<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Minta Anggaran Rp73 Triliun pada 2023, DPR Setuju?</title><description>Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya berupaya mengintensifkan pendanaan kreatif non APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607624/menhub-minta-anggaran-rp73-triliun-pada-2023-dpr-setuju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607624/menhub-minta-anggaran-rp73-triliun-pada-2023-dpr-setuju"/><item><title>Menhub Minta Anggaran Rp73 Triliun pada 2023, DPR Setuju?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607624/menhub-minta-anggaran-rp73-triliun-pada-2023-dpr-setuju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607624/menhub-minta-anggaran-rp73-triliun-pada-2023-dpr-setuju</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607624/menhub-minta-anggaran-rp73-triliun-pada-2023-dpr-setuju-0O0euouETW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607624/menhub-minta-anggaran-rp73-triliun-pada-2023-dpr-setuju-0O0euouETW.jpg</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya berupaya mengintensifkan pendanaan kreatif non APBN dan menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur transportasi nasional.
Menurutnya upaya tersebut perlu dilakukan, agar konektivitas antar wilayah di Indonesia dapat terus berjalan di tengah keterbatasan fiskal negara.
BACA JUGA:Disinggung DPR soal Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Jawaban Menhub

&amp;ldquo;Pada tahun 2023, untuk pagu kebutuhan anggaran Kemenhub telah mendapai sebesar Rp73,8 triliun, sementara pagu indikatif yang dialokasikan sebesar Rp33,02 triliun atau terdapat selisih/gap sebesar Rp40,78 triliun,&amp;rdquo; kata Menhub dalam keterangan resmi, Rabu (8/6/2022).
Menhub mengatakan, sampai saat ini peran swasta baik nasional maupun internasional dalam pembangunan infrastruktur transportasi makin baik. Upaya membuka peluang kerja sama internasional dengan sejumlah negara telah dilakukan seperti dengan Jepang, Korea, dan sejumlah negara di eropa.
BACA JUGA:Di DPR, Kemenhub Beberkan Proyek-Proyek Infrastruktur di 2023

&amp;ldquo;Gap yang ada ini harus dikreasikan dari pendanaan kreatif (non APBN). Beberapa pendekatan yang melibatkan pihak swasta telah kami lakukan untuk mengembangkan infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara,&amp;rdquo; katanya.Kemenhub menyatakan adapun konsentrasi saat ini tengah folus pada proyek yang sudah ada. Jika ada inisiatif proyek baru, hanya sebatas perencanaan dan penentuan lokasi (penlok).
&amp;ldquo;Saya telah intensif bicara dengan pihak World Bank, Jepang, dan Korea untuk membicarakan peluang pendanaan proyek-proyek strategis. Ke depan akan kami intensifkan,&amp;rdquo; pungkas Menhub.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya berupaya mengintensifkan pendanaan kreatif non APBN dan menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur transportasi nasional.
Menurutnya upaya tersebut perlu dilakukan, agar konektivitas antar wilayah di Indonesia dapat terus berjalan di tengah keterbatasan fiskal negara.
BACA JUGA:Disinggung DPR soal Harga Tiket Pesawat Mahal, Ini Jawaban Menhub

&amp;ldquo;Pada tahun 2023, untuk pagu kebutuhan anggaran Kemenhub telah mendapai sebesar Rp73,8 triliun, sementara pagu indikatif yang dialokasikan sebesar Rp33,02 triliun atau terdapat selisih/gap sebesar Rp40,78 triliun,&amp;rdquo; kata Menhub dalam keterangan resmi, Rabu (8/6/2022).
Menhub mengatakan, sampai saat ini peran swasta baik nasional maupun internasional dalam pembangunan infrastruktur transportasi makin baik. Upaya membuka peluang kerja sama internasional dengan sejumlah negara telah dilakukan seperti dengan Jepang, Korea, dan sejumlah negara di eropa.
BACA JUGA:Di DPR, Kemenhub Beberkan Proyek-Proyek Infrastruktur di 2023

&amp;ldquo;Gap yang ada ini harus dikreasikan dari pendanaan kreatif (non APBN). Beberapa pendekatan yang melibatkan pihak swasta telah kami lakukan untuk mengembangkan infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara,&amp;rdquo; katanya.Kemenhub menyatakan adapun konsentrasi saat ini tengah folus pada proyek yang sudah ada. Jika ada inisiatif proyek baru, hanya sebatas perencanaan dan penentuan lokasi (penlok).
&amp;ldquo;Saya telah intensif bicara dengan pihak World Bank, Jepang, dan Korea untuk membicarakan peluang pendanaan proyek-proyek strategis. Ke depan akan kami intensifkan,&amp;rdquo; pungkas Menhub.</content:encoded></item></channel></rss>
