<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Mei 3,55%, Menko Airlangga: Masih Terkendali</title><description>BPS mencatat inflasi pada Mei 2022 sebesar 3,55% (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604607/inflasi-mei-3-55-menko-airlangga-masih-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604607/inflasi-mei-3-55-menko-airlangga-masih-terkendali"/><item><title>Inflasi Mei 3,55%, Menko Airlangga: Masih Terkendali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604607/inflasi-mei-3-55-menko-airlangga-masih-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/320/2604607/inflasi-mei-3-55-menko-airlangga-masih-terkendali</guid><pubDate>Kamis 02 Juni 2022 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/02/320/2604607/inflasi-mei-3-55-menko-airlangga-masih-terkendali-A7ubo3L5RB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga sebut inflasi Indonesia masih terkendali (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/02/320/2604607/inflasi-mei-3-55-menko-airlangga-masih-terkendali-A7ubo3L5RB.jpg</image><title>Menko Airlangga sebut inflasi Indonesia masih terkendali (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - BPS mencatat inflasi pada Mei 2022 sebesar 3,55% (yoy). Inflasi meningkat jika dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,47% (yoy), namun tetap berada dalam rentang sasaran inflasi yang telah ditetapkan sebesar 3&amp;plusmn;1% (yoy).
&amp;ldquo;Inflasi Indonesia masih terkendali ditengah tren peningkatan inflasi yang masih terjadi di berbagai negara. Seperti Uni Eropa saat ini inflasinya tercatat sebesar 8,1% (yoy) pada Mei 2022. Kemudian India, Korea Selatan dan Inggris yang realisasi inflasinya masing-masing tercatat sebesar 7,79% (yoy), 4,8%(yoy) dan 9% (yoy) pada April 2022. Bahkan inflasi Rusia tercatat hingga mencapai 17,83% (yoy),&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (2/6/2022).
BACA JUGA:Inflasi Naik Jadi 3,55%, Tertinggi Sejak Desember 2017

Secara bulanan, pada Mei tercatat inflasi sebesar 0,40% (mtm), menurun dibanding bulan April yang mencapai 0,95%(mtm). Capaian inflasi Mei dipengaruhi oleh pergerakan dari seluruh komponen. Inflasi komponen Volatile Food (VF) tercatat sebesar 0,94% (mtm) atau 6,05% (yoy) terutama disumbang oleh kenaikan harga telur ayam ras dan bawang merah. Kenaikan harga telur ayam ras saat ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi yang berasal dari harga pakan dan masih tingginya permintaan masyarakat. Kenaikan harga telur ayam ini juga mendorong kenaikan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,07%.
BACA JUGA:Atasi Lonjakan Inflasi, Joe Biden Duduk Bareng Bos The Fed Jerome Powell

Komoditas yang mengalami penurunan harga salah satunya minyak goreng dengan andil -0,01%. Kebijakan Pemerintah terkait pelarangan ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya pada 28 April sampai 23 Mei 2022 menyebabkan turunnya harga kelapa sawit dan berdampak pada penurunan harga minyak goreng secara keseluruhan.
Inflasi inti tercatat sebesar 0,23% (mtm) atau 2,58% (yoy). Secara tahunan inflasi inti sedikit menurun dibanding bulan April yang tercatat sebesar 2,60% (yoy), namun tetap konsisten dalam tren yang tinggi. Hal ini menunjukkan permintaan masyarakat yang tetap kuat pasca momen HBKN Ramadan dan Idulfitri. Sementara berdasarkan komoditas penyumbangnya, inflasi inti pada Mei dipengaruhi oleh kenaikan harga ikan segar, nasi dengan lauk, dan roti manis.Komponen inflasi Administered Price (AP) tercatat sebesar 0,48% (mtm)  atau 4,83% (yoy) dengan andil 0,09%, disumbang utamanya oleh kenaikan  tarif angkutan udara yang didorong masih tingginya mobilitas arus balik  serta pulihnya mobilitas pasca HBKN Idulfitri 2022.
Secara umum, dampak dari kenaikan harga komoditas global terhadap  inflasi IHK saat ini masih terbatas. Namun jika diperhatikan lebih  lanjut, transmisi dari kenaikan harga pangan global pada Mei 2022 sudah  terlihat pada inflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). IHPB Mei  tercatat sebesar 0,33% (mtm) atau 4,23% dengan andil penyumbang terbesar  yaitu sektor industri (0,31%). Andil sektor industri antara lain  disumbang dari kenaikan komoditas tepung terigu dan mie kering instan,  seiring kenaikan harga gandum global.
&amp;ldquo;Pemerintah akan terus memonitor dan mencermati rambatan dari tekanan  eksternal, terutama kenaikan harga komoditas global yang ditransmisikan  dalam bentuk kenaikan harga dan inflasi domestik. Selain itu Pemerintah  dan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi komunikasi kebijakan  untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat dan menjangkar  inflasi tetap terjaga dikisaran sasaran,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga</description><content:encoded>JAKARTA - BPS mencatat inflasi pada Mei 2022 sebesar 3,55% (yoy). Inflasi meningkat jika dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,47% (yoy), namun tetap berada dalam rentang sasaran inflasi yang telah ditetapkan sebesar 3&amp;plusmn;1% (yoy).
&amp;ldquo;Inflasi Indonesia masih terkendali ditengah tren peningkatan inflasi yang masih terjadi di berbagai negara. Seperti Uni Eropa saat ini inflasinya tercatat sebesar 8,1% (yoy) pada Mei 2022. Kemudian India, Korea Selatan dan Inggris yang realisasi inflasinya masing-masing tercatat sebesar 7,79% (yoy), 4,8%(yoy) dan 9% (yoy) pada April 2022. Bahkan inflasi Rusia tercatat hingga mencapai 17,83% (yoy),&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (2/6/2022).
BACA JUGA:Inflasi Naik Jadi 3,55%, Tertinggi Sejak Desember 2017

