<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua Komisi VII Minta Pertamina Optimalkan Subsidi BBM Tepat Sasaran</title><description>Pertamina diminta mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605507/ketua-komisi-vii-minta-pertamina-optimalkan-subsidi-bbm-tepat-sasaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605507/ketua-komisi-vii-minta-pertamina-optimalkan-subsidi-bbm-tepat-sasaran"/><item><title>Ketua Komisi VII Minta Pertamina Optimalkan Subsidi BBM Tepat Sasaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605507/ketua-komisi-vii-minta-pertamina-optimalkan-subsidi-bbm-tepat-sasaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/320/2605507/ketua-komisi-vii-minta-pertamina-optimalkan-subsidi-bbm-tepat-sasaran</guid><pubDate>Sabtu 04 Juni 2022 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605507/ketua-komisi-vii-minta-pertamina-optimalkan-subsidi-bbm-tepat-sasaran-LgJyqCqa6g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR minta Pertamina optimalkan penyaluran BBM subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605507/ketua-komisi-vii-minta-pertamina-optimalkan-subsidi-bbm-tepat-sasaran-LgJyqCqa6g.jpg</image><title>DPR minta Pertamina optimalkan penyaluran BBM subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertamina diminta mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Optimalisasi BBM subsidi dilakukan melalui pengoperasian Lembaga Penyalur Program BBM Satu Harga dan Program One Village One Outlet (OVOO) untuk masyarakat sasaran.
Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menilai program tersebut merupakan implementasi perlindungan negara kepada rakyat melalui penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) subsidi.
BACA JUGA:Beli BBM Pertalite Bakal Dibatasi, Begini Mekanismenya

&quot;BBM dan LPG subsidi menunjukkan negara hadir untuk rakyat dan mewujudkan energi berkeadilan. Untuk itu, kami mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pertamina, termasuk memastikan keberlanjutan Program BBM Satu Harga dan OVOO,&amp;rdquo; kata Sugeng dikutip Sabtu (4/6/2022).
Menurutnya, Program BBM 1 Harga dan OVOO merupakan upaya Pemerintah dan Pertamina agar BBM dan LPG subsidi sampai ke seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke hingga pelosok. Dengan program tersebut, masyarakat bisa menikmati BBM dan LPG dengan harga yang sama dengan di Pulau Jawa.
&quot;Itu peran strategis negara melalui BUMN dan DPR selalu mendukung yang terbaik bagi rakyat,&quot; ujar Sugeng.
BACA JUGA:Shell Sudah Naikkan Harga, BBM Umum Pertamina Juga Bisa Dinaikan Agar Tak Rugi

Melalui Program BBM 1 Harga dan OVOO, tambahnya, Pertamina terus memperluas infrastruktur penyaluran BBM dan LPG Subsidi hingga ke seluruh pedesaan. Program tersebut juga akan meningkatkan keterjangkauan BBM dan LPG subsidi dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Terkait hal itu Komisi VII DPR akan mengawasi program tersebut. &amp;ldquo;Sesuai fungsi pengawasan, Komisi VII juga akan terus mengawasi penyaluran BBM dan LPG Subsidi tepat sasaran,&amp;rdquo; kata dia.
DPR, lanjut Sugeng, menyadari bahwa saat ini Pemerintah mengalami  beban sangat berat, terutama di tengah kondisi geopolitik yang berimbas  pada harga minyak dunia.
&quot;DPR telah menyetujui penambahan subsidi anggaran energi. Karena ini menjadi bagian penting bagi rakyat,&amp;rdquo; katanya.
Program BBM 1 Harga, yang sudah diterapkan sejak 2017 sebagai arahan  Presiden Joko Widodo. Saat ini, Program BBM 1 Harga tersebar di wilayah  terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di 112 kabupaten di Indonesia  sebanyak 328 lembaga penyalur.
Pada 2022 Pemerintah menargetkan 92 titik BBM 1 Harga dan progres  pembangunan saat ini telah berhasil dituntaskan sebanyak tujuh titik  tersebar di Kalimantan Barat (dua titik), Kalimantan Tengah (satu  titik), Sulawesi Utara (satu titik) dan Kepulauan Maluku (tiga titik).
Selain itu, sebanyak 65 titik BBM 1 Harga tengah dalam proses  pembangunan dan perizinan pemerintah daerah. Sementara itu Pertamina  telah mengembangkan 217.687 pangkalan LPG 3 kg yang tersebar di 61.801  desa. Melalui OVOO, Pertamina akan memastikan LPG Subsidi dapat  dinikmati masyarakat kecil di pedesaan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertamina diminta mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Optimalisasi BBM subsidi dilakukan melalui pengoperasian Lembaga Penyalur Program BBM Satu Harga dan Program One Village One Outlet (OVOO) untuk masyarakat sasaran.
Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menilai program tersebut merupakan implementasi perlindungan negara kepada rakyat melalui penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) subsidi.
BACA JUGA:Beli BBM Pertalite Bakal Dibatasi, Begini Mekanismenya

