<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Butuh Duit Rp28.233 Triliun demi Energi Bersih 2060</title><description>Indonesia membutuhkan investasi Rp28.233 triliun untuk mencapai target transisi energi bersih pada 2060.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608765/ri-butuh-duit-rp28-233-triliun-demi-energi-bersih-2060</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608765/ri-butuh-duit-rp28-233-triliun-demi-energi-bersih-2060"/><item><title>RI Butuh Duit Rp28.233 Triliun demi Energi Bersih 2060</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608765/ri-butuh-duit-rp28-233-triliun-demi-energi-bersih-2060</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/320/2608765/ri-butuh-duit-rp28-233-triliun-demi-energi-bersih-2060</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2022 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/09/320/2608765/ri-butuh-duit-rp28-233-triliun-demi-energi-bersih-2060-MZAKGg8lA1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target zero emisi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/09/320/2608765/ri-butuh-duit-rp28-233-triliun-demi-energi-bersih-2060-MZAKGg8lA1.jpg</image><title>Target zero emisi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia membutuhkan investasi Rp28.233 triliun untuk mencapai target transisi energi bersih pada 2060.
&amp;ldquo;Total kebutuhan net zero emission (NZE) 2060 itu hampir tujuh kali lipat dibandingkan NDC 2030. Jadi secara total kebutuhannya Rp28.233 triliun,&amp;rdquo; kata Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Keuangan Joko Tri Haryanto, Kamis (9/6/2022).
BACA JUGA:Update Investasi Elon Musk di Indonesia, Menko Luhut Bilang Begini

Menurtnya jumlah tersebut merupakan tujuh kali lipat dari kebutuhan Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 yang sebesar Rp3.779 triliun. Oleh sebab itu, ia mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan pendanaan melalui investasi baik dari sisi downstream, midstream dan upstream agar target NZE 2060 dapat tercapai.
Berdasarkan peran kebutuhan investasi sebesar Rp28.233 triliun tersebut, secara rinci ditujukan untuk sektor agrikultur Rp1,44 triliun dan kehutanan Rp70,14 triliun. Kemudian juga untuk energi dan transportasi Rp26.601 triliun, Industrial Process and Product Use (IPPU) Rp730,8 triliun serta limbah Rp828,83 triliun.
BACA JUGA:LG dan Foxconn Investasi di KIT Batang, Jokowi: Neraca Perdagangan Akan Membaik

Sementara kebutuhan NDC 2030 sebesar Rp3.779 triliun meliputi sektor agrikultur Rp4,04 triliun, kehutanan Rp93,28 triliun, energi dan transportasi Rp3.500 triliun, IPPU Rp0,92 triliun serta limbah Rp185,27 triliun.
Dia mengatakan, investasi baik dari sisi downstream, midstream dan upstream sangat dibutuhkan mengingat kapasitas pendanaan dari pemerintah sangat terbatas.
Pemerintah sendiri telah melakukan penandaan anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim atau climate budget tagging melalui anggaran pendapatan belanja (APBN) sejak 2016.Di sisi lain, upaya pemerintah melalui climate budget tagging hanya  mampu memenuhi 34 persen dari 100 persen kebutuhan setiap tahun sehingga  terdapat gap mencapai 66 persen.
&amp;ldquo;Makanya pencapaian NDC 2030 dan NZE 2060 itu bukan hanya tanggung Jawab pemerintah semata,&amp;rdquo; tegas Joko.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement yang di dalamnya terdapat komitmen NDC pada 2016.
Berdasarkan komitmen ini, Indonesia menetapkan target penurunan emisi  gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen  dengan dukungan internasional pada 2030.
Bahkan pada dokumen update NDC 2021 melalui long term strategy-low  carbon and climate resilience (LTS-LTCCR), Indonesia juga menargetkan  untuk mencapai NZE pada 2060 atau lebih awal.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia membutuhkan investasi Rp28.233 triliun untuk mencapai target transisi energi bersih pada 2060.
&amp;ldquo;Total kebutuhan net zero emission (NZE) 2060 itu hampir tujuh kali lipat dibandingkan NDC 2030. Jadi secara total kebutuhannya Rp28.233 triliun,&amp;rdquo; kata Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Keuangan Joko Tri Haryanto, Kamis (9/6/2022).
BACA JUGA:Update Investasi Elon Musk di Indonesia, Menko Luhut Bilang Begini

Menurtnya jumlah tersebut merupakan tujuh kali lipat dari kebutuhan Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 yang sebesar Rp3.779 triliun. Oleh sebab itu, ia mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan pendanaan melalui investasi baik dari sisi downstream, midstream dan upstream agar target NZE 2060 dapat tercapai.
Berdasarkan peran kebutuhan investasi sebesar Rp28.233 triliun tersebut, secara rinci ditujukan untuk sektor agrikultur Rp1,44 triliun dan kehutanan Rp70,14 triliun. Kemudian juga untuk energi dan transportasi Rp26.601 triliun, Industrial Process and Product Use (IPPU) Rp730,8 triliun serta limbah Rp828,83 triliun.
BACA JUGA:LG dan Foxconn Investasi di KIT Batang, Jokowi: Neraca Perdagangan Akan Membaik

Sementara kebutuhan NDC 2030 sebesar Rp3.779 triliun meliputi sektor agrikultur Rp4,04 triliun, kehutanan Rp93,28 triliun, energi dan transportasi Rp3.500 triliun, IPPU Rp0,92 triliun serta limbah Rp185,27 triliun.
Dia mengatakan, investasi baik dari sisi downstream, midstream dan upstream sangat dibutuhkan mengingat kapasitas pendanaan dari pemerintah sangat terbatas.
Pemerintah sendiri telah melakukan penandaan anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim atau climate budget tagging melalui anggaran pendapatan belanja (APBN) sejak 2016.Di sisi lain, upaya pemerintah melalui climate budget tagging hanya  mampu memenuhi 34 persen dari 100 persen kebutuhan setiap tahun sehingga  terdapat gap mencapai 66 persen.
&amp;ldquo;Makanya pencapaian NDC 2030 dan NZE 2060 itu bukan hanya tanggung Jawab pemerintah semata,&amp;rdquo; tegas Joko.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement yang di dalamnya terdapat komitmen NDC pada 2016.
Berdasarkan komitmen ini, Indonesia menetapkan target penurunan emisi  gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen  dengan dukungan internasional pada 2030.
Bahkan pada dokumen update NDC 2021 melalui long term strategy-low  carbon and climate resilience (LTS-LTCCR), Indonesia juga menargetkan  untuk mencapai NZE pada 2060 atau lebih awal.</content:encoded></item></channel></rss>
