<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati Modus Baru Penipuan Lelang Online via Telegram</title><description>Hati-Hati ada modus baru penipuan lelang online via aplikasi Telegram.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/622/2604648/hati-hati-modus-baru-penipuan-lelang-online-via-telegram</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/622/2604648/hati-hati-modus-baru-penipuan-lelang-online-via-telegram"/><item><title>Hati-Hati Modus Baru Penipuan Lelang Online via Telegram</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/622/2604648/hati-hati-modus-baru-penipuan-lelang-online-via-telegram</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/02/622/2604648/hati-hati-modus-baru-penipuan-lelang-online-via-telegram</guid><pubDate>Kamis 02 Juni 2022 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/02/622/2604648/hati-hati-modus-baru-penipuan-lelang-online-via-telegram-sqrRNXPzTT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hati-hati lelang online palsu (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/02/622/2604648/hati-hati-modus-baru-penipuan-lelang-online-via-telegram-sqrRNXPzTT.jpg</image><title>Hati-hati lelang online palsu (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hati-Hati ada modus baru penipuan lelang online via aplikasi Telegram. PT Pegadaian mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap informasi mengenai lelang atau penjualan barang dengan harga murah secara online melalui media sosial baik Instagram, Facebook, Twitter, maupun jejaring pesan seperti SMS, Whatsapp maupun Telegram.
Vice President of Corporate Communication PT Pegadaian, Basuki Tri Andayani meminta agar masyarakat berhati-hati dan waspada dengan maraknya modus penipuan lelang online yang mengatasnamakan Pegadaian.
BACA JUGA:Buluk Diduga Terlibat Investasi Bodong, Superglad Angkat Bicara

&quot;Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan harga murah dan mentransfer uang secara gegabah. Silakan melakukan konfirmasi Call Center Pegadaian di nomor : 1500 569 atau Whatsapp : 0811 1500 569. Masyarakat dapat pula melakukan konfirmasi ke website www.pegadaian.co.id atau akun media sosial resmi perusahaan,&amp;rdquo; ujarnya dalam ketetangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/6/2022).
Basuki pun membagikan tips agar terhindar dari tindak penipuan. Caranya yaitu pastikan informasinya benar dan masuk akal, kemudian cek apakah informasi tersebut berasal dari sumber yang terpercaya, serta lakukan ricek dengan mengkonfirmasi kanal resmi perusahaan yang sebenarnya.
BACA JUGA:Rugi Miliaran Rupiah, Massa Nyaris Amuk Rumah Pelaku Investasi Bodong

Basuki menjelaskan bahwa baru-baru ini ditemukan modus penipuan yang mengatasnamakan Pegadaian dengan menggunakan aplikasi berbagi pesan Telegram.
Pelaku melancarkan modusnya dengan membuat grup Telegram yang mengatasnamakan Pegadaian, PT Pegadaian, atau PT Pegadaian (Persero). Ia menawarkan berbagai barang berharga mulai dari mobil, sepeda motor, emas, handphone, laptop atau barang berharga lainnya.
&amp;ldquo;Jadi, partisipan yang tergabung dalam grup ditawari berbagai barang lelang dengan iming-iming harga murah. Kemudian mereka diminta melakukan pemesanan, selanjutnya mentransfer dana sesuai harga barang yang dipilih,&amp;rdquo; ujar Basuki.Dalam meyakinkan calon korban, Basuki menjelaskan pelaku tidak  segan-segan membuat kartu identitas seperti KTP, NPWP, bahkan kartu  identitas karyawan (ID Card) palsu.
Bahkan beberapa materi iklan baik poster maupun video asli Pegadaian  pun dicatut agar calon korban terkecoh. Selain itu ditayangkan pula chat  atau video testimoni seolah-olah transaksi benar-benar ada.
Sebagai informasi, Pegadaian melakukan lelang barang jaminan gadai  yang jatuh tempo di Kantor Cabang Pegadaian, atau bazar/pameran resmi  perusahaan. Pegadaian pun terus berkomitmen untuk memberantas tindak  penipuan berkedok lelang online mengatasnamakan perusahaan yang dapat  merugikan masyarakat.
&amp;ldquo;Per 31 Mei 2022 Pegadaian telah berhasil men-take down 7.625  link/tautan ilegal yang disinyalir disalahgunakan sebagai alat tindak  kejahatan,&amp;rdquo; tutup Basuki.</description><content:encoded>JAKARTA - Hati-Hati ada modus baru penipuan lelang online via aplikasi Telegram. PT Pegadaian mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap informasi mengenai lelang atau penjualan barang dengan harga murah secara online melalui media sosial baik Instagram, Facebook, Twitter, maupun jejaring pesan seperti SMS, Whatsapp maupun Telegram.
Vice President of Corporate Communication PT Pegadaian, Basuki Tri Andayani meminta agar masyarakat berhati-hati dan waspada dengan maraknya modus penipuan lelang online yang mengatasnamakan Pegadaian.
BACA JUGA:Buluk Diduga Terlibat Investasi Bodong, Superglad Angkat Bicara

