<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tiket Naik Candi Borobudur Rp750 Ribu, Triawan Munaf Singgung Perilaku Wisatawan Tak Pantas</title><description>Harga tiket naik Candi Borobudur akan ditetapkan sebesar Rp750 ribu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606711/tiket-naik-candi-borobudur-rp750-ribu-triawan-munaf-singgung-perilaku-wisatawan-tak-pantas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606711/tiket-naik-candi-borobudur-rp750-ribu-triawan-munaf-singgung-perilaku-wisatawan-tak-pantas"/><item><title>Tiket Naik Candi Borobudur Rp750 Ribu, Triawan Munaf Singgung Perilaku Wisatawan Tak Pantas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606711/tiket-naik-candi-borobudur-rp750-ribu-triawan-munaf-singgung-perilaku-wisatawan-tak-pantas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/06/320/2606711/tiket-naik-candi-borobudur-rp750-ribu-triawan-munaf-singgung-perilaku-wisatawan-tak-pantas</guid><pubDate>Senin 06 Juni 2022 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/06/320/2606711/tiket-naik-candi-borobudur-rp750-ribu-triawan-munaf-singgung-perilaku-wisatawan-tak-pantas-UOWe3ImacK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiket naik candi borobudur Rp750 ribu (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/06/320/2606711/tiket-naik-candi-borobudur-rp750-ribu-triawan-munaf-singgung-perilaku-wisatawan-tak-pantas-UOWe3ImacK.jpg</image><title>Tiket naik candi borobudur Rp750 ribu (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga tiket naik Candi Borobudur akan ditetapkan sebesar Rp750 ribu. Membahas kenaikan tiket ini, Mantan Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf justru menyinggung perilaku wisatawan Candi Borobudur yang  tidak mengindahkan petunjuk larangan terkait aturan tidak boleh menduduki area stupa (candi).
Bahkan  secara terang-terangan ia menuliskan bahwa  proporsi dari populasi buta huruf di Indonesia masih tinggi. Hal itu terlihat dari unggahan di media sosial instagram pribadinya @triawanmunaf.
BACA JUGA:Sandiaga: Candi Borobudur Ikon Sejarah yang Harus Dijaga Sebagai Keutuhan Kesatuan!

&quot;Jangan-jangan prevalensi BUTA HURUF di negeri ini masih tinggi (atau Buta Hati),&quot; tulis Triawan Munaf dalam unggahannya, dikutip Senin (6/6/2022).
Dalam postingannya tersebut terlihat pengunjung Candi Borobudur  yang sedang santai duduk di atas stupa, bahkan ada yang memanjat hingga atas stupa.
BACA JUGA:Tiket ke Candi Borobudur Rp750.000, YLKI: Tidak Perlu dengan Tarif Selangit!

Padahal pada area stupa tersebut sudah tulisan aturan yang menyatakan 'Dilarang Duduk Pada Stupa' atau 'Dilarang Memanjat Stupa', tapi pengunjung tetap tidak mengindahkan aturan tersebut.Foto tersebut merupakan postingan ulang (repost) dari akun  @sarifebriane. Triawan kemudian me-repost caption akun tersebut yang  menyebut, orang awam kerap hanya sadar atau tahu soal daya rusak  industri ekstraksi, tapi silap jika industri pariwisata juga punya  potensi daya rusak yang tinggi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko  Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan harga tiket masuk Candi  Borobudur untuk turis lokal sebesar Rp750 ribu, sedangkan wisatawan  mancanegara sebesar USD100 atau setara Rp1,4 juta.
Luhut mengatakan, penetapan harga tiket masuk Candi borobudur sebesar  Rp750.000 perlu dilakukan untuk membatasi jumlah kunjungan. Ia  menargetkan, dengan tiket masuk Borobudur yang baru, jumlah kunjungan  wisatawan ke candi Budha itu 1.200 orang per hari.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga tiket naik Candi Borobudur akan ditetapkan sebesar Rp750 ribu. Membahas kenaikan tiket ini, Mantan Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf justru menyinggung perilaku wisatawan Candi Borobudur yang  tidak mengindahkan petunjuk larangan terkait aturan tidak boleh menduduki area stupa (candi).
Bahkan  secara terang-terangan ia menuliskan bahwa  proporsi dari populasi buta huruf di Indonesia masih tinggi. Hal itu terlihat dari unggahan di media sosial instagram pribadinya @triawanmunaf.
BACA JUGA:Sandiaga: Candi Borobudur Ikon Sejarah yang Harus Dijaga Sebagai Keutuhan Kesatuan!

&quot;Jangan-jangan prevalensi BUTA HURUF di negeri ini masih tinggi (atau Buta Hati),&quot; tulis Triawan Munaf dalam unggahannya, dikutip Senin (6/6/2022).
Dalam postingannya tersebut terlihat pengunjung Candi Borobudur  yang sedang santai duduk di atas stupa, bahkan ada yang memanjat hingga atas stupa.
BACA JUGA:Tiket ke Candi Borobudur Rp750.000, YLKI: Tidak Perlu dengan Tarif Selangit!

Padahal pada area stupa tersebut sudah tulisan aturan yang menyatakan 'Dilarang Duduk Pada Stupa' atau 'Dilarang Memanjat Stupa', tapi pengunjung tetap tidak mengindahkan aturan tersebut.Foto tersebut merupakan postingan ulang (repost) dari akun  @sarifebriane. Triawan kemudian me-repost caption akun tersebut yang  menyebut, orang awam kerap hanya sadar atau tahu soal daya rusak  industri ekstraksi, tapi silap jika industri pariwisata juga punya  potensi daya rusak yang tinggi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko  Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan harga tiket masuk Candi  Borobudur untuk turis lokal sebesar Rp750 ribu, sedangkan wisatawan  mancanegara sebesar USD100 atau setara Rp1,4 juta.
Luhut mengatakan, penetapan harga tiket masuk Candi borobudur sebesar  Rp750.000 perlu dilakukan untuk membatasi jumlah kunjungan. Ia  menargetkan, dengan tiket masuk Borobudur yang baru, jumlah kunjungan  wisatawan ke candi Budha itu 1.200 orang per hari.</content:encoded></item></channel></rss>
