<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Robert Kuok, Orang Terkaya Malaysia Selama 2 Dekade</title><description>Robert Kuok menjadi orang terkaya di Malaysia selama dua dekade.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/455/2608647/profil-robert-kuok-orang-terkaya-malaysia-selama-2-dekade</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/455/2608647/profil-robert-kuok-orang-terkaya-malaysia-selama-2-dekade"/><item><title>Profil Robert Kuok, Orang Terkaya Malaysia Selama 2 Dekade</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/455/2608647/profil-robert-kuok-orang-terkaya-malaysia-selama-2-dekade</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/455/2608647/profil-robert-kuok-orang-terkaya-malaysia-selama-2-dekade</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2022 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/09/455/2608647/profil-robert-kuok-orang-terkaya-malaysia-selama-2-dekade-kPZvFxDbaE.png" expression="full" type="image/jpeg">Profil orang terkaya Malaysia Robert Kuok (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/09/455/2608647/profil-robert-kuok-orang-terkaya-malaysia-selama-2-dekade-kPZvFxDbaE.png</image><title>Profil orang terkaya Malaysia Robert Kuok (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Robert Kuok menjadi orang terkaya di Malaysia selama dua dekade. Meskipun hartanya mengalami penurunan, Roberts Kuok masih menempati peringkat pertama orang terkaya di Malaysia versi Forbes.
Dikutip dari Brainpick, Kamis (9/6/2022), Robert Kuok terjun ke beragam bisnis, mulai bidang penyulingan gula, perkebunan teh, minyak, pertambangan, keuangan, perdagangan, properti, pengangkutan, dan penerbitan. Dia memiliki Transmile Group dan saham di Malaysia International Shipping Corporation.
BACA JUGA:Harta Robert Kuok Anjlok, Kini Tersisa Rp161 Triliun

Kuok menyelesaikan pendidikannya di Raffles Institution di Singapura. Setelah itu, dia memulai kariernya sebagai pedagang gula, tepung terigu, dan beras. Namun Kuok mengklaim, pekerjaan pertama yang digelutinya adalah sebagai office boy.
Antara 1942-1945, dia bekerja di usaha perdagangan beras yang dikuasai Jepang, Mitsubishi Shoji Kaisha. Namun setelah Jepang mundur, Kuok mengambil kesempatan memulai perusahaan berasnya sendiri.
BACA JUGA:Daftar 10 Orang Terkaya di Malaysia, Ada Bos Sawit Berharta Rp159 Triliun

Kemudian dia mendirikan Kuok Brothers Sdn Bhd pada 1949 untuk berinvestasi di kilang gula. Pada 1957 ketika Malaysia merdeka, dia mulai mengembangkan bisnisnya di seluruh negeri.
Pada 1961, Kuok mulai membeli gula murah dari India dan menjualnya ke Malaysia. Tak lama setelah itu, dia berhasil menguasai 80% pasar gula di negeri Jiran itu, dengan memproduksi 1,5 juta ton. Karena keberhasilannya tersebut, dia sampai dijuluki 'Raja Gula Asia'.
Pada 1971, Kuok melakukan ekspansi ke bisnis properti, dengan mendirikan hotel pertamanya bernama Shangri-La Hotel di Singapura. Kemudian dia mendirikan hotel keduanya di tepi pantai Tsim Sha Tsui East pada 1977.Pada 1993, Kuok membeli 34,9% saham Kerry Group. Kekayaan terbesarnya  didapat setelah dia menjadi pemilik Wilmar International, sehingga  menjadikan Wilmar sebagai pengolah minyak kepala sawit terbesar secara  global.
Harta Robert Kuok kini tersisa USD11,1 miliar atau setara Rp161,06  triliun. Kekayaannya turun USD3 juta sekira Rp43,5 miliar. Robert Kuok  merupakan pemilik Kuok Group yang bergerak di sektor hotel, real estat,  dan komoditas.
Robert Kuok mendirikan jaringan Shangri-La Hotels and Resorts yang  terkenal secara internasional di Singapura pada tahun 1971. Keponakannya  Kuok Khoon Hong mengelola Wilmar International, di mana Kuok memiliki  saham yang bernilai besar.
Putra bungsu Robert Kuok, Kuok Khoon Hua, adalah CEO dan wakil ketua  perusahaan properti Hong Kong, Kerry Properties. Robert Kuok merupakan  seorang pengusaha Malaysia keturunan Tionghoa, yang lahir di Johor  Bahru, Johor pada 6 Oktober 1923.
Pemiliki Kuok Group ini adalah putra seorang pedagang komoditas yang  bermigrasi ke Malaysia pada awal abad ke-20. Saat ini, Kuok memiliki  banyak perusahaan di seluruh Malaysia dan investasi di berbagai negara,  seperti Australia, Fiji, Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, dan  China. Dia juga memiliki Beijing World Trade Centre.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Robert Kuok menjadi orang terkaya di Malaysia selama dua dekade. Meskipun hartanya mengalami penurunan, Roberts Kuok masih menempati peringkat pertama orang terkaya di Malaysia versi Forbes.
Dikutip dari Brainpick, Kamis (9/6/2022), Robert Kuok terjun ke beragam bisnis, mulai bidang penyulingan gula, perkebunan teh, minyak, pertambangan, keuangan, perdagangan, properti, pengangkutan, dan penerbitan. Dia memiliki Transmile Group dan saham di Malaysia International Shipping Corporation.
BACA JUGA:Harta Robert Kuok Anjlok, Kini Tersisa Rp161 Triliun

