<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Laut Sedunia, Menteri KKP Dorong Produktivitas Rumput Laut</title><description>Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan potensi rumput laut di Indonesia sangat besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607983/hari-laut-sedunia-menteri-kkp-dorong-produktivitas-rumput-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607983/hari-laut-sedunia-menteri-kkp-dorong-produktivitas-rumput-laut"/><item><title>Hari Laut Sedunia, Menteri KKP Dorong Produktivitas Rumput Laut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607983/hari-laut-sedunia-menteri-kkp-dorong-produktivitas-rumput-laut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/320/2607983/hari-laut-sedunia-menteri-kkp-dorong-produktivitas-rumput-laut</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607983/hari-laut-sedunia-menteri-kkp-dorong-produktivitas-rumput-laut-ihpbSDVkp5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP dorong produktivitas rumput laut (Foto: KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/320/2607983/hari-laut-sedunia-menteri-kkp-dorong-produktivitas-rumput-laut-ihpbSDVkp5.jpg</image><title>Menteri KKP dorong produktivitas rumput laut (Foto: KKP)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan potensi rumput laut di Indonesia sangat besar. Untuk mendorong optimalisasi rumput laut, KKP membuat Kampung Budidaya Rumput Laut di Desa Liya Bahari, Kecamatan Wangi Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Adapun tujuan program kampung budidaya adalah untuk membantu masyarakat pembudidaya meningkatkan kualitas dan volume produk yang dihasilkan. Peresmian ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) tahun 2022 yang berlangsung hari ini.
BACA JUGA:Ekspor Rumput Laut Tembus USD177,9 Juta, Paling Banyak ke China

&quot;Saat ini potensi kawasan yang termanfaatkan belum optimal, tahun depan kita harap bisa meningkat menjadi 450 hektare sesuai potensi yang ada,&quot; ungkap Menteri Trenggono, Rabu (8/6/2022).
Sebagai tahap awal, KKP memberikan bantuan lima paket kebun bibit serta sarana budidaya meliputi tali, pelampung, dan bibit hasil kultur jaringan. Bantuan akan terus ditambah sehingga target perluasan area budidaya menjadi 450 hektare pada 2023 bisa terealisasi.
BACA JUGA:Rumput Laut Indonesia Timur Berpotensi Mendunia

Untuk mendukung lancarnya aktivitas budidaya rumput laut dengan luasan 450 hektare tersebut, paling tidak dibutuhkan 45 hektare kebun bibit. Untuk itulah, dia meminta jajarannya di Ditjen Perikanan Budidaya untuk melakukan pembangunan kebun bibit seoptimal mungkin.
&quot;Implikasi dari optimalisasi potensi, tentu industri bisa hadir sehingga ekonomi masyarakat pembudidaya bisa terus tumbuh. Dengan demikian nilai tukar pembudidaya juga bisa meningkat,&quot; ungkapnya.
Kampung perikanan budidaya merupakan satu dari tiga program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Melalui program pembangunan ini, KKP juga memberikan dukungan pinjaman modal dan pasar, hingga pendampingan kepada para pembudidaya untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya.Sementara itu, Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan rasa terima  kasihnya atas bantuan lima paket kebun bibit yang disalurkan KKP.  Menurutnya, hambatan para nelayan selama ini memang berada di bibit yang  kurang berkualitas.
Dari 3000 ton produksi, sebagian besar merupakan rumput laut jenis  Eucheuma spinossum yang harganya di kisaran Rp6.000 sampai Rp8.000 per  kilogram. Sedangkan jenis Eucheuma cottonii yang harganya empat kali  lebih tinggi, produksinya masih minim.
&quot;Dengan adanya kebun bibit ini mudah-mudahan bisa membantu persoalan  bibit yang selama ini dihadapi pembudidaya. Jika persoalan bibit ini  diatasi, nilai produksi yang tadinya Rp43 miliar tentu bisa meningkat  lagi,&quot; terangnya.
Sebagai informasi, peringatan Hari Laut Sedunia 2022 di Wakatobi  diisi dengan berbagai kegiatan yang selaras dengan tema yang diusung KKP  yakni Revitalisasi Sektor Kelautan dan Perikanan dengan Ekonomi Biru.  Selain soft launching Kampung Budidaya Rumput di Desa Liya Bahari, KKP  juga menggelar aksi bersih-bersih pesisir di kampung nelayan Suku Bajo  di Desa Mola Utara. Kemudian pameran produk UMKM dan kampanye Gemar Ikan  yang menyasar masyarakat dan para pelajar.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan potensi rumput laut di Indonesia sangat besar. Untuk mendorong optimalisasi rumput laut, KKP membuat Kampung Budidaya Rumput Laut di Desa Liya Bahari, Kecamatan Wangi Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Adapun tujuan program kampung budidaya adalah untuk membantu masyarakat pembudidaya meningkatkan kualitas dan volume produk yang dihasilkan. Peresmian ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) tahun 2022 yang berlangsung hari ini.
BACA JUGA:Ekspor Rumput Laut Tembus USD177,9 Juta, Paling Banyak ke China

