<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi-PM Anthony Albanese Bahas Perluasan Ekspor RI ke Australia</title><description>Presiden Joko Widodo menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606441/presiden-jokowi-pm-anthony-albanese-bahas-perluasan-ekspor-ri-ke-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606441/presiden-jokowi-pm-anthony-albanese-bahas-perluasan-ekspor-ri-ke-australia"/><item><title>Presiden Jokowi-PM Anthony Albanese Bahas Perluasan Ekspor RI ke Australia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606441/presiden-jokowi-pm-anthony-albanese-bahas-perluasan-ekspor-ri-ke-australia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606441/presiden-jokowi-pm-anthony-albanese-bahas-perluasan-ekspor-ri-ke-australia</guid><pubDate>Senin 06 Juni 2022 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/06/320/2606441/presiden-jokowi-pm-anthony-albanese-bahas-perluasan-ekspor-ri-ke-australia-0qMOp3PLiw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan PM Australia bahas perluasan akses ekspor (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/06/320/2606441/presiden-jokowi-pm-anthony-albanese-bahas-perluasan-ekspor-ri-ke-australia-0qMOp3PLiw.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan PM Australia bahas perluasan akses ekspor (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin 6 Juni 2022. Dalam kunjungan tersebut kedua pimpinan negara tersebut membahas kerja sama ekonomi salah satunya mengenai perluasan ekspor mobil CBU (completely built up).
&quot;Beberapa hal yang saya sampaikan, pertama, saya menyampaikan pentingnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia, misalnya otomotif. Ekspor perdana mobil CBU (completely built up) buatan Indonesia ke Australia telah dimulai di bulan Februari yang lalu dan saya mengharapkan akses ekspor seperti ini akan terus terbuka,&quot; ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/6/2022).
BACA JUGA:Tiket Candi Borobudur Segera Diputuskan Presiden Jokowi, Rp750.000 Belum Final

Jokowi juga mengharapkan implementasi Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA), terutama terkait kesempatan WNI (Warga Negara Indonesia) untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan, termasuk penambahan kuota Working Holiday Visa menjadi lima ribu peserta per tahun.
&quot;Yang ketiga, saya menyambut baik kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Pembukaan kampus Monash University di BSD diharapkan meningkatkan investasi Australia bagi pengembangan SDM (sumber daya manusia) berketerampilan tinggi di Indonesia. Saya juga mengapresiasi investasi Aspen Medical untuk membangun 23 rumah sakit dan 650 klinik di Provinsi Jawa Barat, senilai USD 1 miliar selama 20 tahun,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Usai Tanam Pohon Kamper, Jokowi dan PM Anthony Bersepeda di Istana Bogor 

