<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Listrik Naik 11,2%, Industri Otomotif Bangkit dari Keterpurukan Covid-19</title><description>Industri otomotif semakin bangkit terlihat dari tingginya konsumsi listrik hingga April 2022</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604104/konsumsi-listrik-naik-11-2-industri-otomotif-bangkit-dari-keterpurukan-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604104/konsumsi-listrik-naik-11-2-industri-otomotif-bangkit-dari-keterpurukan-covid-19"/><item><title>Konsumsi Listrik Naik 11,2%, Industri Otomotif Bangkit dari Keterpurukan Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604104/konsumsi-listrik-naik-11-2-industri-otomotif-bangkit-dari-keterpurukan-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604104/konsumsi-listrik-naik-11-2-industri-otomotif-bangkit-dari-keterpurukan-covid-19</guid><pubDate>Kamis 02 Juni 2022 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/02/320/2604104/konsumsi-listrik-naik-11-2-industri-otomotif-bangkit-dari-keterpurukan-covid-19-8nM3f8tYSk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri Otomotif Semakin Bangkit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/02/320/2604104/konsumsi-listrik-naik-11-2-industri-otomotif-bangkit-dari-keterpurukan-covid-19-8nM3f8tYSk.jpg</image><title>Industri Otomotif Semakin Bangkit. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>BANDUNG - Industri otomotif semakin bangkit terlihat dari tingginya konsumsi listrik hingga April 2022.  Konsumsi listrik industri otomotif di Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan setelah sempat terhempas pada pandemi Covid-19 dalam dua tahun belakangan ini.
Data PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, konsumsi listrik industri otomotif selama 2022 (Januari-April) mencapai 802.128 MWh. Angka ini naik 11,21% dibanding konsumsi listrik di periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 721.302 MWh dan tahun 2020 sebanyak 696.325 MWh.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Gandeng Jepang Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif
&amp;ldquo;Konsumsi listrik industri otomotif alhamdulillah sudah semakin membaik bahkan selalu tumbuh setiap tahunnya sejak pandemi,&amp;rdquo; ujar Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Iwan Ridwan, Kamis (2/6/2022).
Naiknya konsumsi listrik industri otomotif menunjukkan industri manufaktur di Jawa Barat mulai menggeliat. Sejauh ini, industri manufaktur menopang ekonomi Jabar hingga 40 persen.
Di Jawa Barat sendiri, industri otomotif besar di antaranya berada di daerah Karawang, Cikarang, Bekasi, Bogor, dan Gunung Putri. Total jumlah pelanggannya sebesar 394 dengan total daya tersambung hampir 936 MVA.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI-Jepang Sepakat Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif
Lebih lanjut Iwan menyatakan, bahwa sepanjang 2022 ini, rekor konsumsi listrik terjadi pada bulan April yakni sebesar 436.870 MWh. Adapun di bulan Maret sebesar 365.258 MWh, Februari sebesar 190.270 MWh, dan Januari sebesar 202.746 MWh.
Menurut Iwan, peningkatan pemakaian listrik industri otomotif tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Dari sisi masyarakat, Iwan mengatakan bahwa kasus COVID-19 yang saat ini sudah menurun dan pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat mobilitas masyarakat akan semakin tinggi dan hal ini akan dapat memicu permintaan alat transportasi yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan konsumsi listrik industri yang menyokongnya.&amp;ldquo;Artinya terjadi sinergi antara permintaan dari masyarakat untuk kendaraan baru, produksi dari industri otomotif. dan konsumsi listrik industri,&amp;rdquo; jelas Iwan.
Selain itu, Iwan menambahkan bahwa berbagai kebijakan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian juga turut mendorong bangkitnya industri otomotif Indonesia.
&amp;ldquo;Kebijakan Kemenperin untuk industri otomotif Indonesia seperti relaksasi PPnBM DTP telah mampu menggerakkan ekosistem berbagai lini industri otomotif Indonesia, salah satunya pertumbuhan konsumsi listriknya,&amp;rdquo; pungkas Iwan.
Iwan berharap ke depannya kondisi pandemic semakin membaik sehingga pertumbuhan konsumsi listrik dan perekonomian di Indonesia khususnya di Jawa Barat akan semakin tumbuh. &amp;ldquo;Mudah-mudahan tidak terjadi lagi pandemi berikutnya sehingga percepatan pertumbuhannya akan lebih baik dari yang sudah-sudah,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>BANDUNG - Industri otomotif semakin bangkit terlihat dari tingginya konsumsi listrik hingga April 2022.  Konsumsi listrik industri otomotif di Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan setelah sempat terhempas pada pandemi Covid-19 dalam dua tahun belakangan ini.
Data PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, konsumsi listrik industri otomotif selama 2022 (Januari-April) mencapai 802.128 MWh. Angka ini naik 11,21% dibanding konsumsi listrik di periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 721.302 MWh dan tahun 2020 sebanyak 696.325 MWh.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Gandeng Jepang Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif
&amp;ldquo;Konsumsi listrik industri otomotif alhamdulillah sudah semakin membaik bahkan selalu tumbuh setiap tahunnya sejak pandemi,&amp;rdquo; ujar Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Iwan Ridwan, Kamis (2/6/2022).
Naiknya konsumsi listrik industri otomotif menunjukkan industri manufaktur di Jawa Barat mulai menggeliat. Sejauh ini, industri manufaktur menopang ekonomi Jabar hingga 40 persen.
Di Jawa Barat sendiri, industri otomotif besar di antaranya berada di daerah Karawang, Cikarang, Bekasi, Bogor, dan Gunung Putri. Total jumlah pelanggannya sebesar 394 dengan total daya tersambung hampir 936 MVA.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI-Jepang Sepakat Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif
Lebih lanjut Iwan menyatakan, bahwa sepanjang 2022 ini, rekor konsumsi listrik terjadi pada bulan April yakni sebesar 436.870 MWh. Adapun di bulan Maret sebesar 365.258 MWh, Februari sebesar 190.270 MWh, dan Januari sebesar 202.746 MWh.
Menurut Iwan, peningkatan pemakaian listrik industri otomotif tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Dari sisi masyarakat, Iwan mengatakan bahwa kasus COVID-19 yang saat ini sudah menurun dan pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat mobilitas masyarakat akan semakin tinggi dan hal ini akan dapat memicu permintaan alat transportasi yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan konsumsi listrik industri yang menyokongnya.&amp;ldquo;Artinya terjadi sinergi antara permintaan dari masyarakat untuk kendaraan baru, produksi dari industri otomotif. dan konsumsi listrik industri,&amp;rdquo; jelas Iwan.
Selain itu, Iwan menambahkan bahwa berbagai kebijakan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian juga turut mendorong bangkitnya industri otomotif Indonesia.
&amp;ldquo;Kebijakan Kemenperin untuk industri otomotif Indonesia seperti relaksasi PPnBM DTP telah mampu menggerakkan ekosistem berbagai lini industri otomotif Indonesia, salah satunya pertumbuhan konsumsi listriknya,&amp;rdquo; pungkas Iwan.
Iwan berharap ke depannya kondisi pandemic semakin membaik sehingga pertumbuhan konsumsi listrik dan perekonomian di Indonesia khususnya di Jawa Barat akan semakin tumbuh. &amp;ldquo;Mudah-mudahan tidak terjadi lagi pandemi berikutnya sehingga percepatan pertumbuhannya akan lebih baik dari yang sudah-sudah,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
