<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Tembus USD119/Barel, Defisit APBN Melebar?</title><description>Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605424/harga-minyak-dunia-tembus-usd119-barel-defisit-apbn-melebar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605424/harga-minyak-dunia-tembus-usd119-barel-defisit-apbn-melebar"/><item><title>Harga Minyak Dunia Tembus USD119/Barel, Defisit APBN Melebar?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605424/harga-minyak-dunia-tembus-usd119-barel-defisit-apbn-melebar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605424/harga-minyak-dunia-tembus-usd119-barel-defisit-apbn-melebar</guid><pubDate>Sabtu 04 Juni 2022 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605424/harga-minyak-dunia-tembus-usd119-barel-defisit-apbn-melebar-moiEORtfaq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605424/harga-minyak-dunia-tembus-usd119-barel-defisit-apbn-melebar-moiEORtfaq.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terangkat USD2,11 atau 1,8%, menjadi USD119,72 per barel.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah USD2 atau 1,7% menjadi USD118,87 per barel. Untuk minggu ini, standar harga minyak mentah AS naik 3,3%, sementara Brent naik 3,6%, berdasarkan kontrak bulan depan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Peningkatan Produksi OPEC+

Direktur Riset Center of Reform On Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan bahwa naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih bergantung kepada kebijakan pemerintah.
Menurutnya, pilihan pemerintah saat ini antara beban defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau terjadi kenaikan inflasi.
BACA JUGA:Bun, Harga Minyak Kemasan Turun Lho Hari Ini

&quot;Bergantung pemerintah sendiri. Pilihannya antara beban defisit apbn atau inflasi,&quot; ujarnya dikutip, Sabtu (4/6/2022).
Menurut Piter, jika pemerintah memilih menjaga tingkat inflasi, maka resiko yang didapatkan adalah defisit apbn melebar,  tetapi harga bbm bersubsidi tidak mengalami kenaikan.&quot;Sementara kalau pemerintah tidak menaikkan anggaran subsidi, harga bbm subsidi akan naik,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Piter menjelaskan bahwa untuk harga bbm yang tidak  bersubsidi akan mengalami kenaikan harga. Hal itu disebebkan karena  harga bbm tidak bersubsidi mengikuti harga minyak global.
&quot;Untuk harga minyak atau bbm yg tidak subsidi harga langsung naik mengikuti kenaikan harga minyak global,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terangkat USD2,11 atau 1,8%, menjadi USD119,72 per barel.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah USD2 atau 1,7% menjadi USD118,87 per barel. Untuk minggu ini, standar harga minyak mentah AS naik 3,3%, sementara Brent naik 3,6%, berdasarkan kontrak bulan depan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Peningkatan Produksi OPEC+

Direktur Riset Center of Reform On Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan bahwa naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih bergantung kepada kebijakan pemerintah.
Menurutnya, pilihan pemerintah saat ini antara beban defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau terjadi kenaikan inflasi.
BACA JUGA:Bun, Harga Minyak Kemasan Turun Lho Hari Ini

&quot;Bergantung pemerintah sendiri. Pilihannya antara beban defisit apbn atau inflasi,&quot; ujarnya dikutip, Sabtu (4/6/2022).
Menurut Piter, jika pemerintah memilih menjaga tingkat inflasi, maka resiko yang didapatkan adalah defisit apbn melebar,  tetapi harga bbm bersubsidi tidak mengalami kenaikan.&quot;Sementara kalau pemerintah tidak menaikkan anggaran subsidi, harga bbm subsidi akan naik,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Piter menjelaskan bahwa untuk harga bbm yang tidak  bersubsidi akan mengalami kenaikan harga. Hal itu disebebkan karena  harga bbm tidak bersubsidi mengikuti harga minyak global.
&quot;Untuk harga minyak atau bbm yg tidak subsidi harga langsung naik mengikuti kenaikan harga minyak global,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
