<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disinggung DPR soal Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Jawaban Menhub</title><description>Budi Karya Sumadi merespon kritikan sejumlah anggota DPR soal meningkatnya harga tiket pesawat yang melambung tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607616/disinggung-dpr-soal-harga-tiket-pesawat-mahal-ini-jawaban-menhub</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607616/disinggung-dpr-soal-harga-tiket-pesawat-mahal-ini-jawaban-menhub"/><item><title>Disinggung DPR soal Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Jawaban Menhub</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607616/disinggung-dpr-soal-harga-tiket-pesawat-mahal-ini-jawaban-menhub</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607616/disinggung-dpr-soal-harga-tiket-pesawat-mahal-ini-jawaban-menhub</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 09:46 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607616/disinggung-dpr-soal-harga-tiket-pesawat-mahal-ini-jawaban-menhub-qfferl9Gig.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607616/disinggung-dpr-soal-harga-tiket-pesawat-mahal-ini-jawaban-menhub-qfferl9Gig.jpeg</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merespon kritikan sejumlah anggota DPR soal meningkatnya harga tiket pesawat yang melambung tinggi.
Dia menyebut, terdapat sejumlah faktor yang membuat harga tiket pesawat mahal yakni jumlah pesawat yang terbatas dan kenaikan harga avtur.
&amp;ldquo;Jadi yang membuat harga tiket pesawat mahal yakni jumlah pesawat yang terbatas dan kenaikan harga bahan bakar (avtur), sehingga menyebabkan kerugian bagi maskapai penerbangan Tanah Air,&amp;rdquo; kata Menhub, Rabu (8/6/2022).
BACA JUGA:Di DPR, Kemenhub Beberkan Proyek-Proyek Infrastruktur di 2023

Dengan begitu, Kementerian Perhubungan berencana  memaksimalkan okupansi maskapai penerbangan yang saat ini dinilai masih rendah. Di mana beberapa tempat okupansinya masih di bawah 50 persen.
&quot;Dengan begitu perusahaan penerbangan rugi, karena itu kita kerja sama dengan Pemda untuk memberikan suatu sharing dengan block seat, sehingga minimal jumlah dari penjualan itu 60 persen,&quot; tambahnya.
Dia menyatakan jika penjualan tiket di atas 60 persen, maka tingkat kemungkinan mereka akan tetap eksis dengan tarif yang lebih terjangkau bisa terjadi.
BACA JUGA:Stasiun Gambir Layani Naik Turun Penumpang KRL, KAI: Kami Koordinasi dengan Kemenhub

&amp;ldquo;Dengan kebijakan block seat atau sistem pemesanan tiket terlebih dahulu ke pihak maskapai, maka okupansi pesawat menjadi di atas 60 persen,&amp;rdquo; urainya.&quot;Block seat akan dipakai oleh pegawai Pemda atau relasi dan sebagainya. Nah kalau ada satu tingkat kepastian okupansi itu tercapai, maka tarif dari angkutan udara itu bisa lebih terjangkau,&quot; tandasnya.
Sebelunnya, Anggota Komisi V DPR Irwan mengatakan tiket pesawat rute domestik dan rute internasional sudah hampir sebanding. Menurut dia, harga tiket saat ini menyulitkan masyarakat yang memilih pesawat sebagai moda transportasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merespon kritikan sejumlah anggota DPR soal meningkatnya harga tiket pesawat yang melambung tinggi.
Dia menyebut, terdapat sejumlah faktor yang membuat harga tiket pesawat mahal yakni jumlah pesawat yang terbatas dan kenaikan harga avtur.
&amp;ldquo;Jadi yang membuat harga tiket pesawat mahal yakni jumlah pesawat yang terbatas dan kenaikan harga bahan bakar (avtur), sehingga menyebabkan kerugian bagi maskapai penerbangan Tanah Air,&amp;rdquo; kata Menhub, Rabu (8/6/2022).
BACA JUGA:Di DPR, Kemenhub Beberkan Proyek-Proyek Infrastruktur di 2023

Dengan begitu, Kementerian Perhubungan berencana  memaksimalkan okupansi maskapai penerbangan yang saat ini dinilai masih rendah. Di mana beberapa tempat okupansinya masih di bawah 50 persen.
&quot;Dengan begitu perusahaan penerbangan rugi, karena itu kita kerja sama dengan Pemda untuk memberikan suatu sharing dengan block seat, sehingga minimal jumlah dari penjualan itu 60 persen,&quot; tambahnya.
Dia menyatakan jika penjualan tiket di atas 60 persen, maka tingkat kemungkinan mereka akan tetap eksis dengan tarif yang lebih terjangkau bisa terjadi.
BACA JUGA:Stasiun Gambir Layani Naik Turun Penumpang KRL, KAI: Kami Koordinasi dengan Kemenhub

&amp;ldquo;Dengan kebijakan block seat atau sistem pemesanan tiket terlebih dahulu ke pihak maskapai, maka okupansi pesawat menjadi di atas 60 persen,&amp;rdquo; urainya.&quot;Block seat akan dipakai oleh pegawai Pemda atau relasi dan sebagainya. Nah kalau ada satu tingkat kepastian okupansi itu tercapai, maka tarif dari angkutan udara itu bisa lebih terjangkau,&quot; tandasnya.
Sebelunnya, Anggota Komisi V DPR Irwan mengatakan tiket pesawat rute domestik dan rute internasional sudah hampir sebanding. Menurut dia, harga tiket saat ini menyulitkan masyarakat yang memilih pesawat sebagai moda transportasi.</content:encoded></item></channel></rss>
