<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diprotes Perbankan Soal Pengecekan Sertifikat Tanah Lama, Begini Alasan Sofyan Djalil</title><description>Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengaku mendapat aduan dari  kalangan perbankan karena proses pengecekan sertifikat tanah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/470/2607341/diprotes-perbankan-soal-pengecekan-sertifikat-tanah-lama-begini-alasan-sofyan-djalil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/470/2607341/diprotes-perbankan-soal-pengecekan-sertifikat-tanah-lama-begini-alasan-sofyan-djalil"/><item><title>Diprotes Perbankan Soal Pengecekan Sertifikat Tanah Lama, Begini Alasan Sofyan Djalil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/470/2607341/diprotes-perbankan-soal-pengecekan-sertifikat-tanah-lama-begini-alasan-sofyan-djalil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/07/470/2607341/diprotes-perbankan-soal-pengecekan-sertifikat-tanah-lama-begini-alasan-sofyan-djalil</guid><pubDate>Selasa 07 Juni 2022 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/07/470/2607341/diprotes-perbankan-soal-pengecekan-sertifikat-tanah-lama-begini-alasan-sofyan-djalil-NnM5RhnOQw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ATR Sofyan Djalil diprotes bank gegara sertifikat tanah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/07/470/2607341/diprotes-perbankan-soal-pengecekan-sertifikat-tanah-lama-begini-alasan-sofyan-djalil-NnM5RhnOQw.jpg</image><title>Menteri ATR Sofyan Djalil diprotes bank gegara sertifikat tanah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengaku mendapat aduan dari kalangan perbankan karena proses pengecekan sertifikat tanah yang dinilai cukup lama.
Pengecekan lama dikarenakan sedang ada perbaikan sistem layanan maupun beberapa layanan yang berubah ke sistem digital. Salah satunya adalah pengecekan sertifikat.
BACA JUGA:8 Juta Sertifikat Tanah Disekolahkan, Menteri ATR: Dampak Ekonominya Luar Biasa

&quot;Ini yang menjadi kelambatan, tapi sebetulnya gini, ini dalam rangka kita memperbaiki layanan, supaya ada kepastian hukum, jangan sampai nanti sertifikat yang digadaikan ada masalah,&quot; ujar Sofyan Djalil dalam konferensi persnya, Selasa (7/6/2022).
Menurutnya di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat, perlu juga dilakukan penyesuaian layanan-layanan yang ada di kantor pertanahan. Tujuannya agar ke depan masyarakat bisa lebih mudah untuk menggunakan layanan tersebut dan lebih transparan.
BACA JUGA:BPN Bantah Tudingan 12 Ribu Sertifikat Tanah Fiktif

&quot;Perlu kita improv, pertama untuk meningkatkan disiplin, selama ini kita akui saat ini masih banyak PPAT yang tidak disiplin dan juga orang BPN yang tidak disiplin,&quot; kata Sofyan Djalil.Melalui perbaikan sistem tersebut, Sofyan Djalil berharap bisa lebih  meningkat kedisiplinan para pegawai. Sehingga masyarakat bisa  mendapatkan masyarakat bisa mendapatkan sertifikat hanya dengan  kepastian hukum yang tinggi.
&quot;Mudah-mudahan ke depan sudah tidak ada masalah, kan kredit ini juga  tidak ada masalah, yang masalah waktu menagih, kalau mau nagih tidak  ada, mau lelang sertifikatnya bodong, itu baru masalah,&quot; sambung Sofyan  Djalil.
&quot;Tujuannya adalah supaya semua sertifikat yang di cek, dan nanti jadi  jaminan di perbankan itu bisa dipertanggungjawabkan, sebagaimana  harapan kita semua,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengaku mendapat aduan dari kalangan perbankan karena proses pengecekan sertifikat tanah yang dinilai cukup lama.
Pengecekan lama dikarenakan sedang ada perbaikan sistem layanan maupun beberapa layanan yang berubah ke sistem digital. Salah satunya adalah pengecekan sertifikat.
BACA JUGA:8 Juta Sertifikat Tanah Disekolahkan, Menteri ATR: Dampak Ekonominya Luar Biasa

&quot;Ini yang menjadi kelambatan, tapi sebetulnya gini, ini dalam rangka kita memperbaiki layanan, supaya ada kepastian hukum, jangan sampai nanti sertifikat yang digadaikan ada masalah,&quot; ujar Sofyan Djalil dalam konferensi persnya, Selasa (7/6/2022).
Menurutnya di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat, perlu juga dilakukan penyesuaian layanan-layanan yang ada di kantor pertanahan. Tujuannya agar ke depan masyarakat bisa lebih mudah untuk menggunakan layanan tersebut dan lebih transparan.
BACA JUGA:BPN Bantah Tudingan 12 Ribu Sertifikat Tanah Fiktif

&quot;Perlu kita improv, pertama untuk meningkatkan disiplin, selama ini kita akui saat ini masih banyak PPAT yang tidak disiplin dan juga orang BPN yang tidak disiplin,&quot; kata Sofyan Djalil.Melalui perbaikan sistem tersebut, Sofyan Djalil berharap bisa lebih  meningkat kedisiplinan para pegawai. Sehingga masyarakat bisa  mendapatkan masyarakat bisa mendapatkan sertifikat hanya dengan  kepastian hukum yang tinggi.
&quot;Mudah-mudahan ke depan sudah tidak ada masalah, kan kredit ini juga  tidak ada masalah, yang masalah waktu menagih, kalau mau nagih tidak  ada, mau lelang sertifikatnya bodong, itu baru masalah,&quot; sambung Sofyan  Djalil.
&quot;Tujuannya adalah supaya semua sertifikat yang di cek, dan nanti jadi  jaminan di perbankan itu bisa dipertanggungjawabkan, sebagaimana  harapan kita semua,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
