<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terbang ke Mesir, Sri Mulyani Promosikan Investasi di Indonesia</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembangunan sektor swasta dan iklim investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606425/terbang-ke-mesir-sri-mulyani-promosikan-investasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606425/terbang-ke-mesir-sri-mulyani-promosikan-investasi-di-indonesia"/><item><title>Terbang ke Mesir, Sri Mulyani Promosikan Investasi di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606425/terbang-ke-mesir-sri-mulyani-promosikan-investasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606425/terbang-ke-mesir-sri-mulyani-promosikan-investasi-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 06 Juni 2022 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/06/320/2606425/terbang-ke-mesir-sri-mulyani-promosikan-investasi-di-indonesia-raC0BrdSdZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/06/320/2606425/terbang-ke-mesir-sri-mulyani-promosikan-investasi-di-indonesia-raC0BrdSdZ.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembangunan sektor swasta dan iklim investasi sudah menjadi agenda pemerintah Indonesia bahkan sebelum adanya pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Indonesia sudah menempatkan bahwa iklim bisnis dan investasi sangat penting bagi kita. Karena itulah Presiden Joko Widodo banyak melakukan reformasi struktural,&amp;rdquo; ujar Sri  dalam Acara Sustainable Investing in Islamic Development Bank Member Countries di Mesir dikutip, Senin (6/6/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Pastikan Sri Mulyani Bayar Utang Rp109 Triliun ke PLN dan Pertamina

Pertama, dengan pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Sri menyatakan, UU Cipta Kerja mempermudah banyak kebijakan, regulasi, serta kemudahan untuk memulai bisnis di Indonesia.
Terlebih dengan adanya penyelenggaraan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang terintegrasi melalui one single submission.
&amp;ldquo;Jadi kami mengesahkan UU ini yang kami sebut UU penciptaan lapangan kerja. Penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan regulasi, dan penyediaan one single submission sehingga Usaha Kecil Menengah pun dapat dengan mudah mendaftar dan memulai usahanya. Itu sangat penting,&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:BLT UMKM Rp7,68 Triliun Masih Tunggu Anggaran dari Sri Mulyani

Kedua, dengan adanya lembaga pemerintah yang dibentuk untuk mengelola investasi di Indonesia. Menurut Sri, adanya lembaga pengelola investasi ini adalah sebagai jembatan antara investor dengan pihak swasta, terutama dalam hal risiko yang dihadapi.Indonesia, kata dia, benar-benar mengidentifikasi dan menggali risiko dan kendala bagi swasta untuk berinvestasi, khususnya di proyek infrastruktur.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, untuk Indonesia kami membuat Special Mission Vehicle seperti BUMN milik Kementerian Keuangan, dimana mereka menjadi partner yang dapat diandalkan bagi swasta yang ingin datang ke Indonesia dan belum yakin dan mereka perlu memiliki partner lokal yang bisa mereka percaya. Ini kami punya PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Bahkan untuk Indonesia, selain PT SMI, kami juga baru saja mendirikan Sovereign Wealth Fund yang kami sebut sebagai Indonesia Investment Authority,&amp;rdquo; tandas Sri.
Dengan demikian, dia mengatakan bahwa pemerintah memberikan peluang yang cukup besar bagi investor. &quot;Baik investor swasta kecil, menengah, domestik, maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia dengan nyaman yang dilengkapi kebijakan, regulasi, institusi, bahkan instrumen yang tepat,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembangunan sektor swasta dan iklim investasi sudah menjadi agenda pemerintah Indonesia bahkan sebelum adanya pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Indonesia sudah menempatkan bahwa iklim bisnis dan investasi sangat penting bagi kita. Karena itulah Presiden Joko Widodo banyak melakukan reformasi struktural,&amp;rdquo; ujar Sri  dalam Acara Sustainable Investing in Islamic Development Bank Member Countries di Mesir dikutip, Senin (6/6/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Pastikan Sri Mulyani Bayar Utang Rp109 Triliun ke PLN dan Pertamina

Pertama, dengan pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Sri menyatakan, UU Cipta Kerja mempermudah banyak kebijakan, regulasi, serta kemudahan untuk memulai bisnis di Indonesia.
Terlebih dengan adanya penyelenggaraan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang terintegrasi melalui one single submission.
&amp;ldquo;Jadi kami mengesahkan UU ini yang kami sebut UU penciptaan lapangan kerja. Penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan regulasi, dan penyediaan one single submission sehingga Usaha Kecil Menengah pun dapat dengan mudah mendaftar dan memulai usahanya. Itu sangat penting,&amp;rdquo; jelasnya.
BACA JUGA:BLT UMKM Rp7,68 Triliun Masih Tunggu Anggaran dari Sri Mulyani

Kedua, dengan adanya lembaga pemerintah yang dibentuk untuk mengelola investasi di Indonesia. Menurut Sri, adanya lembaga pengelola investasi ini adalah sebagai jembatan antara investor dengan pihak swasta, terutama dalam hal risiko yang dihadapi.Indonesia, kata dia, benar-benar mengidentifikasi dan menggali risiko dan kendala bagi swasta untuk berinvestasi, khususnya di proyek infrastruktur.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, untuk Indonesia kami membuat Special Mission Vehicle seperti BUMN milik Kementerian Keuangan, dimana mereka menjadi partner yang dapat diandalkan bagi swasta yang ingin datang ke Indonesia dan belum yakin dan mereka perlu memiliki partner lokal yang bisa mereka percaya. Ini kami punya PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Bahkan untuk Indonesia, selain PT SMI, kami juga baru saja mendirikan Sovereign Wealth Fund yang kami sebut sebagai Indonesia Investment Authority,&amp;rdquo; tandas Sri.
Dengan demikian, dia mengatakan bahwa pemerintah memberikan peluang yang cukup besar bagi investor. &quot;Baik investor swasta kecil, menengah, domestik, maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia dengan nyaman yang dilengkapi kebijakan, regulasi, institusi, bahkan instrumen yang tepat,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