&quot;BBM dan LPG subsidi menunjukkan negara hadir untuk rakyat dan mewujudkan energi berkeadilan. Untuk itu, kami mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pertamina, termasuk memastikan keberlanjutan Program BBM Satu Harga dan OVOO,&amp;rdquo; kata Sugeng dikutip Sabtu (4/6/2022).
Menurutnya, Program BBM 1 Harga dan OVOO merupakan upaya Pemerintah dan Pertamina agar BBM dan LPG subsidi sampai ke seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke hingga pelosok. Dengan program tersebut, masyarakat bisa menikmati BBM dan LPG dengan harga yang sama dengan di Pulau Jawa.
&quot;Itu peran strategis negara melalui BUMN dan DPR selalu mendukung yang terbaik bagi rakyat,&quot; ujar Sugeng.
BACA JUGA:Shell Sudah Naikkan Harga, BBM Umum Pertamina Juga Bisa Dinaikan Agar Tak Rugi

Melalui Program BBM 1 Harga dan OVOO, tambahnya, Pertamina terus memperluas infrastruktur penyaluran BBM dan LPG Subsidi hingga ke seluruh pedesaan. Program tersebut juga akan meningkatkan keterjangkauan BBM dan LPG subsidi dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Terkait hal itu Komisi VII DPR akan mengawasi program tersebut. &amp;ldquo;Sesuai fungsi pengawasan, Komisi VII juga akan terus mengawasi penyaluran BBM dan LPG Subsidi tepat sasaran,&amp;rdquo; kata dia.
DPR, lanjut Sugeng, menyadari bahwa saat ini Pemerintah mengalami  beban sangat berat, terutama di tengah kondisi geopolitik yang berimbas  pada harga minyak dunia.
&quot;DPR telah menyetujui penambahan subsidi anggaran energi. Karena ini menjadi bagian penting bagi rakyat,&amp;rdquo; katanya.
Program BBM 1 Harga, yang sudah diterapkan sejak 2017 sebagai arahan  Presiden Joko Widodo. Saat ini, Program BBM 1 Harga tersebar di wilayah  terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di 112 kabupaten di Indonesia  sebanyak 328 lembaga penyalur.
Pada 2022 Pemerintah menargetkan 92 titik BBM 1 Harga dan progres  pembangunan saat ini telah berhasil dituntaskan sebanyak tujuh titik  tersebar di Kalimantan Barat (dua titik), Kalimantan Tengah (satu  titik), Sulawesi Utara (satu titik) dan Kepulauan Maluku (tiga titik).
Selain itu, sebanyak 65 titik BBM 1 Harga tengah dalam proses  pembangunan dan perizinan pemerintah daerah. Sementara itu Pertamina  telah mengembangkan 217.687 pangkalan LPG 3 kg yang tersebar di 61.801  desa. Melalui OVOO, Pertamina akan memastikan LPG Subsidi dapat  dinikmati masyarakat kecil di pedesaan.</content:encoded></item></channel></rss>
