<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Investasi Bodong Masih Berkeliaran, Literasi Masyarakat Rendah</title><description>Praktik investasi bodong masih marak di kalangan masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/622/2605619/penyebab-investasi-bodong-masih-berkeliaran-literasi-masyarakat-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/622/2605619/penyebab-investasi-bodong-masih-berkeliaran-literasi-masyarakat-rendah"/><item><title>Penyebab Investasi Bodong Masih Berkeliaran, Literasi Masyarakat Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/622/2605619/penyebab-investasi-bodong-masih-berkeliaran-literasi-masyarakat-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/04/622/2605619/penyebab-investasi-bodong-masih-berkeliaran-literasi-masyarakat-rendah</guid><pubDate>Sabtu 04 Juni 2022 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/04/622/2605619/penyebab-investasi-bodong-masih-berkeliaran-literasi-masyarakat-rendah-G5kjPZimaJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab investasi bodong berkeliaran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/04/622/2605619/penyebab-investasi-bodong-masih-berkeliaran-literasi-masyarakat-rendah-G5kjPZimaJ.jpg</image><title>Penyebab investasi bodong berkeliaran (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Praktik investasi bodong masih marak di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat tertipu investasi bodong karena masih kurangnya literasi keuangan.
BACA JUGA:Buluk Diduga Terlibat Investasi Bodong, Superglad Angkat Bicara

&amp;ldquo;Akses ke jasa keuangan besar, tetapi literasi keuangan belum begitu bagus, oleh karenanya masih banyak masyarakat yang tertipu investasi bodong. Itu karena memang literasi keuangan atau pengetahuan kita mengenai keuangan belum cukup bagus,&amp;rdquo; ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dikutip Sabtu (4/6/2022).
BACA JUGA:Satgas Hentikan 7 Perusahaan Investasi Bodong, Ini Daftarnya

Beberapa kasus investasi bodong sudah cukup banyak terjadi di Indonesia. Selama ini, masyarakat Indonesia juga sangat tergiur dengan keberhasilan yang dipertontonkan di muka umum. Seperti kasus Donny Salmanan dan Indra Kenz yang mempertontonkan kekayaan yang diperoleh dari investasi.
Kendati begitu, menurut data OJK, inklusi keuangan seperti  jasa atau pelayanan keuangan membaik dibanding sebelumnya, semisal secara nasional inklusi keuangan sudah mencapai 76%, tetapi literasi keuangan hanya 36%.&amp;ldquo;Apa yang kita hadapi saat ini adalah inklusi keuangan tinggi, namun  literasi keuangan masih perlu ditingkatkan. Janganlah bosan untuk  mengedukasi masyarakat mengenai literasi keuangan, mungkin bagi sebagian  orang diedukasi sekali langsung memahami, tetapi bagi yang lainnya  belum tentu langsung paham dan itu harus dilaksanakan secara simultan,&quot;  ujarnya.
Dengan meningkatnya literasi keuangan, kata dia, pada akhirnya dapat membantu daya tahan ekonomi Indonesia.</description><content:encoded>BANDUNG - Praktik investasi bodong masih marak di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat tertipu investasi bodong karena masih kurangnya literasi keuangan.
BACA JUGA:Buluk Diduga Terlibat Investasi Bodong, Superglad Angkat Bicara

&amp;ldquo;Akses ke jasa keuangan besar, tetapi literasi keuangan belum begitu bagus, oleh karenanya masih banyak masyarakat yang tertipu investasi bodong. Itu karena memang literasi keuangan atau pengetahuan kita mengenai keuangan belum cukup bagus,&amp;rdquo; ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dikutip Sabtu (4/6/2022).
BACA JUGA:Satgas Hentikan 7 Perusahaan Investasi Bodong, Ini Daftarnya

Beberapa kasus investasi bodong sudah cukup banyak terjadi di Indonesia. Selama ini, masyarakat Indonesia juga sangat tergiur dengan keberhasilan yang dipertontonkan di muka umum. Seperti kasus Donny Salmanan dan Indra Kenz yang mempertontonkan kekayaan yang diperoleh dari investasi.
Kendati begitu, menurut data OJK, inklusi keuangan seperti  jasa atau pelayanan keuangan membaik dibanding sebelumnya, semisal secara nasional inklusi keuangan sudah mencapai 76%, tetapi literasi keuangan hanya 36%.&amp;ldquo;Apa yang kita hadapi saat ini adalah inklusi keuangan tinggi, namun  literasi keuangan masih perlu ditingkatkan. Janganlah bosan untuk  mengedukasi masyarakat mengenai literasi keuangan, mungkin bagi sebagian  orang diedukasi sekali langsung memahami, tetapi bagi yang lainnya  belum tentu langsung paham dan itu harus dilaksanakan secara simultan,&quot;  ujarnya.
Dengan meningkatnya literasi keuangan, kata dia, pada akhirnya dapat membantu daya tahan ekonomi Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