Secara bulanan, pada Mei tercatat inflasi sebesar 0,40% (mtm), menurun dibanding bulan April yang mencapai 0,95%(mtm). Capaian inflasi Mei dipengaruhi oleh pergerakan dari seluruh komponen. Inflasi komponen Volatile Food (VF) tercatat sebesar 0,94% (mtm) atau 6,05% (yoy) terutama disumbang oleh kenaikan harga telur ayam ras dan bawang merah. Kenaikan harga telur ayam ras saat ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi yang berasal dari harga pakan dan masih tingginya permintaan masyarakat. Kenaikan harga telur ayam ini juga mendorong kenaikan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,07%.
BACA JUGA:Atasi Lonjakan Inflasi, Joe Biden Duduk Bareng Bos The Fed Jerome Powell

Komoditas yang mengalami penurunan harga salah satunya minyak goreng dengan andil -0,01%. Kebijakan Pemerintah terkait pelarangan ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya pada 28 April sampai 23 Mei 2022 menyebabkan turunnya harga kelapa sawit dan berdampak pada penurunan harga minyak goreng secara keseluruhan.
Inflasi inti tercatat sebesar 0,23% (mtm) atau 2,58% (yoy). Secara tahunan inflasi inti sedikit menurun dibanding bulan April yang tercatat sebesar 2,60% (yoy), namun tetap konsisten dalam tren yang tinggi. Hal ini menunjukkan permintaan masyarakat yang tetap kuat pasca momen HBKN Ramadan dan Idulfitri. Sementara berdasarkan komoditas penyumbangnya, inflasi inti pada Mei dipengaruhi oleh kenaikan harga ikan segar, nasi dengan lauk, dan roti manis.Komponen inflasi Administered Price (AP) tercatat sebesar 0,48% (mtm)  atau 4,83% (yoy) dengan andil 0,09%, disumbang utamanya oleh kenaikan  tarif angkutan udara yang didorong masih tingginya mobilitas arus balik  serta pulihnya mobilitas pasca HBKN Idulfitri 2022.
Secara umum, dampak dari kenaikan harga komoditas global terhadap  inflasi IHK saat ini masih terbatas. Namun jika diperhatikan lebih  lanjut, transmisi dari kenaikan harga pangan global pada Mei 2022 sudah  terlihat pada inflasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). IHPB Mei  tercatat sebesar 0,33% (mtm) atau 4,23% dengan andil penyumbang terbesar  yaitu sektor industri (0,31%). Andil sektor industri antara lain  disumbang dari kenaikan komoditas tepung terigu dan mie kering instan,  seiring kenaikan harga gandum global.
&amp;ldquo;Pemerintah akan terus memonitor dan mencermati rambatan dari tekanan  eksternal, terutama kenaikan harga komoditas global yang ditransmisikan  dalam bentuk kenaikan harga dan inflasi domestik. Selain itu Pemerintah  dan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi komunikasi kebijakan  untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat dan menjangkar  inflasi tetap terjaga dikisaran sasaran,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga</content:encoded></item></channel></rss>