&quot;Saat ini potensi kawasan yang termanfaatkan belum optimal, tahun depan kita harap bisa meningkat menjadi 450 hektare sesuai potensi yang ada,&quot; ungkap Menteri Trenggono, Rabu (8/6/2022).
Sebagai tahap awal, KKP memberikan bantuan lima paket kebun bibit serta sarana budidaya meliputi tali, pelampung, dan bibit hasil kultur jaringan. Bantuan akan terus ditambah sehingga target perluasan area budidaya menjadi 450 hektare pada 2023 bisa terealisasi.
BACA JUGA:Rumput Laut Indonesia Timur Berpotensi Mendunia

Untuk mendukung lancarnya aktivitas budidaya rumput laut dengan luasan 450 hektare tersebut, paling tidak dibutuhkan 45 hektare kebun bibit. Untuk itulah, dia meminta jajarannya di Ditjen Perikanan Budidaya untuk melakukan pembangunan kebun bibit seoptimal mungkin.
&quot;Implikasi dari optimalisasi potensi, tentu industri bisa hadir sehingga ekonomi masyarakat pembudidaya bisa terus tumbuh. Dengan demikian nilai tukar pembudidaya juga bisa meningkat,&quot; ungkapnya.
Kampung perikanan budidaya merupakan satu dari tiga program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Melalui program pembangunan ini, KKP juga memberikan dukungan pinjaman modal dan pasar, hingga pendampingan kepada para pembudidaya untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya.Sementara itu, Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan rasa terima  kasihnya atas bantuan lima paket kebun bibit yang disalurkan KKP.  Menurutnya, hambatan para nelayan selama ini memang berada di bibit yang  kurang berkualitas.
Dari 3000 ton produksi, sebagian besar merupakan rumput laut jenis  Eucheuma spinossum yang harganya di kisaran Rp6.000 sampai Rp8.000 per  kilogram. Sedangkan jenis Eucheuma cottonii yang harganya empat kali  lebih tinggi, produksinya masih minim.
&quot;Dengan adanya kebun bibit ini mudah-mudahan bisa membantu persoalan  bibit yang selama ini dihadapi pembudidaya. Jika persoalan bibit ini  diatasi, nilai produksi yang tadinya Rp43 miliar tentu bisa meningkat  lagi,&quot; terangnya.
Sebagai informasi, peringatan Hari Laut Sedunia 2022 di Wakatobi  diisi dengan berbagai kegiatan yang selaras dengan tema yang diusung KKP  yakni Revitalisasi Sektor Kelautan dan Perikanan dengan Ekonomi Biru.  Selain soft launching Kampung Budidaya Rumput di Desa Liya Bahari, KKP  juga menggelar aksi bersih-bersih pesisir di kampung nelayan Suku Bajo  di Desa Mola Utara. Kemudian pameran produk UMKM dan kampanye Gemar Ikan  yang menyasar masyarakat dan para pelajar.</content:encoded></item></channel></rss>
