<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Kesal Sertifikasi Lahan Rakyat Kecil Dipersulit</title><description>Jokowi kesal karena kementerian dan lembaga hanya memberikan sertifikat  lahan bagi yang memiliki hak guna bangunan (HGB) luas yang besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/470/2608460/presiden-jokowi-kesal-sertifikasi-lahan-rakyat-kecil-dipersulit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/470/2608460/presiden-jokowi-kesal-sertifikasi-lahan-rakyat-kecil-dipersulit"/><item><title>Presiden Jokowi Kesal Sertifikasi Lahan Rakyat Kecil Dipersulit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/470/2608460/presiden-jokowi-kesal-sertifikasi-lahan-rakyat-kecil-dipersulit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/09/470/2608460/presiden-jokowi-kesal-sertifikasi-lahan-rakyat-kecil-dipersulit</guid><pubDate>Kamis 09 Juni 2022 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/09/470/2608460/presiden-jokowi-kesal-sertifikasi-lahan-rakyat-kecil-dipersulit-eUOxeG0bnP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi kesal sertifikat lahan rakyat kecil dipersulit (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/09/470/2608460/presiden-jokowi-kesal-sertifikasi-lahan-rakyat-kecil-dipersulit-eUOxeG0bnP.jpg</image><title>Jokowi kesal sertifikat lahan rakyat kecil dipersulit (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal karena kementerian dan lembaga hanya memberikan sertifikat lahan bagi yang memiliki hak guna bangunan (HGB) luas yang besar. Menurut Jokowi masyarakat yang ingin mengurus sertifikat dengan HGB kecil seperti dipersulit.
BACA JUGA:Jokowi Hadiri Peresmian Masjid At Taufiq, Megawati: Seneng Banget

&quot;Dan yang lebih menjengkelkan justru yang gede-gede kita berikan, yang saya ulang-ulang, HGB 10 ribu hektar, nih, HGB 20 ribu hektar, nih, HGB 30 ribu hektar, nih diberikan. Tapi begitu yang kecil-kecil 200 meter persegi saja entah itu hak milik, entah itu HGB tidak bisa kita selesaikan,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya di acara pembukaan puncak Gugus Tugas Reformasi Agraria (GTRA Summit), disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/6/2022).
BACA JUGA:Terbang ke Wakatobi, Presiden Jokowi Akan Hadiri GTRA Summit 2022

Jokowi mengatakan bahwa sejak tahun 2015 baru 46 juta masyarakat yang memegang sertifikat atas lahannya dari 126 juta. Sebab, kementerian dan lembaga terkait hanya mampu mengeluarkan kurang lebih 500 ribu sertifikat dalam setahun.&quot;Kita baru sadar betul bahwa memang inilah persoalan dasarnya ada di  sini. Setahun hanya 500 ribu. Oleh sebab itu, saat itu 2015 saya  perintah kepada menteri ATR/BPN saya minta 5 juta tahun ini, rampung.  Saya naikkan lagi saya minta tahun ini 7 juta, selesai rampung, saya  minta tahun ini 9 juta saya cek selesai,&quot; katanya.
&quot;Artinya kita bisa melakukan bisa mengerjakan tetapi tidak pernah  kita lakukan melompat dari 500 ribu kepada 9 juta setahun nyatanya bisa.  Sehingga sampai sekarang dari 46 juta sudah naik menjadi 80,6 juta  sertifikat hak milik,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal karena kementerian dan lembaga hanya memberikan sertifikat lahan bagi yang memiliki hak guna bangunan (HGB) luas yang besar. Menurut Jokowi masyarakat yang ingin mengurus sertifikat dengan HGB kecil seperti dipersulit.
BACA JUGA:Jokowi Hadiri Peresmian Masjid At Taufiq, Megawati: Seneng Banget

&quot;Dan yang lebih menjengkelkan justru yang gede-gede kita berikan, yang saya ulang-ulang, HGB 10 ribu hektar, nih, HGB 20 ribu hektar, nih, HGB 30 ribu hektar, nih diberikan. Tapi begitu yang kecil-kecil 200 meter persegi saja entah itu hak milik, entah itu HGB tidak bisa kita selesaikan,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya di acara pembukaan puncak Gugus Tugas Reformasi Agraria (GTRA Summit), disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/6/2022).
BACA JUGA:Terbang ke Wakatobi, Presiden Jokowi Akan Hadiri GTRA Summit 2022

Jokowi mengatakan bahwa sejak tahun 2015 baru 46 juta masyarakat yang memegang sertifikat atas lahannya dari 126 juta. Sebab, kementerian dan lembaga terkait hanya mampu mengeluarkan kurang lebih 500 ribu sertifikat dalam setahun.&quot;Kita baru sadar betul bahwa memang inilah persoalan dasarnya ada di  sini. Setahun hanya 500 ribu. Oleh sebab itu, saat itu 2015 saya  perintah kepada menteri ATR/BPN saya minta 5 juta tahun ini, rampung.  Saya naikkan lagi saya minta tahun ini 7 juta, selesai rampung, saya  minta tahun ini 9 juta saya cek selesai,&quot; katanya.
&quot;Artinya kita bisa melakukan bisa mengerjakan tetapi tidak pernah  kita lakukan melompat dari 500 ribu kepada 9 juta setahun nyatanya bisa.  Sehingga sampai sekarang dari 46 juta sudah naik menjadi 80,6 juta  sertifikat hak milik,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
