<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan SPAM Wae Mese II Selesai, Pasok Kebutuhan Air Bersih Labuan Bajo</title><description>Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II telah selesai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/470/2605611/pembangunan-spam-wae-mese-ii-selesai-pasok-kebutuhan-air-bersih-labuan-bajo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/470/2605611/pembangunan-spam-wae-mese-ii-selesai-pasok-kebutuhan-air-bersih-labuan-bajo"/><item><title>Pembangunan SPAM Wae Mese II Selesai, Pasok Kebutuhan Air Bersih Labuan Bajo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/470/2605611/pembangunan-spam-wae-mese-ii-selesai-pasok-kebutuhan-air-bersih-labuan-bajo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/470/2605611/pembangunan-spam-wae-mese-ii-selesai-pasok-kebutuhan-air-bersih-labuan-bajo</guid><pubDate>Sabtu 04 Juni 2022 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/04/470/2605611/pembangunan-spam-wae-mese-ii-selesai-pasok-kebutuhan-air-bersih-labuan-bajo-BspsStwNaK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan SPAM Labuan Bajo selesai (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/04/470/2605611/pembangunan-spam-wae-mese-ii-selesai-pasok-kebutuhan-air-bersih-labuan-bajo-BspsStwNaK.jpg</image><title>Pembangunan SPAM Labuan Bajo selesai (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II telah selesai. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Labuan Bajo.
&amp;ldquo;Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN/DPSP direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (4/6/2022).
BACA JUGA:Bangun 5 SPAM Rp46,9 Miliar, Menteri Basuki Ingin Masyarakat Dapat Air Berkualitas 

Basuki mengatakan SPAM Wae Mese II dibangun dengan kapasitas 2 x 50 liter/detik.  Proyek yang mulai dikerjakan pada November 2020 ini telah selesai pada awal 2022.
&quot;Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan intake air baku, jaringan perpipaan transmisi air baku, sistem pengolahan air bersih dan reservoir distribusi. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Amarta Karya dengan nilai kontrak Rp105,05 miliar,&quot; katanya.
BACA JUGA:Proyek SPAM Jatiluhur Dimulai, Menteri PUPR: Kurangi Penggunaan Air Tanah Jakarta

Sumber air berasal dari Sungai Wae Mese dan akan dialirkan ke Reservoir Wae Mata yang berkapasitas 2.000 m3 untuk melayani lima reservoir, yaitu Reservoar Bappeda, Golokoe, Firdaus, Gua Cermin dan DPRD. SPAM Wae Mese II melengkapi SPAM Wae Mese yang sebelumnya telah dibangun dengan kapasitas 40 liter/detik.Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan  pembangunan SPAM Wae Mese bukan hanya untuk menyediakan air di bangunan  yang telah dibangun Kementerian PUPR saja, tetapi manfaatnya juga harus  dirasakan masyarakat setempat.
&amp;ldquo;Yang harus kita pahami, air di Provinsi NTT ini kan sulit. Maka itu,  selain untuk kawasan wisata kita juga bangunkan untuk masyarakat,&amp;rdquo; ujar  Diana.
Selain menyediakan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai  Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Nusa Tenggara Timur juga membangun  fasilitas sanitasi berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Labuan  Bajo dengan kapasitas 250 m3/hari. IPAL Labuan Bajo dibangun pada TA  2020-2021 dengan anggaran Rp11,3 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II telah selesai. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga Labuan Bajo.
&amp;ldquo;Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN/DPSP direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (4/6/2022).
BACA JUGA:Bangun 5 SPAM Rp46,9 Miliar, Menteri Basuki Ingin Masyarakat Dapat Air Berkualitas 

Basuki mengatakan SPAM Wae Mese II dibangun dengan kapasitas 2 x 50 liter/detik.  Proyek yang mulai dikerjakan pada November 2020 ini telah selesai pada awal 2022.
&quot;Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan intake air baku, jaringan perpipaan transmisi air baku, sistem pengolahan air bersih dan reservoir distribusi. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Amarta Karya dengan nilai kontrak Rp105,05 miliar,&quot; katanya.
BACA JUGA:Proyek SPAM Jatiluhur Dimulai, Menteri PUPR: Kurangi Penggunaan Air Tanah Jakarta

Sumber air berasal dari Sungai Wae Mese dan akan dialirkan ke Reservoir Wae Mata yang berkapasitas 2.000 m3 untuk melayani lima reservoir, yaitu Reservoar Bappeda, Golokoe, Firdaus, Gua Cermin dan DPRD. SPAM Wae Mese II melengkapi SPAM Wae Mese yang sebelumnya telah dibangun dengan kapasitas 40 liter/detik.Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan  pembangunan SPAM Wae Mese bukan hanya untuk menyediakan air di bangunan  yang telah dibangun Kementerian PUPR saja, tetapi manfaatnya juga harus  dirasakan masyarakat setempat.
&amp;ldquo;Yang harus kita pahami, air di Provinsi NTT ini kan sulit. Maka itu,  selain untuk kawasan wisata kita juga bangunkan untuk masyarakat,&amp;rdquo; ujar  Diana.
Selain menyediakan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai  Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Nusa Tenggara Timur juga membangun  fasilitas sanitasi berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Labuan  Bajo dengan kapasitas 250 m3/hari. IPAL Labuan Bajo dibangun pada TA  2020-2021 dengan anggaran Rp11,3 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
