<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Ungkap Ancaman Perubahan Iklim, Sungai dan Danau Tercemar</title><description>Perubahan iklim juga membuat ketersediaan air tanah banyak terkuras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/470/2607759/menteri-basuki-ungkap-ancaman-perubahan-iklim-sungai-dan-danau-tercemar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/470/2607759/menteri-basuki-ungkap-ancaman-perubahan-iklim-sungai-dan-danau-tercemar"/><item><title>Menteri Basuki Ungkap Ancaman Perubahan Iklim, Sungai dan Danau Tercemar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/470/2607759/menteri-basuki-ungkap-ancaman-perubahan-iklim-sungai-dan-danau-tercemar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/08/470/2607759/menteri-basuki-ungkap-ancaman-perubahan-iklim-sungai-dan-danau-tercemar</guid><pubDate>Rabu 08 Juni 2022 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/08/470/2607759/menteri-basuki-ungkap-ancaman-perubahan-iklim-sungai-dan-danau-tercemar-9I0YUHGdPC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perubahan iklim kuras air tanah (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/08/470/2607759/menteri-basuki-ungkap-ancaman-perubahan-iklim-sungai-dan-danau-tercemar-9I0YUHGdPC.jpeg</image><title>Perubahan iklim kuras air tanah (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perubahan iklim juga membuat ketersediaan air tanah banyak terkuras. Selain itu kondisi sungai dan danau yang tercemar juga membuat ketersediaan air semakin menipis.
Padahal kebutuhan air meningkat secara signifikan akibat urbanisasi yang cepat, populasi yang terus bertumbuh, dan pemulihan Ekonomi yang terjadi.
BACA JUGA:Dampak Perubahan Iklim, Air Masuk ke Waduk Bakal Berkurang pada 2045 

&amp;ldquo;Isu perubahan iklim, sumber air tanah yang terkuras, serta kondisi sungai dan danau yang tercemar juga menambah tekanan lebih lanjut pada masalah krisis air,&quot; ujar Menteri PUPR Basuki pada keterangan tertulisnya, Selasa (7/6/2022).
Menurutnya diperlukan penerapan smart water management agar dalam menggunakan air secara lebih efektif, serta mengoptimalisasikan potensi sumber daya air.
BACA JUGA:Menteri Basuki Ungkap Penyebab Banjir Rob di Semarang, Singgung soal Dampak Perubahan Iklim

Penerapan hal tersebut juga dapat meminimalkan konflik penggunaan air yang semakin besar untuk memenuhi kebutuhan air domestik, irigasi, industri, pariwisata, pengendali banjir, hingga pembangkit listrik.&quot;Kita akan mampu bertahan dari tantangan tersebut apabila kita dapat  mengoptimalkan air yang tersedia serta mengoptimalkan adaptasi terhadap  perubahan iklim,&amp;rdquo; sambungnya.
Menteri Basuki berharap setiap negara di dunia mampu mempersiapkan  pengembangan kompetensi insinyur-insinyur muda tersebut agar mampu  menjawab tantangan-tantangan bidang sumber daya air global.
&quot;Diperlukan pengelolaan air yang cerdas menggunakan data, teknologi,  dan inovasi yang terkalibrasi dengan baik. Dalam hal ini, kami sangat  membutuhkan insinyur muda yang siap, dengan kreativitas tertentu untuk  dengan sigap memanfaatkan dan menguasai teknologi baru,&amp;rdquo; pungkas Menteri  Basuki.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perubahan iklim juga membuat ketersediaan air tanah banyak terkuras. Selain itu kondisi sungai dan danau yang tercemar juga membuat ketersediaan air semakin menipis.
Padahal kebutuhan air meningkat secara signifikan akibat urbanisasi yang cepat, populasi yang terus bertumbuh, dan pemulihan Ekonomi yang terjadi.
BACA JUGA:Dampak Perubahan Iklim, Air Masuk ke Waduk Bakal Berkurang pada 2045 

&amp;ldquo;Isu perubahan iklim, sumber air tanah yang terkuras, serta kondisi sungai dan danau yang tercemar juga menambah tekanan lebih lanjut pada masalah krisis air,&quot; ujar Menteri PUPR Basuki pada keterangan tertulisnya, Selasa (7/6/2022).
Menurutnya diperlukan penerapan smart water management agar dalam menggunakan air secara lebih efektif, serta mengoptimalisasikan potensi sumber daya air.
BACA JUGA:Menteri Basuki Ungkap Penyebab Banjir Rob di Semarang, Singgung soal Dampak Perubahan Iklim

Penerapan hal tersebut juga dapat meminimalkan konflik penggunaan air yang semakin besar untuk memenuhi kebutuhan air domestik, irigasi, industri, pariwisata, pengendali banjir, hingga pembangkit listrik.&quot;Kita akan mampu bertahan dari tantangan tersebut apabila kita dapat  mengoptimalkan air yang tersedia serta mengoptimalkan adaptasi terhadap  perubahan iklim,&amp;rdquo; sambungnya.
Menteri Basuki berharap setiap negara di dunia mampu mempersiapkan  pengembangan kompetensi insinyur-insinyur muda tersebut agar mampu  menjawab tantangan-tantangan bidang sumber daya air global.
&quot;Diperlukan pengelolaan air yang cerdas menggunakan data, teknologi,  dan inovasi yang terkalibrasi dengan baik. Dalam hal ini, kami sangat  membutuhkan insinyur muda yang siap, dengan kreativitas tertentu untuk  dengan sigap memanfaatkan dan menguasai teknologi baru,&amp;rdquo; pungkas Menteri  Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
