik.Selanjutnya delegasi Kadin bertemu dengan anggota Parlemen Eropa dari   anggota European Conservatives and Reformists Group asal Polandia   Tomasz Por&amp;#281;ba untuk membahas potensi kerja sama khususnya terkait   hubungan dagang dan investasi Indonesia-Uni Eropa.
Pertemuan menyepakati bahwa hubungan antara Parlemen Eropa dan Kadin   dapat menjadi alternatif yang baik untuk mempromosikan kepentingan   Indonesia pada Uni Eropa.
Tak hanya itu, delegasi Kadin juga bertemu dengan manajemen Adidas.   Kadin mengundang Adidas untuk hadir dan berpartisipasi dalam KTT B20 dan   mendorong Adidas untuk mendukung I-EU CEPA yang bertujuan untuk   memberdayakan UMKM Indonesia, mendukung kesetaraan gender, serta   mendukung unsur keberlanjutan melalui investasi pada ekosistem yang   enabling penggunaan teknologi dan energi berkelanjutan.
Adidas juga menyampaikan rencana untuk mencapai carbon net zero pada   2050 di seluruh rantai pasoknya, termasuk dari segi energi, manufaktur,   sourcing, dan manajemen air.
Selanjutnya terdapat pertemuan dengan Deputi Direktur Jenderal   Perdagangan Komisi Eropa dengan tujuan utama membahas perkembangan   I-EU-CEPA dan peran komunitas bisnis dalam pembahasan kesepakatan,   khususnya dalam kerangka B20.
Kedua pihak mengakui ada tantangan dalam mencapai kesepakatan   I-EU-CEPA dalam hal market access, trade barrier, public procurement dan   sustainability.
Untuk itu, kedua pihak perlu segera memanfaatkan momentum untuk   akselerasi putaran negosiasi dan menyelesaikan perundingan dan I-EU-CEPA   diyakini dapat menjawab kebutuhan yang dimaksud oleh Indonesia.
Rangkai pertemuan di Brussel ditutup dengan pertemuan dengan Business   Europe. Pada pertemuan tersebut Direktur Jenderal Business Europe   menyampaikan perlunya kerja sama untuk meningkatkan kerja sama dengan   Kadin yang sudah berjalan sejak 2015, khususnya untuk memperkuat rantai   pasok.
Sebagai tindak lanjut ke depan, akan dilakukan pertemuan di level   teknis untuk membahas sejumlah potensi langkah kerja sama ke depan,   seperti joint statement, pertemuan antara pemerintah dan pebisnis,   hingga pertemuan bersama antar working group serta pembentukan joint   task force terkait I-EU CEPA.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia mempromosikan B20 dan menjaring investasi di Eropa. Kadin dan KBRI Brussel menyelenggarakan Indonesia-Belgium Business and Investment Forum.
&amp;ldquo;Tujuan forum ini ada dua, roadshow mengenai B20 tapi yang lebih penting lagi mengenalkan kembali Indonesia dan bagaimana mengatakan bahwa ini the new Indonesia,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid kepada ANTARA di Gedung Kedutaan Besar RI di Brussel, Belgia, Selasa (31/5/2022).
BACA JUGA:Kadin: RI-Swiss Bangun Kerjasama Lebih Kuat Lagi

Arsjad mengatakan Belgia adalah salah satu negara yang penting bagi Indonesia,  karena perdagangan Indonesia dan Belgia telah mencapai USD2 miliar dan lebih dari 800 perusahaan Belgia beroperasi di Indonesia.
Dia juga mengapresiasi Kedutaan Besar Brussel karena mewadahi forum yang menjadi tempat untuk mengundang public sector dan perusahaan yang ada di Uni Eropa untuk berpartisipasi dalam roadshow Kadin di Eropa.
&amp;ldquo;Harapannya lebih banyak lagi perusahaan Belgia yang bisa investasi dan melakukan perdagangan dengan Indonesia. Ini juga first roadshow setelah di Davos dan kami datang dengan jumlah delegasi yang cukup banyak,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Kadin: Jangan Sampai Konflik Ukraina-Rusia Bikin Pebisnis Tak Datang B20 Summit

Selain itu, Ketua B20 Indonesia Shinta Kamdani menuturkan bahwa forum tersebut bertujuan untuk mengundang pelaku usaha agar turut menjadi pembentuk rekomendasi kebijakan yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah di G20 Summit.
Shinta mengatakan forum B20 di Brussel membahas tiga hal pokok G20 yang juga menjadi prioritas B20, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. Forum tersebut, tegasnya, tidak hanya membahas peluang dan kesempatan yang ada namun juga mendorong agar Indonesia dan Belgia bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia di bidang kerja sama perdagangan dan investasi.
