<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenparekraf Sebut Ekonomi Kreatif Mampu Pulihkan Ekonomi Global di Forum Dunia WCCE 2022</title><description>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menyebut ekonomi kreatif mampu memulihkan ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608732/wamenparekraf-sebut-ekonomi-kreatif-mampu-pulihkan-ekonomi-global-di-forum-dunia-wcce-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608732/wamenparekraf-sebut-ekonomi-kreatif-mampu-pulihkan-ekonomi-global-di-forum-dunia-wcce-2022"/><item><title>Wamenparekraf Sebut Ekonomi Kreatif Mampu Pulihkan Ekonomi Global di Forum Dunia WCCE 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608732/wamenparekraf-sebut-ekonomi-kreatif-mampu-pulihkan-ekonomi-global-di-forum-dunia-wcce-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608732/wamenparekraf-sebut-ekonomi-kreatif-mampu-pulihkan-ekonomi-global-di-forum-dunia-wcce-2022</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2022 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/09/320/2608732/wamenparekraf-sebut-ekonomi-kreatif-mampu-pulihkan-ekonomi-global-di-forum-dunia-wcce-2022-Xc3sAuZr7s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo sebut ekonomi kreatif mampu pulihkan ekonomi global (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/09/320/2608732/wamenparekraf-sebut-ekonomi-kreatif-mampu-pulihkan-ekonomi-global-di-forum-dunia-wcce-2022-Xc3sAuZr7s.jpg</image><title>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo sebut ekonomi kreatif mampu pulihkan ekonomi global (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyebut ekonomi kreatif mampu memulihkan ekonomi global. Hal ini diungkapkan dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2022 di Bali, sebagai upaya menjawab isu-isu mendesak dunia yang dihadapi berbagai negara pasca pandemi COVID-19.
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Kreatif &amp;amp; Digital-- memyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam agenda &amp;ldquo;Prepactory Meeting For The 2022 WCCE&amp;rdquo; secara virtual, Kamis (9/6/2022).
BACA JUGA:Didampingi Angela Tanoesoedibjo, Menparekraf Sandiaga Uno Paparkan Resume Pagu Anggaran 2023 Kepada Komisi X DPR

Angela menjelaskan pelaksanaan WCCE 2022 akan membawa misi pemulihan global lewat sektor ekonomi kreatif.
Untuk itu, para pelaku ekonomi kreatif perlu sama-sama mendorong agar mendapatkan pengakuan global atas potensi mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh bagi semua.
BACA JUGA:Dukung Promosi Pariwisata Berbasis Teknologi, Ini Harapan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo 

&amp;ldquo;Saat seluruh dunia melakukan persiapan untuk masuk ke era endemi. Dunia perlu secara cepat menemukan jalan untuk melakukan pemulihan ekonomi demi menyelamatkan mata pencaharian yang berkelanjutan agar masyarakat dapat pulih dengan tangguh secara cepat. Di sinilah ekonomi kreatif hadir,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf Angela.
Wamenparekraf Angela mengatakan, WCCE 2022 akan diselenggarakan kembali di Bali pada 5-7 Oktober 2022 sebagai salah satu side event Presidensi G20. Oleh karena itu, kehadiran WCCE dalam Presidensi G20 bertujuan untuk membuka diskusi dan menampilkan kontribusi nyata ekonomi kreatif dalam pemulihan dan ketahanan global dalam menghadapi tantangan di masa depan.
&amp;ldquo;Secara desain, kami akan membawa WCCE kembali ke Bali tahun ini sebagai salah satu side event G20 karena kami ingin mendapatkan perhatian dunia terhadap potensi unggulan yang belum tergarap ini, yaitu sektor ekonomi kreatif,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNy8xLzE0NjgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejak 2018, ketika Indonesia menyelenggarakan WCCE yang pertama, kata  Wamenparekraf Angela, pihaknya menyadari bahwa inti dari semua inovasi  adalah kreativitas. Kreativitas tidak mengenal batasan dan perbedaan.  Kreativitas tidak eksklusif untuk kelompok atau ras, jenis kelamin, atau  usia tertentu, juga tidak eksklusif untuk mereka yang bermodal besar.
