<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Peningkatan Produksi OPEC+</title><description>Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605390/harga-minyak-dunia-naik-di-tengah-peningkatan-produksi-opec</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605390/harga-minyak-dunia-naik-di-tengah-peningkatan-produksi-opec"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Peningkatan Produksi OPEC+</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605390/harga-minyak-dunia-naik-di-tengah-peningkatan-produksi-opec</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605390/harga-minyak-dunia-naik-di-tengah-peningkatan-produksi-opec</guid><pubDate>Sabtu 04 Juni 2022 06:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605390/harga-minyak-dunia-naik-di-tengah-peningkatan-produksi-opec-QVHxJvgCe7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605390/harga-minyak-dunia-naik-di-tengah-peningkatan-produksi-opec-QVHxJvgCe7.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak didukung oleh ekspektasi bahwa keputusan OPEC untuk meningkatkan target produksi sedikit lebih banyak dari yang direncanakan tidak akan menambah banyak pasokan global yang akan diperketat karena China melonggarkan pembatasan COVID.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terangkat USD2,11 atau 1,8%, menjadi USD119,72 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah USD2 atau 1,7% menjadi USD118,87 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Setelah Uni Eropa Setujui Larangan Minyak Rusia

Untuk minggu ini, standar harga minyak mentah AS naik 3,3%, sementara Brent naik 3,6%, berdasarkan kontrak bulan depan.
Harga minyak mentah AS mencatat kenaikan mingguan keenam karena ketatnya pasokan AS, yang telah mendorong pembicaraan tentang pembatasan ekspor bahan bakar atau pajak rejeki nomplok (windfall profit tax) pada produsen minyak dan gas.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ pada Kamis (2/6/2022) sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari (bph) per bulan pada Juli dan Agustus dari 432.000 barel per hari seperti yang disepakati sebelumnya.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Imbas Minyak Rusia Ditangguhkan

&quot;Keputusan OPEC+ kemarin dan percepatan yang sedang berlangsung dalam rilis SPR (cadangan minyak strategis) menjaga ketersediaan minyak mentah pada tingkat yang cukup terutama dengan permintaan dari penyulingan yang turun drastis dari beberapa tahun lalu,&quot; kata Presiden Ritterbusch and Associates LLC, Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.
Kenaikan produksi bisa di bawah jumlah yang dijanjikan karena OPEC+ membagi kenaikan di seluruh anggotanya dan masih termasuk Rusia, yang produksinya turun karena sanksi telah mendorong beberapa negara untuk menghindari membeli minyaknya sejak invasi ke Ukraina.Presiden Joe Biden secara terbuka mengakui bahwa ia akan segera  melakukan perjalanan ke Arab Saudi, sebuah perjalanan yang menurut  beberapa sumber diharapkan dan dapat mencakup pembicaraan dengan Putra  Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Kunjungan itu akan ditujukan untuk memperkuat hubungan AS-Saudi ketika Biden mencari cara untuk menurunkan harga bensin AS.
Baru-baru ini pada Rabu (1/6/2022), Gedung Putih mengatakan Biden  masih merasa bin Salman adalah &quot;paria&quot; untuk apa yang dikatakan  intelijen AS sebagai perannya dalam pembunuhan dan pengoyakan-pengoyakan  lawan politik, jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi di Turki pada  2018.
Persediaan tetap ketat. Pada Kamis (2/6/2022), laporan persediaan  mingguan AS menunjukkan stok minyak mentah turun lebih dari yang  diperkirakan 5,1 juta barel. Persediaan bensin juga turun.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini membiarkan rig minyak dan  gas alam tidak berubah di 727 rig dalam seminggu hingga 3 Juni, Baker  Hughes Co mengatakan dalam laporannya yang diikuti dengan cermat pada  Jumat (3/6/2022).
Permintaan juga meningkat. Pusat keuangan China Shanghai dan ibu kota  Beijing, telah melonggarkan pembatasan COVID-19 dan pemerintah China  telah berjanji untuk merangsang ekonomi.
Minyak menahan kenaikannya setelah data AS menunjukkan lapangan kerja  meningkat lebih dari yang diharapkan pada Mei, tanda-tanda pasar tenaga  kerja yang ketat.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak didukung oleh ekspektasi bahwa keputusan OPEC untuk meningkatkan target produksi sedikit lebih banyak dari yang direncanakan tidak akan menambah banyak pasokan global yang akan diperketat karena China melonggarkan pembatasan COVID.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terangkat USD2,11 atau 1,8%, menjadi USD119,72 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah USD2 atau 1,7% menjadi USD118,87 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Setelah Uni Eropa Setujui Larangan Minyak Rusia

Untuk minggu ini, standar harga minyak mentah AS naik 3,3%, sementara Brent naik 3,6%, berdasarkan kontrak bulan depan.
Harga minyak mentah AS mencatat kenaikan mingguan keenam karena ketatnya pasokan AS, yang telah mendorong pembicaraan tentang pembatasan ekspor bahan bakar atau pajak rejeki nomplok (windfall profit tax) pada produsen minyak dan gas.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ pada Kamis (2/6/2022) sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari (bph) per bulan pada Juli dan Agustus dari 432.000 barel per hari seperti yang disepakati sebelumnya.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Imbas Minyak Rusia Ditangguhkan

&quot;Keputusan OPEC+ kemarin dan percepatan yang sedang berlangsung dalam rilis SPR (cadangan minyak strategis) menjaga ketersediaan minyak mentah pada tingkat yang cukup terutama dengan permintaan dari penyulingan yang turun drastis dari beberapa tahun lalu,&quot; kata Presiden Ritterbusch and Associates LLC, Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.
Kenaikan produksi bisa di bawah jumlah yang dijanjikan karena OPEC+ membagi kenaikan di seluruh anggotanya dan masih termasuk Rusia, yang produksinya turun karena sanksi telah mendorong beberapa negara untuk menghindari membeli minyaknya sejak invasi ke Ukraina.Presiden Joe Biden secara terbuka mengakui bahwa ia akan segera  melakukan perjalanan ke Arab Saudi, sebuah perjalanan yang menurut  beberapa sumber diharapkan dan dapat mencakup pembicaraan dengan Putra  Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Kunjungan itu akan ditujukan untuk memperkuat hubungan AS-Saudi ketika Biden mencari cara untuk menurunkan harga bensin AS.
Baru-baru ini pada Rabu (1/6/2022), Gedung Putih mengatakan Biden  masih merasa bin Salman adalah &quot;paria&quot; untuk apa yang dikatakan  intelijen AS sebagai perannya dalam pembunuhan dan pengoyakan-pengoyakan  lawan politik, jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi di Turki pada  2018.
Persediaan tetap ketat. Pada Kamis (2/6/2022), laporan persediaan  mingguan AS menunjukkan stok minyak mentah turun lebih dari yang  diperkirakan 5,1 juta barel. Persediaan bensin juga turun.
Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini membiarkan rig minyak dan  gas alam tidak berubah di 727 rig dalam seminggu hingga 3 Juni, Baker  Hughes Co mengatakan dalam laporannya yang diikuti dengan cermat pada  Jumat (3/6/2022).
Permintaan juga meningkat. Pusat keuangan China Shanghai dan ibu kota  Beijing, telah melonggarkan pembatasan COVID-19 dan pemerintah China  telah berjanji untuk merangsang ekonomi.
Minyak menahan kenaikannya setelah data AS menunjukkan lapangan kerja  meningkat lebih dari yang diharapkan pada Mei, tanda-tanda pasar tenaga  kerja yang ketat.</content:encoded></item></channel></rss>
