<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Global Mediacom (BMTR) Fokus Produksi Konten-Konten Berkualitas</title><description>PT Global Mediacom Tbk (BMTR) terus fokus memproduksi konten-konten berkualitas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/278/2605265/global-mediacom-bmtr-fokus-produksi-konten-konten-berkualitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/278/2605265/global-mediacom-bmtr-fokus-produksi-konten-konten-berkualitas"/><item><title>Global Mediacom (BMTR) Fokus Produksi Konten-Konten Berkualitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/278/2605265/global-mediacom-bmtr-fokus-produksi-konten-konten-berkualitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/278/2605265/global-mediacom-bmtr-fokus-produksi-konten-konten-berkualitas</guid><pubDate>Jum'at 03 Juni 2022 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/03/278/2605265/global-mediacom-bmtr-fokus-produksi-konten-konten-berkualitas-GFoR52DNvh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Global Mediacom fokus garap konten berkualitas (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/03/278/2605265/global-mediacom-bmtr-fokus-produksi-konten-konten-berkualitas-GFoR52DNvh.jpg</image><title>Global Mediacom fokus garap konten berkualitas (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) terus fokus memproduksi konten-konten berkualitas. Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri.
Direktur Utama PT Global Mediacom Tbk (BMTR) Hary Tanoesoedibjo mengatakan, persaingan platform OTT di Indonesia semakin besar lantaran penetrasi asing yang mulai mengembangkan sekaligus memacu pertumbuhan konten lokal.
BACA JUGA:Hary Tanoesoedibjo Ungkap Potensi Pertumbuhan Global Mediacom di Tahun Ini

&quot;Jadi kalau persaingan dari OTT asing sih kami tidak takut, meskipun mereka juga produksi konten lokal. Mereka bisa produksi, tapi pertanyaannya adalah bagaimana dengan kualitasnya,&quot; kata Hary dalam paparan publik BMTR secara virtual, Jumat (3/6/2022).
Menurut Hary terdapat perusahaan platform OTT asing yang masih kesulitan untuk menjaring pemirsa lokal, mengingat perbedaan budaya.
BACA JUGA:Obligasi hingga Sukuk Berkelanjutan Global Mediacom Jadi Pilihan Investor

&quot;Kalau bicara persaingan, contohnya Netflix itu masih kesulitan untuk penetrasi Asia, Asia itu culturenya agak sedikit beda, itulah kenapa market-capnya turun 50% lebih,&quot; ungkap Hary.
Menurut Hary, sejumlah platform OTT asing masih mengandalkan konten barat sebagai produk utama mereka. Di sisi lain, persaingan antar-perusahaan asing juga menjadi tantangan.
&quot;Di sana kompetisinya juga besar, karena persaingan dengan Amazon Prime, dan lain,&quot; tuturnya.Hary menegaskan bahwa BMTR sebagai emiten holdings perusahaan media  di grup MNC masih terus bertumbuh. Sejumlah program tayangan unggulan  dinilai berkontribusi besar menyerap iklan.
&quot;Kalau di sini, kualitas konten grup itu sangat bagus, at one time  Ikatan Cinta itu pernah memiliki audience share sebesar 56%,&quot; terangnya.
&quot;Bayangkan pada satu jam, setengah tayangan Ikatan Cinta itu ditonton  oleg 56% dari seluruh pemirsa televisi yang menonton pada jam itu, jam  primetime. Dari sini terlihat bahwa kualitas produksi kami sangat baik,&quot;  tandasnya.
Seperti diketahui, BMTR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp13,97  triliun pada tahun 2021. Realisasi itu tumbuh 15,85% dibandingkan tahun  2020 sebanyak Rp12,06 triliun.
Penopang pendapatan BMTR berasal dari iklan dan konten. Segmen iklan  non-digital memberi pendapatan sebesar Rp7,18 triliun, atau tumbuh  10,27% dari tahun 2020. Sedangkan iklan digital sebanyak Rp2,00 triliun.
Adapun iklan dari konten menyumbang pendapatan sebesar Rp9,62  triliun, sedangkan TV berbayar dan broadband senilai Rp3,74 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) terus fokus memproduksi konten-konten berkualitas. Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri.
Direktur Utama PT Global Mediacom Tbk (BMTR) Hary Tanoesoedibjo mengatakan, persaingan platform OTT di Indonesia semakin besar lantaran penetrasi asing yang mulai mengembangkan sekaligus memacu pertumbuhan konten lokal.
BACA JUGA:Hary Tanoesoedibjo Ungkap Potensi Pertumbuhan Global Mediacom di Tahun Ini

&quot;Jadi kalau persaingan dari OTT asing sih kami tidak takut, meskipun mereka juga produksi konten lokal. Mereka bisa produksi, tapi pertanyaannya adalah bagaimana dengan kualitasnya,&quot; kata Hary dalam paparan publik BMTR secara virtual, Jumat (3/6/2022).
Menurut Hary terdapat perusahaan platform OTT asing yang masih kesulitan untuk menjaring pemirsa lokal, mengingat perbedaan budaya.
BACA JUGA:Obligasi hingga Sukuk Berkelanjutan Global Mediacom Jadi Pilihan Investor

&quot;Kalau bicara persaingan, contohnya Netflix itu masih kesulitan untuk penetrasi Asia, Asia itu culturenya agak sedikit beda, itulah kenapa market-capnya turun 50% lebih,&quot; ungkap Hary.
Menurut Hary, sejumlah platform OTT asing masih mengandalkan konten barat sebagai produk utama mereka. Di sisi lain, persaingan antar-perusahaan asing juga menjadi tantangan.
&quot;Di sana kompetisinya juga besar, karena persaingan dengan Amazon Prime, dan lain,&quot; tuturnya.Hary menegaskan bahwa BMTR sebagai emiten holdings perusahaan media  di grup MNC masih terus bertumbuh. Sejumlah program tayangan unggulan  dinilai berkontribusi besar menyerap iklan.
&quot;Kalau di sini, kualitas konten grup itu sangat bagus, at one time  Ikatan Cinta itu pernah memiliki audience share sebesar 56%,&quot; terangnya.
&quot;Bayangkan pada satu jam, setengah tayangan Ikatan Cinta itu ditonton  oleg 56% dari seluruh pemirsa televisi yang menonton pada jam itu, jam  primetime. Dari sini terlihat bahwa kualitas produksi kami sangat baik,&quot;  tandasnya.
Seperti diketahui, BMTR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp13,97  triliun pada tahun 2021. Realisasi itu tumbuh 15,85% dibandingkan tahun  2020 sebanyak Rp12,06 triliun.
Penopang pendapatan BMTR berasal dari iklan dan konten. Segmen iklan  non-digital memberi pendapatan sebesar Rp7,18 triliun, atau tumbuh  10,27% dari tahun 2020. Sedangkan iklan digital sebanyak Rp2,00 triliun.
Adapun iklan dari konten menyumbang pendapatan sebesar Rp9,62  triliun, sedangkan TV berbayar dan broadband senilai Rp3,74 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
