<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Sebut 106 Perusahaan Bakal Go Public, Nilainya Rp84 Triliun</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 106 perusahaan berencana  melakukan menggalang dana (fundraising) di pasar modal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/278/2607863/bei-sebut-106-perusahaan-bakal-go-public-nilainya-rp84-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/278/2607863/bei-sebut-106-perusahaan-bakal-go-public-nilainya-rp84-triliun"/><item><title>BEI Sebut 106 Perusahaan Bakal Go Public, Nilainya Rp84 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/278/2607863/bei-sebut-106-perusahaan-bakal-go-public-nilainya-rp84-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/278/2607863/bei-sebut-106-perusahaan-bakal-go-public-nilainya-rp84-triliun</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/278/2607863/bei-sebut-106-perusahaan-bakal-go-public-nilainya-rp84-triliun-YDpJ9Lddbu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren go public di pasar modal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/278/2607863/bei-sebut-106-perusahaan-bakal-go-public-nilainya-rp84-triliun-YDpJ9Lddbu.jpg</image><title>Tren go public di pasar modal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 106 perusahaan berencana melakukan menggalang dana (fundraising) di pasar modal. Penggalangan dana dilakukan melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), right issue dan obligasi senilai total Rp84 triliun.
&amp;rdquo;Hingga 6 Juni 2022 terdapat 43 perusahaan yang telah masuk dalam pipeline pencatatan saham (IPO) BEI dengan total dana yang direncanakan Rp14,1 triliun,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna di Jakarta.
BACA JUGA:BEI Pantau Saham BMSR hingga DIGI, Kenapa?

Secara terinci 43 perusahaan ini berasal dari berbagai sektor yakni tiga perusahaan dari sektor basic materials, tiga perusahaan dari sektor industrials, empat perusahaan dari sektor transportation &amp;amp; logistic, sembilan perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, delapan perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dua perusahaan dari sektor technology, dua perusahaan dari sektor healthcare, tiga perusahaan dari sektor energi, empat perusahaan dari sektor properties &amp;amp; real estate dan lima perusahaan dari sektor infrastructures.
BACA JUGA:BEI Gembok Perdagangan Efek Intraco Penta (INTA)

Sedangkan untuk right issue, sampai 3 Juni 2022 terdapat 33 perusahaan dengan perkiraan dana yang akan dihimpun sebesar Rp25,2 triliun. Adapun, pipeline pencatatan efek bersifat utang dan sukuk di BEI terdapat 36 emisi yang rencananya akan diterbitkan oleh 30 perusahaan dengan perkiraan total dana yang akan dihimpun Rp44,9 triliun.Perinciannya 17 perusahaan dari sektor financials, tiga perusahaan  dari sektor infrastructures, satu perusahaan dari sektor consumer  non-cyclicals, dua perusahaan dari sektor properties &amp;amp; real estate,  tiga perusahaan dari sektor industrials, dua perusahaan dari sektor  basic materials, satu perusahaan dari sektor transportation &amp;amp;  logistic dan satu perusahaan dari sektor energi.
&quot;Sampai 3 Juni 2022, jumlah perusahaan maupun nilai fundraising yang  berada pada pipeline pencatatan saham, efek bersifat utang dan sukuk  mengalami peningkatan secara rata-rata sekitar 50% dibandingkan dengan  periode yang sama tahun sebelumnya,&quot; jelasnya.
Berdasarkan catatan BEI, pada 3 Juni 2022, jumlah perusahaan yang  berada pada pipeline pencatatan saham merupakan yang tertinggi dalam 3  tahun terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 106 perusahaan berencana melakukan menggalang dana (fundraising) di pasar modal. Penggalangan dana dilakukan melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), right issue dan obligasi senilai total Rp84 triliun.
&amp;rdquo;Hingga 6 Juni 2022 terdapat 43 perusahaan yang telah masuk dalam pipeline pencatatan saham (IPO) BEI dengan total dana yang direncanakan Rp14,1 triliun,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna di Jakarta.
BACA JUGA:BEI Pantau Saham BMSR hingga DIGI, Kenapa?

Secara terinci 43 perusahaan ini berasal dari berbagai sektor yakni tiga perusahaan dari sektor basic materials, tiga perusahaan dari sektor industrials, empat perusahaan dari sektor transportation &amp;amp; logistic, sembilan perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, delapan perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dua perusahaan dari sektor technology, dua perusahaan dari sektor healthcare, tiga perusahaan dari sektor energi, empat perusahaan dari sektor properties &amp;amp; real estate dan lima perusahaan dari sektor infrastructures.
BACA JUGA:BEI Gembok Perdagangan Efek Intraco Penta (INTA)

Sedangkan untuk right issue, sampai 3 Juni 2022 terdapat 33 perusahaan dengan perkiraan dana yang akan dihimpun sebesar Rp25,2 triliun. Adapun, pipeline pencatatan efek bersifat utang dan sukuk di BEI terdapat 36 emisi yang rencananya akan diterbitkan oleh 30 perusahaan dengan perkiraan total dana yang akan dihimpun Rp44,9 triliun.Perinciannya 17 perusahaan dari sektor financials, tiga perusahaan  dari sektor infrastructures, satu perusahaan dari sektor consumer  non-cyclicals, dua perusahaan dari sektor properties &amp;amp; real estate,  tiga perusahaan dari sektor industrials, dua perusahaan dari sektor  basic materials, satu perusahaan dari sektor transportation &amp;amp;  logistic dan satu perusahaan dari sektor energi.
&quot;Sampai 3 Juni 2022, jumlah perusahaan maupun nilai fundraising yang  berada pada pipeline pencatatan saham, efek bersifat utang dan sukuk  mengalami peningkatan secara rata-rata sekitar 50% dibandingkan dengan  periode yang sama tahun sebelumnya,&quot; jelasnya.
Berdasarkan catatan BEI, pada 3 Juni 2022, jumlah perusahaan yang  berada pada pipeline pencatatan saham merupakan yang tertinggi dalam 3  tahun terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