&amp;ldquo;Kreativitas bisa datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan setiap  orang dapat berpartisipasi, di mana pun mereka berada. Keterlibatan  Indonesia dalam ekonomi kreatif dimulai saat menginisiasi WCCE 2018 di  Bali untuk pertama kalinya. Lalu dilanjutkan dengan pembentukan Friends  of Creative Economy 2019. Pada WCCE 2021 di Dubai, telah ditentukan 21  topik, termasuk soal manfaat ekonomi, anak muda, ekosistem, dan gerakan  internasional,&amp;rdquo; katanya.
&quot;Agenda Bali untuk Ekonomi Kreatif&amp;rdquo; ini dinilai telah berhasil  membuka jalan untuk mengarusutamakan perbincangan global tentang ekonomi  kreatif. Itu mengarah pada resolusi Majelis Umum PBB tentang &quot;2021  sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Internasional untuk Pembangunan  Berkelanjutan.&quot;
Pada WCCE 2022, Indonesia mengambil kesempatan untuk menekankan  bagaimana agar bisa menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor penting  bagi pemulihan global melalui empat subtema. Pertama, ekonomi kreatif  untuk kebangkitan global, dengan membahas kebijakan untuk mendukung  sektor kreatif, pelaku, dan seluruh ekosistem untuk berkembang.
Kedua, IP dan Hak Materi Iklan, perlindungan IP, pembiayaan IP,  pemasaran IP, dan bagaimana teknologi dapat memainkan peran besar dalam  semua hal termasuk menjaga mata pencaharian para pelaku ekonomi kreatif  secara global.
Ketiga, agenda Inklusivitas dan SDGs yang membahas bagaimana sektor  kreatif dapat menjawab isu-isu mendesak dunia yang kita hadapi saat ini.   Keempat, &amp;ldquo;Future of Creative Economy&amp;rdquo;, dimana secara kolektif  dipetakan perkembangan di sektor ekonomi kreatif yang selaras dengan  perubahan global.
Wamenparekraf mengajak para delegasi dari berbagai negara untuk hadir  bersama dan berpartisipasi dalam acara WCCE di Bali dengan berbagi  pengalaman dan praktik terbaik bersama audiens global. Dan terakhir,  untuk berpartisipasi dalam WCCE Expo dengan menampilkan sektor ekonomi  kreatif negara masing-masing.
&amp;ldquo;Mari kita mengadvokasi aktor kreatif kita untuk mendapatkan  pengakuan global atas potensi mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi  yang berkelanjutan dan tangguh bagi semua. Terima kasih banyak, dan  sampai jumpa di Bali Oktober ini,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf Angela.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyebut ekonomi kreatif mampu memulihkan ekonomi global. Hal ini diungkapkan dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2022 di Bali, sebagai upaya menjawab isu-isu mendesak dunia yang dihadapi berbagai negara pasca pandemi COVID-19.
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Kreatif &amp;amp; Digital-- memyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam agenda &amp;ldquo;Prepactory Meeting For The 2022 WCCE&amp;rdquo; secara virtual, Kamis (9/6/2022).
BACA JUGA:Didampingi Angela Tanoesoedibjo, Menparekraf Sandiaga Uno Paparkan Resume Pagu Anggaran 2023 Kepada Komisi X DPR

Angela menjelaskan pelaksanaan WCCE 2022 akan membawa misi pemulihan global lewat sektor ekonomi kreatif.
Untuk itu, para pelaku ekonomi kreatif perlu sama-sama mendorong agar mendapatkan pengakuan global atas potensi mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh bagi semua.
BACA JUGA:Dukung Promosi Pariwisata Berbasis Teknologi, Ini Harapan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo 

&amp;ldquo;Saat seluruh dunia melakukan persiapan untuk masuk ke era endemi. Dunia perlu secara cepat menemukan jalan untuk melakukan pemulihan ekonomi demi menyelamatkan mata pencaharian yang berkelanjutan agar masyarakat dapat pulih dengan tangguh secara cepat. Di sinilah ekonomi kreatif hadir,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf Angela.
