<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pabrik Tutup, Petani Buang Sawit karena Busuk</title><description>Petani sawit sengaja membiarkan buah sawit mereka membusuk di batang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/320/2607022/pabrik-tutup-petani-buang-sawit-karena-busuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/320/2607022/pabrik-tutup-petani-buang-sawit-karena-busuk"/><item><title>Pabrik Tutup, Petani Buang Sawit karena Busuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/320/2607022/pabrik-tutup-petani-buang-sawit-karena-busuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/320/2607022/pabrik-tutup-petani-buang-sawit-karena-busuk</guid><pubDate>Selasa 07 Juni 2022 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/07/320/2607022/pabrik-tutup-petani-buang-sawit-karena-busuk-cvN6ea8wgk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani sengaja membiarkan buah sawit membusuk di pohon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/07/320/2607022/pabrik-tutup-petani-buang-sawit-karena-busuk-cvN6ea8wgk.jpg</image><title>Petani sengaja membiarkan buah sawit membusuk di pohon (Foto: Okezone)</title></images><description>BENGKULU - Petani sawit sengaja membiarkan buah sawit mereka membusuk di batang. Pasalnya, sejak sebulan terakhir pabrik di daerah itu tidak membeli TBS milik petani.
Di tambah harga TBS tertinggi per kilo Rp1.880, dan Rp1.600 per kilo dengan harga terendah. Salah satu petani sawit di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Bahrun mengatakan, sudah satu bulan terakhir buah sakit di kebun miliknya tidak di panen.
BACA JUGA:Ekspor CPO Dibuka, Nasib Petani Sawit Aman?

Bahkan, kata Bahrun, TBS yang ada di kebun miliknya seluas 6 Hektare (Ha), dibiarkan membusuk di batang dan jatuh.
Alasan Bahrun, harga sawit di daerahnya belum stabil, belum lagi pabrik yang ada di daerah mereka tidak menerima buah sakit dari petani, lantaran tangki penampungan Crude Palm Oil (CPO) milik pabrik sudah penuh.
BACA JUGA:Ekspor CPO RI Kembali Dibuka, Petani Sawit: Terima Kasih Presiden Jokowi

&quot;Sudah satu bulan ini saya tidak ada panen. Buah sawit di kebun saya dibiarkan membusuk,&quot; kata Bahrun, Selasa (7/6/2022).Bahrun mengakui, petani di daerahnya memang banyak menunda panen.  Alasan mereka, lanjut Bahrun, sama. Biaya panen buah sawit di kebun  tidak setara dengan harga jual di tambah pabrik tutup.
Harga buah sawit, kata Bahrun, idealnya Rp3.000 per kilo. Harga itu untuk menutupi biaya racun, biaya panen dan biaya pupuk.
&quot;Saya berharap pemerintah dapat menstabilkan harga TBS,&quot; harap Bahrun.</description><content:encoded>BENGKULU - Petani sawit sengaja membiarkan buah sawit mereka membusuk di batang. Pasalnya, sejak sebulan terakhir pabrik di daerah itu tidak membeli TBS milik petani.
Di tambah harga TBS tertinggi per kilo Rp1.880, dan Rp1.600 per kilo dengan harga terendah. Salah satu petani sawit di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Bahrun mengatakan, sudah satu bulan terakhir buah sakit di kebun miliknya tidak di panen.
BACA JUGA:Ekspor CPO Dibuka, Nasib Petani Sawit Aman?

Bahkan, kata Bahrun, TBS yang ada di kebun miliknya seluas 6 Hektare (Ha), dibiarkan membusuk di batang dan jatuh.
Alasan Bahrun, harga sawit di daerahnya belum stabil, belum lagi pabrik yang ada di daerah mereka tidak menerima buah sakit dari petani, lantaran tangki penampungan Crude Palm Oil (CPO) milik pabrik sudah penuh.
BACA JUGA:Ekspor CPO RI Kembali Dibuka, Petani Sawit: Terima Kasih Presiden Jokowi

&quot;Sudah satu bulan ini saya tidak ada panen. Buah sawit di kebun saya dibiarkan membusuk,&quot; kata Bahrun, Selasa (7/6/2022).Bahrun mengakui, petani di daerahnya memang banyak menunda panen.  Alasan mereka, lanjut Bahrun, sama. Biaya panen buah sawit di kebun  tidak setara dengan harga jual di tambah pabrik tutup.
Harga buah sawit, kata Bahrun, idealnya Rp3.000 per kilo. Harga itu untuk menutupi biaya racun, biaya panen dan biaya pupuk.
&quot;Saya berharap pemerintah dapat menstabilkan harga TBS,&quot; harap Bahrun.</content:encoded></item></channel></rss>