&amp;ldquo;Selain roadshow B20, ini juga roadshow Kadin untuk meningkatkan bilateral Indonesia baik dengan Belgia dan EU (Uni Eropa). Kami juga bertemu dengan beberapa perwakilan pemerintah Belgia dan beberapa representasi dari EU terutama untuk mendukung penyelesaian dari perjanjian EU CEPA,&amp;rdquo; ucap Shinta.Duta Besar Indonesia untuk Belgia Andri Hadi menyampaikan  Indonesia-Belgium Business and Investment Forum tidak sekadar roadshow  B20 namun juga sebuah misi untuk meningkatkan hubungan Indonesia dengan  Belgia dalam perspektif yang lebih luas, tidak terbatas pada sisi bisnis  namun juga dari sisi pemerintahan.
&amp;ldquo;Ini program yang banyak dan bervariasi, mencakup semua paket yang  besar solid. Mudah-mudahan bisa membawa manfaat untuk Indonesia dalam  konteks Presidensi G20 dan B20,&amp;rdquo; tutur Dubes Andri.
Delegasi Kadin memaparkan prioritas Presidensi G20 Indonesia dan  peran B20 serta melakukan kurasi atas sejumlah proyek yang bisa dijajaki  sebagai pilot project kerja sama EIB di Indonesia termasuk proyek  transisi energi berkelanjutan.
Kadin juga menyampaikan komitmen pada isu dan proyek berkelanjutan  melalui pendirian Net Zero Hub, fasilitasi roadmap UMKM, carbon trading,  kendaraan listrik dan partisipasi dalam pembangunan berkelanjutan di  IKN.
Pertemuan kedua dengan Direktur Asia Tenggara dan Oseania,  Kementerian Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, dan Kerja Sama  Pembangunan, Belgia dan Duta Besar Belgia untuk Indonesia yang dipimpin  oleh Duta Besar RI untuk Belgia.
Pada pertemuan tersebut kedua pihak menyadari masih ada hambatan  dalam perdagangan bilateral RI-Belgia, khususnya untuk komoditas sawit.  Namun demikian, kedua pihak sepakat bahwa diperlukan sinergi untuk  eksplorasi sektor lainnya, termasuk peningkatan kapasitas di bidang  maritim dan blue economy serta digitalisasi di bidang logistik.Selanjutnya delegasi Kadin bertemu dengan anggota Parlemen Eropa dari   anggota European Conservatives and Reformists Group asal Polandia   Tomasz Por&amp;#281;ba untuk membahas potensi kerja sama khususnya terkait   hubungan dagang dan investasi Indonesia-Uni Eropa.
Pertemuan menyepakati bahwa hubungan antara Parlemen Eropa dan Kadin   dapat menjadi alternatif yang baik untuk mempromosikan kepentingan   Indonesia pada Uni Eropa.
Tak hanya itu, delegasi Kadin juga bertemu dengan manajemen Adidas.   Kadin mengundang Adidas untuk hadir dan berpartisipasi dalam KTT B20 dan   mendorong Adidas untuk mendukung I-EU CEPA yang bertujuan untuk   memberdayakan UMKM Indonesia, mendukung kesetaraan gender, serta   mendukung unsur keberlanjutan melalui investasi pada ekosistem yang   enabling penggunaan teknologi dan energi berkelanjutan.
Adidas juga menyampaikan rencana untuk mencapai carbon net zero pada   2050 di seluruh rantai pasoknya, termasuk dari segi energi, manufaktur,   sourcing, dan manajemen air.
Selanjutnya terdapat pertemuan dengan Deputi Direktur Jenderal   Perdagangan Komisi Eropa dengan tujuan utama membahas perkembangan   I-EU-CEPA dan peran komunitas bisnis dalam pembahasan kesepakatan,   khususnya dalam kerangka B20.
Kedua pihak mengakui ada tantangan dalam mencapai kesepakatan   I-EU-CEPA dalam hal market access, trade barrier, public procurement dan   sustainability.
Untuk itu, kedua pihak perlu segera memanfaatkan momentum untuk   akselerasi putaran negosiasi dan menyelesaikan perundingan dan I-EU-CEPA   diyakini dapat menjawab kebutuhan yang dimaksud oleh Indonesia.
Rangkai pertemuan di Brussel ditutup dengan pertemuan dengan Business   Europe. Pada pertemuan tersebut Direktur Jenderal Business Europe   menyampaikan perlunya kerja sama untuk meningkatkan kerja sama dengan   Kadin yang sudah berjalan sejak 2015, khususnya untuk memperkuat rantai   pasok.
Sebagai tindak lanjut ke depan, akan dilakukan pertemuan di level   teknis untuk membahas sejumlah potensi langkah kerja sama ke depan,   seperti joint statement, pertemuan antara pemerintah dan pebisnis,   hingga pertemuan bersama antar working group serta pembentukan joint   task force terkait I-EU CEPA.</content:encoded></item></channel></rss>