&quot;Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan harga murah dan mentransfer uang secara gegabah. Silakan melakukan konfirmasi Call Center Pegadaian di nomor : 1500 569 atau Whatsapp : 0811 1500 569. Masyarakat dapat pula melakukan konfirmasi ke website www.pegadaian.co.id atau akun media sosial resmi perusahaan,&amp;rdquo; ujarnya dalam ketetangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/6/2022).
Basuki pun membagikan tips agar terhindar dari tindak penipuan. Caranya yaitu pastikan informasinya benar dan masuk akal, kemudian cek apakah informasi tersebut berasal dari sumber yang terpercaya, serta lakukan ricek dengan mengkonfirmasi kanal resmi perusahaan yang sebenarnya.
BACA JUGA:Rugi Miliaran Rupiah, Massa Nyaris Amuk Rumah Pelaku Investasi Bodong

Basuki menjelaskan bahwa baru-baru ini ditemukan modus penipuan yang mengatasnamakan Pegadaian dengan menggunakan aplikasi berbagi pesan Telegram.
Pelaku melancarkan modusnya dengan membuat grup Telegram yang mengatasnamakan Pegadaian, PT Pegadaian, atau PT Pegadaian (Persero). Ia menawarkan berbagai barang berharga mulai dari mobil, sepeda motor, emas, handphone, laptop atau barang berharga lainnya.
&amp;ldquo;Jadi, partisipan yang tergabung dalam grup ditawari berbagai barang lelang dengan iming-iming harga murah. Kemudian mereka diminta melakukan pemesanan, selanjutnya mentransfer dana sesuai harga barang yang dipilih,&amp;rdquo; ujar Basuki.Dalam meyakinkan calon korban, Basuki menjelaskan pelaku tidak  segan-segan membuat kartu identitas seperti KTP, NPWP, bahkan kartu  identitas karyawan (ID Card) palsu.
Bahkan beberapa materi iklan baik poster maupun video asli Pegadaian  pun dicatut agar calon korban terkecoh. Selain itu ditayangkan pula chat  atau video testimoni seolah-olah transaksi benar-benar ada.
Sebagai informasi, Pegadaian melakukan lelang barang jaminan gadai  yang jatuh tempo di Kantor Cabang Pegadaian, atau bazar/pameran resmi  perusahaan. Pegadaian pun terus berkomitmen untuk memberantas tindak  penipuan berkedok lelang online mengatasnamakan perusahaan yang dapat  merugikan masyarakat.
&amp;ldquo;Per 31 Mei 2022 Pegadaian telah berhasil men-take down 7.625  link/tautan ilegal yang disinyalir disalahgunakan sebagai alat tindak  kejahatan,&amp;rdquo; tutup Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
