<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarif Listrik 3.000 VA Naik, Erick Thohir: Sudah Bukan Eranya Subsidi Rakyat Mampu</title><description>Erick Thohir menyatakan bahwa pemerintah tidak memberikan subsidi listrik bagi masyarakat kelas menengah ke atas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607864/tarif-listrik-3-000-va-naik-erick-thohir-sudah-bukan-eranya-subsidi-rakyat-mampu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607864/tarif-listrik-3-000-va-naik-erick-thohir-sudah-bukan-eranya-subsidi-rakyat-mampu"/><item><title>Tarif Listrik 3.000 VA Naik, Erick Thohir: Sudah Bukan Eranya Subsidi Rakyat Mampu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607864/tarif-listrik-3-000-va-naik-erick-thohir-sudah-bukan-eranya-subsidi-rakyat-mampu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607864/tarif-listrik-3-000-va-naik-erick-thohir-sudah-bukan-eranya-subsidi-rakyat-mampu</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607864/tarif-listrik-3-000-va-naik-erick-thohir-sudah-bukan-eranya-subsidi-rakyat-mampu-8xl85KWYrO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607864/tarif-listrik-3-000-va-naik-erick-thohir-sudah-bukan-eranya-subsidi-rakyat-mampu-8xl85KWYrO.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa pemerintah tidak memberikan subsidi listrik bagi masyarakat kelas menengah ke atas.
Pernyataan itu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui adanya kenaikan tarif listrik untuk pelanggang 3.000 VA atau di atasnya.
Menurutnya bukan eranya lagi pemerintah mensubsidi rakyat yang mampu. Sebaliknya, pemerintah terus memberikan subsidi listrik bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
BACA JUGA:Jadikan RI Produsen Mobil Listrik Dunia, Erick Thohir Gandeng Perusahaan China

&quot;Apa yang ditanyakan tadi mengenai isu kenaikan harga listrik PLN, yang saya yakini pemerintah mementingkan bahwa selama untuk rakyat yang mampu pasti ditanggulangi pemerintah. Tapi memang hari ini kan bukan eranya lagi kita mensubsidi rakyat yang mampu,&quot; ujar Erick dikutip, Rabu (8/6/2022).
Erick menyebut kemungkinan pemerintah tak lagi memberikan subsidi kepada pelanggan dengan golongan 3.000 VA dan di atasnya. Menurutnya, keputusan soal tarif listrik memerlukan sinkronisasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.
&quot;Isuu mengenai harga listrik untuk yang mampu tidak disubsidi, itu pun kita harus sinkronisasi sampai ada keputusan yang dirapatkan di kemudian hari. Dinamika seperti ini kadang-kadang ya kami pun harus menjaga keseimbangan itu, tapi tanpa menyalahkan siapa-siapa, yang namanya dinamika, biasa,&quot; tutur dia.
BACA JUGA:Pengumuman! Erick Thohir Cari Investor Baru Garuda Indonesia, Berminat?

Kemudian lanjut dia kenaikan harga listrik golongan tertentu ini sama halnya dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Namun begitu, pemerintah tetap menjaga agar harga energi ini tetap stabil, di luar harga pasar atau keekonomian secara global.Demikian pula dengan BBM jenis Pertalite yang belum dinaikan. Padahal, harga minyak mentah dunia diprediksi mencapai USD140 per barel. &quot;Harga bbm bensin udah sampe berapa? Di kita masih kita jaga,&quot; katanya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat sebagai bentuk keadilan, pihaknya akan menaikkan tarif listrik untuk orang kaya, sementara memilih tidak menaikkan tarif listrik untuk pelanggan kelas bawah.
&quot;Ini berarti orang kaya berbagi beban dengan pemerintah yang harus menambah belanja subsidi,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Kamis lalu.
Dalam sidang kabinet Kepala Negara telah menyetujui beban kelompok rumah tangga yang mampu direpresentasikan untuk fiskal langganan listrik di atas 3.000 VA, diperbolehkan ada kenaikan harga.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa pemerintah tidak memberikan subsidi listrik bagi masyarakat kelas menengah ke atas.
Pernyataan itu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui adanya kenaikan tarif listrik untuk pelanggang 3.000 VA atau di atasnya.
Menurutnya bukan eranya lagi pemerintah mensubsidi rakyat yang mampu. Sebaliknya, pemerintah terus memberikan subsidi listrik bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
BACA JUGA:Jadikan RI Produsen Mobil Listrik Dunia, Erick Thohir Gandeng Perusahaan China

&quot;Apa yang ditanyakan tadi mengenai isu kenaikan harga listrik PLN, yang saya yakini pemerintah mementingkan bahwa selama untuk rakyat yang mampu pasti ditanggulangi pemerintah. Tapi memang hari ini kan bukan eranya lagi kita mensubsidi rakyat yang mampu,&quot; ujar Erick dikutip, Rabu (8/6/2022).
Erick menyebut kemungkinan pemerintah tak lagi memberikan subsidi kepada pelanggan dengan golongan 3.000 VA dan di atasnya. Menurutnya, keputusan soal tarif listrik memerlukan sinkronisasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.
&quot;Isuu mengenai harga listrik untuk yang mampu tidak disubsidi, itu pun kita harus sinkronisasi sampai ada keputusan yang dirapatkan di kemudian hari. Dinamika seperti ini kadang-kadang ya kami pun harus menjaga keseimbangan itu, tapi tanpa menyalahkan siapa-siapa, yang namanya dinamika, biasa,&quot; tutur dia.
BACA JUGA:Pengumuman! Erick Thohir Cari Investor Baru Garuda Indonesia, Berminat?

Kemudian lanjut dia kenaikan harga listrik golongan tertentu ini sama halnya dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Namun begitu, pemerintah tetap menjaga agar harga energi ini tetap stabil, di luar harga pasar atau keekonomian secara global.Demikian pula dengan BBM jenis Pertalite yang belum dinaikan. Padahal, harga minyak mentah dunia diprediksi mencapai USD140 per barel. &quot;Harga bbm bensin udah sampe berapa? Di kita masih kita jaga,&quot; katanya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat sebagai bentuk keadilan, pihaknya akan menaikkan tarif listrik untuk orang kaya, sementara memilih tidak menaikkan tarif listrik untuk pelanggan kelas bawah.
&quot;Ini berarti orang kaya berbagi beban dengan pemerintah yang harus menambah belanja subsidi,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Kamis lalu.
Dalam sidang kabinet Kepala Negara telah menyetujui beban kelompok rumah tangga yang mampu direpresentasikan untuk fiskal langganan listrik di atas 3.000 VA, diperbolehkan ada kenaikan harga.</content:encoded></item></channel></rss>
