<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Dapat Utang Rp3,2 Triliun dari Bank Dunia, untuk Apa?</title><description>Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub mengaku mendapatkan loan atau pinjaman pendanaan World Bank sebesar Rp3,2 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2603327/ri-dapat-utang-rp3-2-triliun-dari-bank-dunia-untuk-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2603327/ri-dapat-utang-rp3-2-triliun-dari-bank-dunia-untuk-apa"/><item><title>RI Dapat Utang Rp3,2 Triliun dari Bank Dunia, untuk Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2603327/ri-dapat-utang-rp3-2-triliun-dari-bank-dunia-untuk-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/05/31/320/2603327/ri-dapat-utang-rp3-2-triliun-dari-bank-dunia-untuk-apa</guid><pubDate>Selasa 31 Mei 2022 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/05/31/320/2603327/ri-dapat-utang-rp3-2-triliun-dari-bank-dunia-untuk-apa-TbDT6rV9VM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Dapat Pinjaman dari Bank Dunia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/05/31/320/2603327/ri-dapat-utang-rp3-2-triliun-dari-bank-dunia-untuk-apa-TbDT6rV9VM.jpg</image><title>RI Dapat Pinjaman dari Bank Dunia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub mengaku mendapatkan loan atau pinjaman pendanaan World Bank sebesar Rp3,2 triliun.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan, pinjaman tersebut dimaksimalkan dalam rangka pengadaan sarana dan prasarana transportasi khususnya di dua daerah yaitu Medan dan juga Bandung.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipasang Pakai Teknologi Pertama di Asia Tenggara
&amp;ldquo;Ini kami punya loan (pinjaman) sudah dikawal prosesnya sejak 2 tahun lalu Loan atu pinjaman Bank Dunia untuk pengadaan sarana prasarana transportasi,&amp;rdquo; kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, (31/5/2022).
Adapun pengadaan tersebut mencakup sejumlah pembangunan infrastruktur. Sementara DED atau detailed engineering design merupakan perencanaan yang lebih rinci sudah diproses.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenhub Izinkan Harga Tiket Pesawat Naik, Begini Respons Dirut Garuda Indonesia
&amp;ldquo;Kemudian DED dan realisasnya yang lengkap dalam bentuk gambar-gambar design beserta spesifikasinya yang siap dilaksanakan di lapangan kalau tidak akhir tahun ini, awal 2023 kita sudah mulai pengadaan,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;ldquo;Total nanti kita targetkan akan ada sekitar 900  kendaraan di Medan dan Bandung. Adapun sosialisasi terus kami lakukan,&amp;rdquo; tambahnya.Untuk rencana konstruksi dan pengadaan tersebut diharapkan dapat direalisasikan mulai awal tahun 2023.
&amp;ldquo;Semoga di tahun 2023, beberapa kendaraan termasuk sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk bus listrik akan diusulkan nantinya,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub mengaku mendapatkan loan atau pinjaman pendanaan World Bank sebesar Rp3,2 triliun.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan, pinjaman tersebut dimaksimalkan dalam rangka pengadaan sarana dan prasarana transportasi khususnya di dua daerah yaitu Medan dan juga Bandung.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipasang Pakai Teknologi Pertama di Asia Tenggara
&amp;ldquo;Ini kami punya loan (pinjaman) sudah dikawal prosesnya sejak 2 tahun lalu Loan atu pinjaman Bank Dunia untuk pengadaan sarana prasarana transportasi,&amp;rdquo; kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, (31/5/2022).
Adapun pengadaan tersebut mencakup sejumlah pembangunan infrastruktur. Sementara DED atau detailed engineering design merupakan perencanaan yang lebih rinci sudah diproses.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenhub Izinkan Harga Tiket Pesawat Naik, Begini Respons Dirut Garuda Indonesia
&amp;ldquo;Kemudian DED dan realisasnya yang lengkap dalam bentuk gambar-gambar design beserta spesifikasinya yang siap dilaksanakan di lapangan kalau tidak akhir tahun ini, awal 2023 kita sudah mulai pengadaan,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;ldquo;Total nanti kita targetkan akan ada sekitar 900  kendaraan di Medan dan Bandung. Adapun sosialisasi terus kami lakukan,&amp;rdquo; tambahnya.Untuk rencana konstruksi dan pengadaan tersebut diharapkan dapat direalisasikan mulai awal tahun 2023.
&amp;ldquo;Semoga di tahun 2023, beberapa kendaraan termasuk sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk bus listrik akan diusulkan nantinya,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
