<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Pemerintah Rp109 Triliun ke PLN dan Pertamina Bakal Dilunasi?</title><description>Utang pemerintah ke PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dipastikan akan dibayar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/05/320/2605719/utang-pemerintah-rp109-triliun-ke-pln-dan-pertamina-bakal-dilunasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/05/320/2605719/utang-pemerintah-rp109-triliun-ke-pln-dan-pertamina-bakal-dilunasi"/><item><title>Utang Pemerintah Rp109 Triliun ke PLN dan Pertamina Bakal Dilunasi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/05/320/2605719/utang-pemerintah-rp109-triliun-ke-pln-dan-pertamina-bakal-dilunasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/05/320/2605719/utang-pemerintah-rp109-triliun-ke-pln-dan-pertamina-bakal-dilunasi</guid><pubDate>Minggu 05 Juni 2022 04:39 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605719/utang-pemerintah-rp109-triliun-ke-pln-dan-pertamina-bakal-dilunasi-Tw6gR9EIqL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir pastikan pemerintah bayar utang ke PLN dan Pertamina (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/04/320/2605719/utang-pemerintah-rp109-triliun-ke-pln-dan-pertamina-bakal-dilunasi-Tw6gR9EIqL.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir pastikan pemerintah bayar utang ke PLN dan Pertamina (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Utang pemerintah ke PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dipastikan akan dibayar. Hal ini diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir.
Pemerintah memiliki utang Rp109 triliun ke dua BUMN itu terkait kompensasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik periode 2020-2021.
BACA JUGA:Erick Thohir: Pertamina dan PLN Tidak Bangkrut!

&quot;Kompensasi Ibu Menkeu akan menjaga kekuatan PLN dan Pertamina, pasti menjaga daripada keuangan semaksimal mungkin. Karena kita menerima uang subsidi, dimana bisa bangkrut?,&quot; ungkap Erick saat ditemui di kawasan Hotel Bidakara, Jakarta, dikutip Sabtu (4/6/2022).
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kewajiban pemerintah yang harus dibayarkan kepada kedua perusahaan pelat merah itu hingga akhir 2021 lalu. Hanya saja, hingga kini pemerintah belum melunasi kewajibannya.&quot;Total dalam hal ini pemerintah memiliki kewajiban (utang) Rp109 triliun, ini sampai akhir 2021,&quot; ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani menjelaskan di tengah kenaikan harga energi global yang  menyebabkan kenaikan biaya produksi BBM dan listrik, pemerintah justru  menahan kenaikan harga BBM dan listrik dalam negeri. Langkah ini  mengharuskan pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara  (APBN) untuk memberikan kompensasi kepada kedua perseroan negara  tersebut.
Baca Selengkapnya: Erick Thohir Pastikan Sri Mulyani Bayar Utang Rp109 Triliun ke PLN dan Pertamina</description><content:encoded>JAKARTA - Utang pemerintah ke PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) dipastikan akan dibayar. Hal ini diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir.
Pemerintah memiliki utang Rp109 triliun ke dua BUMN itu terkait kompensasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik periode 2020-2021.
BACA JUGA:Erick Thohir: Pertamina dan PLN Tidak Bangkrut!

&quot;Kompensasi Ibu Menkeu akan menjaga kekuatan PLN dan Pertamina, pasti menjaga daripada keuangan semaksimal mungkin. Karena kita menerima uang subsidi, dimana bisa bangkrut?,&quot; ungkap Erick saat ditemui di kawasan Hotel Bidakara, Jakarta, dikutip Sabtu (4/6/2022).
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kewajiban pemerintah yang harus dibayarkan kepada kedua perusahaan pelat merah itu hingga akhir 2021 lalu. Hanya saja, hingga kini pemerintah belum melunasi kewajibannya.&quot;Total dalam hal ini pemerintah memiliki kewajiban (utang) Rp109 triliun, ini sampai akhir 2021,&quot; ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani menjelaskan di tengah kenaikan harga energi global yang  menyebabkan kenaikan biaya produksi BBM dan listrik, pemerintah justru  menahan kenaikan harga BBM dan listrik dalam negeri. Langkah ini  mengharuskan pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara  (APBN) untuk memberikan kompensasi kepada kedua perseroan negara  tersebut.
Baca Selengkapnya: Erick Thohir Pastikan Sri Mulyani Bayar Utang Rp109 Triliun ke PLN dan Pertamina</content:encoded></item></channel></rss>