Kuok menyelesaikan pendidikannya di Raffles Institution di Singapura. Setelah itu, dia memulai kariernya sebagai pedagang gula, tepung terigu, dan beras. Namun Kuok mengklaim, pekerjaan pertama yang digelutinya adalah sebagai office boy.
Antara 1942-1945, dia bekerja di usaha perdagangan beras yang dikuasai Jepang, Mitsubishi Shoji Kaisha. Namun setelah Jepang mundur, Kuok mengambil kesempatan memulai perusahaan berasnya sendiri.
BACA JUGA:Daftar 10 Orang Terkaya di Malaysia, Ada Bos Sawit Berharta Rp159 Triliun

Kemudian dia mendirikan Kuok Brothers Sdn Bhd pada 1949 untuk berinvestasi di kilang gula. Pada 1957 ketika Malaysia merdeka, dia mulai mengembangkan bisnisnya di seluruh negeri.
Pada 1961, Kuok mulai membeli gula murah dari India dan menjualnya ke Malaysia. Tak lama setelah itu, dia berhasil menguasai 80% pasar gula di negeri Jiran itu, dengan memproduksi 1,5 juta ton. Karena keberhasilannya tersebut, dia sampai dijuluki 'Raja Gula Asia'.
Pada 1971, Kuok melakukan ekspansi ke bisnis properti, dengan mendirikan hotel pertamanya bernama Shangri-La Hotel di Singapura. Kemudian dia mendirikan hotel keduanya di tepi pantai Tsim Sha Tsui East pada 1977.Pada 1993, Kuok membeli 34,9% saham Kerry Group. Kekayaan terbesarnya  didapat setelah dia menjadi pemilik Wilmar International, sehingga  menjadikan Wilmar sebagai pengolah minyak kepala sawit terbesar secara  global.
Harta Robert Kuok kini tersisa USD11,1 miliar atau setara Rp161,06  triliun. Kekayaannya turun USD3 juta sekira Rp43,5 miliar. Robert Kuok  merupakan pemilik Kuok Group yang bergerak di sektor hotel, real estat,  dan komoditas.
Robert Kuok mendirikan jaringan Shangri-La Hotels and Resorts yang  terkenal secara internasional di Singapura pada tahun 1971. Keponakannya  Kuok Khoon Hong mengelola Wilmar International, di mana Kuok memiliki  saham yang bernilai besar.
Putra bungsu Robert Kuok, Kuok Khoon Hua, adalah CEO dan wakil ketua  perusahaan properti Hong Kong, Kerry Properties. Robert Kuok merupakan  seorang pengusaha Malaysia keturunan Tionghoa, yang lahir di Johor  Bahru, Johor pada 6 Oktober 1923.
Pemiliki Kuok Group ini adalah putra seorang pedagang komoditas yang  bermigrasi ke Malaysia pada awal abad ke-20. Saat ini, Kuok memiliki  banyak perusahaan di seluruh Malaysia dan investasi di berbagai negara,  seperti Australia, Fiji, Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, dan  China. Dia juga memiliki Beijing World Trade Centre.</content:encoded></item></channel></rss>
