<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dukung Formula E, Pertamina Produksi Bahan Bakar Hijau</title><description>PT Pertamina (Persero) memproduksi Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD) sebagai bahan bakar hijau untuk Generator Set (Genset) bagi Electric Vehicle (EV).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/320/2604956/dukung-formula-e-pertamina-produksi-bahan-bakar-hijau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/320/2604956/dukung-formula-e-pertamina-produksi-bahan-bakar-hijau"/><item><title>Dukung Formula E, Pertamina Produksi Bahan Bakar Hijau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/320/2604956/dukung-formula-e-pertamina-produksi-bahan-bakar-hijau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/03/320/2604956/dukung-formula-e-pertamina-produksi-bahan-bakar-hijau</guid><pubDate>Jum'at 03 Juni 2022 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/03/320/2604956/dukung-formula-e-pertamina-produksi-bahan-bakar-hijau-QunSqMyyXi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/03/320/2604956/dukung-formula-e-pertamina-produksi-bahan-bakar-hijau-QunSqMyyXi.jpg</image><title>Pertamina. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memproduksi Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD) sebagai bahan bakar hijau untuk Generator Set (Genset) bagi Electric Vehicle (EV).

Bahan bakar ini digunakan para pembalap mobil dunia yang bertanding di ajang internasional Formula E Jakarta E-Prix 2022 pada Sabtu (4/6/2022).

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menjelaskan Pertamina RD merupakan produk terbaru dari bahan bakar nabati, HVO (Hydrotreated Vegetable Oil), telah diluncurkan dan dipersiapkan untuk mendukung Jakarta E-Prix 2021.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Terbaru BBM Shell, Mahal Mana Dibanding Pertamina?
Produk ini dinilai ramah lingkungan hasil olahan dari BioRefinery Cilacap, sehingga dapat menghasilkan produk green diesel dengan kapasitas 3000 barrels per hari dari bahan baku nabati. HVO juga dapat diproduksi di BioRefinery Dumai dengan kapasitas 1000 barrels per hari.

Saat ini, kilang Pertamina telah mampu menghasilkan bahan bakar nabati (Hydrotreated Vegetable Oil/HVO) dan Bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengembangan produk HVO dan SAF merupakan salah satu langkah strategis Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional.

Di pasar luar negeri, trend permintaan energi hijau seperti HVO dan SAF mulai tumbuh di berbagai negara.
&quot;Untuk penggunaan Pertamina RD di ajang Jakarta E-Prix 2022 ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Supply Pertamina RD antara KPI dan PT Pertamina Patra Niaga,&quot; jelasnya.

Sinergi Kerja antara anak usaha Pertamina dalam Supply Pertamina RD juga merupakan komitmen perusahaan memberikan pasokan green energy untuk keperluan produksi listrik genset untuk charging EV selama berlangsungnya event Formula E di Jakarta.

Kerjasama ini juga, lanjut Taufik, menjadi milestone penting bagi Pertamina dengan melakukan lifting perdana untuk produk Pertamina RD, pasca selesainya Proyek Biorefinery Cilacap fase 1 pada Januari 2022 yang lalu

&amp;ldquo;Semoga ini menjadi percontohan yang baik guna pengembangan market Green Diesel ke depan, guna mendukung program pemerintah dalam menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan,&quot; ucapnya.

Produk Pertamina RD sendiri telah mendapatkan sertifikasi ISCC.

ISCC merupakan salah satu organisasi terbesar yang mengatur sertifikasi karbon berkelanjutan dan berlaku secara global.

Sertifikasi karbon berkelanjutan ISCC diinisiasi oleh adanya kebijakan Renewable Energy Directive (RED) serta Fuel Quality Directive (FQD) yang diimplementasikan di Uni Eropa.

Di luar Uni Eropa, negara-negara lain telah mengadopsi standarisasi ISCC termasuk PT KPI di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memproduksi Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD) sebagai bahan bakar hijau untuk Generator Set (Genset) bagi Electric Vehicle (EV).

Bahan bakar ini digunakan para pembalap mobil dunia yang bertanding di ajang internasional Formula E Jakarta E-Prix 2022 pada Sabtu (4/6/2022).

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman menjelaskan Pertamina RD merupakan produk terbaru dari bahan bakar nabati, HVO (Hydrotreated Vegetable Oil), telah diluncurkan dan dipersiapkan untuk mendukung Jakarta E-Prix 2021.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Terbaru BBM Shell, Mahal Mana Dibanding Pertamina?
Produk ini dinilai ramah lingkungan hasil olahan dari BioRefinery Cilacap, sehingga dapat menghasilkan produk green diesel dengan kapasitas 3000 barrels per hari dari bahan baku nabati. HVO juga dapat diproduksi di BioRefinery Dumai dengan kapasitas 1000 barrels per hari.

Saat ini, kilang Pertamina telah mampu menghasilkan bahan bakar nabati (Hydrotreated Vegetable Oil/HVO) dan Bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengembangan produk HVO dan SAF merupakan salah satu langkah strategis Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional.

Di pasar luar negeri, trend permintaan energi hijau seperti HVO dan SAF mulai tumbuh di berbagai negara.
&quot;Untuk penggunaan Pertamina RD di ajang Jakarta E-Prix 2022 ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Supply Pertamina RD antara KPI dan PT Pertamina Patra Niaga,&quot; jelasnya.

Sinergi Kerja antara anak usaha Pertamina dalam Supply Pertamina RD juga merupakan komitmen perusahaan memberikan pasokan green energy untuk keperluan produksi listrik genset untuk charging EV selama berlangsungnya event Formula E di Jakarta.

Kerjasama ini juga, lanjut Taufik, menjadi milestone penting bagi Pertamina dengan melakukan lifting perdana untuk produk Pertamina RD, pasca selesainya Proyek Biorefinery Cilacap fase 1 pada Januari 2022 yang lalu

&amp;ldquo;Semoga ini menjadi percontohan yang baik guna pengembangan market Green Diesel ke depan, guna mendukung program pemerintah dalam menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan,&quot; ucapnya.

Produk Pertamina RD sendiri telah mendapatkan sertifikasi ISCC.

ISCC merupakan salah satu organisasi terbesar yang mengatur sertifikasi karbon berkelanjutan dan berlaku secara global.

Sertifikasi karbon berkelanjutan ISCC diinisiasi oleh adanya kebijakan Renewable Energy Directive (RED) serta Fuel Quality Directive (FQD) yang diimplementasikan di Uni Eropa.

Di luar Uni Eropa, negara-negara lain telah mengadopsi standarisasi ISCC termasuk PT KPI di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