Terkait ketahanan pangan, kata Jokowi, dirinya bersama PM Albanese membahas upaya menjaga keberlanjutan rantai pasok pangan, termasuk gandum, di tengah situasi dunia yang sangat sulit ini.
&quot;Kerja sama peningkatan kapasitas di bidang food processing, food innovation, dan rantai pasok, penting untuk diperkuat. Saya juga menekankan pentingnya MoU (Memorandum of Understanding) pertanian antara kedua negara segera diimplementasikan,&quot; katanya.Jokowi juga membahas penguatan kerja sama energi dan perubahan iklim.  Dirinya pun menyambut baik inisiatif PM Albanese terkait kemitraan  infrastruktur dan ketahanan iklim Republik Indonesia-Australia dengan  dana hibah awal sebesar AUD200 juta.
&quot;Saya juga menyambut baik komitmen investasi Fortescue Metals Group  di bidang hydropower dan geotermal senilai USD10 miliar, dan Sun Cable  di bidang energi senilai USD1,5 miliar,&quot; imbuhnya.
Sedangkan terkait isu kawasan dan dunia, Jokowi bersama PM Albanese  melakukan tukar pikiran mengenai perang di Ukraina, kerja sama  Indo-Pasifik dan penguatan kemitraan pembangunan di Pasifik.
&quot;Secara umum, saya menyampaikan kembali posisi konsisten Indonesia  bahwa hubungan baik kedua negara dapat memberikan kontribusi bagi  perdamaian dan kemakmuran kawasan. Untuk itu, prinsip-prinsip dan hukum  internasional harus dipatuhi secara konsisten. Strategic competition di  kawasan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya konflik  terbuka. Budaya damai dan strategic trust perlu terus diperkuat. Kita  juga sepakat untuk memperkuat kemitraan di Pasifik, terutama di bidang  iklim, perikanan, dan pertanian,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin 6 Juni 2022. Dalam kunjungan tersebut kedua pimpinan negara tersebut membahas kerja sama ekonomi salah satunya mengenai perluasan ekspor mobil CBU (completely built up).
&quot;Beberapa hal yang saya sampaikan, pertama, saya menyampaikan pentingnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia, misalnya otomotif. Ekspor perdana mobil CBU (completely built up) buatan Indonesia ke Australia telah dimulai di bulan Februari yang lalu dan saya mengharapkan akses ekspor seperti ini akan terus terbuka,&quot; ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/6/2022).
BACA JUGA:Tiket Candi Borobudur Segera Diputuskan Presiden Jokowi, Rp750.000 Belum Final

Jokowi juga mengharapkan implementasi Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA), terutama terkait kesempatan WNI (Warga Negara Indonesia) untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan, termasuk penambahan kuota Working Holiday Visa menjadi lima ribu peserta per tahun.
&quot;Yang ketiga, saya menyambut baik kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Pembukaan kampus Monash University di BSD diharapkan meningkatkan investasi Australia bagi pengembangan SDM (sumber daya manusia) berketerampilan tinggi di Indonesia. Saya juga mengapresiasi investasi Aspen Medical untuk membangun 23 rumah sakit dan 650 klinik di Provinsi Jawa Barat, senilai USD 1 miliar selama 20 tahun,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Usai Tanam Pohon Kamper, Jokowi dan PM Anthony Bersepeda di Istana Bogor 

Terkait ketahanan pangan, kata Jokowi, dirinya bersama PM Albanese membahas upaya menjaga keberlanjutan rantai pasok pangan, termasuk gandum, di tengah situasi dunia yang sangat sulit ini.
&quot;Kerja sama peningkatan kapasitas di bidang food processing, food innovation, dan rantai pasok, penting untuk diperkuat. Saya juga menekankan pentingnya MoU (Memorandum of Understanding) pertanian antara kedua negara segera diimplementasikan,&quot; katanya.Jokowi juga membahas penguatan kerja sama energi dan perubahan iklim.  Dirinya pun menyambut baik inisiatif PM Albanese terkait kemitraan  infrastruktur dan ketahanan iklim Republik Indonesia-Australia dengan  dana hibah awal sebesar AUD200 juta.
&quot;Saya juga menyambut baik komitmen investasi Fortescue Metals Group  di bidang hydropower dan geotermal senilai USD10 miliar, dan Sun Cable  di bidang energi senilai USD1,5 miliar,&quot; imbuhnya.
Sedangkan terkait isu kawasan dan dunia, Jokowi bersama PM Albanese  melakukan tukar pikiran mengenai perang di Ukraina, kerja sama  Indo-Pasifik dan penguatan kemitraan pembangunan di Pasifik.
&quot;Secara umum, saya menyampaikan kembali posisi konsisten Indonesia  bahwa hubungan baik kedua negara dapat memberikan kontribusi bagi  perdamaian dan kemakmuran kawasan. Untuk itu, prinsip-prinsip dan hukum  internasional harus dipatuhi secara konsisten. Strategic competition di  kawasan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya konflik  terbuka. Budaya damai dan strategic trust perlu terus diperkuat. Kita  juga sepakat untuk memperkuat kemitraan di Pasifik, terutama di bidang  iklim, perikanan, dan pertanian,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
