<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Sawit Wajib Ngantor di Indonesia, Kemenperin: Untungkan Negara</title><description>Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewajibkan semua perusahaan sawit berkantor pusat di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602943/perusahaan-sawit-wajib-ngantor-di-indonesia-kemenperin-untungkan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602943/perusahaan-sawit-wajib-ngantor-di-indonesia-kemenperin-untungkan-negara"/><item><title>Perusahaan Sawit Wajib Ngantor di Indonesia, Kemenperin: Untungkan Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602943/perusahaan-sawit-wajib-ngantor-di-indonesia-kemenperin-untungkan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2602943/perusahaan-sawit-wajib-ngantor-di-indonesia-kemenperin-untungkan-negara</guid><pubDate>Selasa 31 Mei 2022 08:40 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/31/320/2602943/perusahaan-sawit-wajib-ngantor-di-indonesia-kemenperin-untungkan-negara-SFulh3Guab.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut minta kantor pusat perusahaan sawit di Indonesia (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/31/320/2602943/perusahaan-sawit-wajib-ngantor-di-indonesia-kemenperin-untungkan-negara-SFulh3Guab.jpg</image><title>Menko Luhut minta kantor pusat perusahaan sawit di Indonesia (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewajibkan semua perusahaan sawit berkantor pusat di Indonesia. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan, usulan ini tepat dan menguntungkan negara.
Menurutnya, Indonesia bisa menikmati setidaknya Rp750 triliun dari sektor kelapa sawit. Sekitar Rp500 triliun dari nilai ekonomi itu, dihasilkan dari ekspor minyak sawit dan turunannya.
BACA JUGA:Luhut Minta Perusahaan Sawit Ngantor di Indonesia, Ternyata Ini Tujuannya

&quot;Bisa dibilang kita adalah net eksportir minyak nabati dan turunan CPO (crude palm oil/ minyak sawit mentah). Jika sudah begitu potensinya, pendataan mesti kita benar-benar lakukan. Mulai dari hulu di kebun hingga pengolahan CPO, RBDP olein, dan RBDP oil. Juga biofuel, oleochemical, hingga oleofood,&quot; kata Putu di Jakarta, Senin (31/5/2022).
BACA JUGA:Larangan Ekspor CPO Dicabut tapi Harga Sawit Belum Normal, Kenapa?

Maka dari itu, dia bilang, pendataan menyeluruh dibutuhkan untuk mengetahui neraca persawitan di Indonesia. Termasuk, mewajibkan perusahaan berkantor pusat di Indonesia.
&quot;Kalau kita bisa dapat neracanya dan juga kalau perusahaannya di Indonesia, pajaknya kita dapat,&quot; sambungnya.Selain itu, Putu juga menilai bahwa rencana Menko Marves melakukan  audit besar-besaran pada sektor sawit hingga mewajibkan kantor pusat di  Indonesia akan membuka peluang Indonesia mendapat nilai tambah lebih  dari industri sawit.
&quot;Kita bisa dapat nilai tambah lebih banyak. Kalau headquarter-nya di  sini kan akan beda. Sebagai gambaran, tahun 2021, kita mendapat Rp86  triliun dari pungutan ekspor sawit dan dari pajak-pajaknya sekitar  Rp20-an triliun. Lebih Rp100 triliun. Ya tentu akan bertambah (kalau  kantor pusat diwajibkan di Indonesia,&quot; terang Putu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewajibkan semua perusahaan sawit berkantor pusat di Indonesia. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan, usulan ini tepat dan menguntungkan negara.
Menurutnya, Indonesia bisa menikmati setidaknya Rp750 triliun dari sektor kelapa sawit. Sekitar Rp500 triliun dari nilai ekonomi itu, dihasilkan dari ekspor minyak sawit dan turunannya.
BACA JUGA:Luhut Minta Perusahaan Sawit Ngantor di Indonesia, Ternyata Ini Tujuannya

&quot;Bisa dibilang kita adalah net eksportir minyak nabati dan turunan CPO (crude palm oil/ minyak sawit mentah). Jika sudah begitu potensinya, pendataan mesti kita benar-benar lakukan. Mulai dari hulu di kebun hingga pengolahan CPO, RBDP olein, dan RBDP oil. Juga biofuel, oleochemical, hingga oleofood,&quot; kata Putu di Jakarta, Senin (31/5/2022).
BACA JUGA:Larangan Ekspor CPO Dicabut tapi Harga Sawit Belum Normal, Kenapa?

Maka dari itu, dia bilang, pendataan menyeluruh dibutuhkan untuk mengetahui neraca persawitan di Indonesia. Termasuk, mewajibkan perusahaan berkantor pusat di Indonesia.
&quot;Kalau kita bisa dapat neracanya dan juga kalau perusahaannya di Indonesia, pajaknya kita dapat,&quot; sambungnya.Selain itu, Putu juga menilai bahwa rencana Menko Marves melakukan  audit besar-besaran pada sektor sawit hingga mewajibkan kantor pusat di  Indonesia akan membuka peluang Indonesia mendapat nilai tambah lebih  dari industri sawit.
&quot;Kita bisa dapat nilai tambah lebih banyak. Kalau headquarter-nya di  sini kan akan beda. Sebagai gambaran, tahun 2021, kita mendapat Rp86  triliun dari pungutan ekspor sawit dan dari pajak-pajaknya sekitar  Rp20-an triliun. Lebih Rp100 triliun. Ya tentu akan bertambah (kalau  kantor pusat diwajibkan di Indonesia,&quot; terang Putu.</content:encoded></item></channel></rss>