Wamenparekraf Angela mengatakan, WCCE 2022 akan diselenggarakan kembali di Bali pada 5-7 Oktober 2022 sebagai salah satu side event Presidensi G20. Oleh karena itu, kehadiran WCCE dalam Presidensi G20 bertujuan untuk membuka diskusi dan menampilkan kontribusi nyata ekonomi kreatif dalam pemulihan dan ketahanan global dalam menghadapi tantangan di masa depan.
&amp;ldquo;Secara desain, kami akan membawa WCCE kembali ke Bali tahun ini sebagai salah satu side event G20 karena kami ingin mendapatkan perhatian dunia terhadap potensi unggulan yang belum tergarap ini, yaitu sektor ekonomi kreatif,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNy8xLzE0NjgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejak 2018, ketika Indonesia menyelenggarakan WCCE yang pertama, kata  Wamenparekraf Angela, pihaknya menyadari bahwa inti dari semua inovasi  adalah kreativitas. Kreativitas tidak mengenal batasan dan perbedaan.  Kreativitas tidak eksklusif untuk kelompok atau ras, jenis kelamin, atau  usia tertentu, juga tidak eksklusif untuk mereka yang bermodal besar.
&amp;ldquo;Kreativitas bisa datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan setiap  orang dapat berpartisipasi, di mana pun mereka berada. Keterlibatan  Indonesia dalam ekonomi kreatif dimulai saat menginisiasi WCCE 2018 di  Bali untuk pertama kalinya. Lalu dilanjutkan dengan pembentukan Friends  of Creative Economy 2019. Pada WCCE 2021 di Dubai, telah ditentukan 21  topik, termasuk soal manfaat ekonomi, anak muda, ekosistem, dan gerakan  internasional,&amp;rdquo; katanya.
&quot;Agenda Bali untuk Ekonomi Kreatif&amp;rdquo; ini dinilai telah berhasil  membuka jalan untuk mengarusutamakan perbincangan global tentang ekonomi  kreatif. Itu mengarah pada resolusi Majelis Umum PBB tentang &quot;2021  sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Internasional untuk Pembangunan  Berkelanjutan.&quot;
Pada WCCE 2022, Indonesia mengambil kesempatan untuk menekankan  bagaimana agar bisa menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor penting  bagi pemulihan global melalui empat subtema. Pertama, ekonomi kreatif  untuk kebangkitan global, dengan membahas kebijakan untuk mendukung  sektor kreatif, pelaku, dan seluruh ekosistem untuk berkembang.
Kedua, IP dan Hak Materi Iklan, perlindungan IP, pembiayaan IP,  pemasaran IP, dan bagaimana teknologi dapat memainkan peran besar dalam  semua hal termasuk menjaga mata pencaharian para pelaku ekonomi kreatif  secara global.
Ketiga, agenda Inklusivitas dan SDGs yang membahas bagaimana sektor  kreatif dapat menjawab isu-isu mendesak dunia yang kita hadapi saat ini.   Keempat, &amp;ldquo;Future of Creative Economy&amp;rdquo;, dimana secara kolektif  dipetakan perkembangan di sektor ekonomi kreatif yang selaras dengan  perubahan global.
Wamenparekraf mengajak para delegasi dari berbagai negara untuk hadir  bersama dan berpartisipasi dalam acara WCCE di Bali dengan berbagi  pengalaman dan praktik terbaik bersama audiens global. Dan terakhir,  untuk berpartisipasi dalam WCCE Expo dengan menampilkan sektor ekonomi  kreatif negara masing-masing.
&amp;ldquo;Mari kita mengadvokasi aktor kreatif kita untuk mendapatkan  pengakuan global atas potensi mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi  yang berkelanjutan dan tangguh bagi semua. Terima kasih banyak, dan  sampai jumpa di Bali Oktober ini,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf Angela.</content:encoded></item></channel></rss>
