<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Capai 5,01%, Presiden Jokowi Minta Tetap Waspada</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan kondisi ekonomi global masih dilanda ketidakpastian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/10/320/2609439/ekonomi-ri-capai-5-01-presiden-jokowi-minta-tetap-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/10/320/2609439/ekonomi-ri-capai-5-01-presiden-jokowi-minta-tetap-waspada"/><item><title>Ekonomi RI Capai 5,01%, Presiden Jokowi Minta Tetap Waspada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/10/320/2609439/ekonomi-ri-capai-5-01-presiden-jokowi-minta-tetap-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/10/320/2609439/ekonomi-ri-capai-5-01-presiden-jokowi-minta-tetap-waspada</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2022 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/10/320/2609439/ekonomi-ri-capai-5-01-presiden-jokowi-minta-tetap-waspada-tlXQ28U8bY.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/10/320/2609439/ekonomi-ri-capai-5-01-presiden-jokowi-minta-tetap-waspada-tlXQ28U8bY.JPG</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan kondisi ekonomi global masih dilanda ketidakpastian.
Dampaknya juga terasa pada ekonomi Indonesia.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01% di kuartal I 2022, nyatanya masih ada masalah yang menghantui.

Presiden Jokowi mengatakan ada dua masalah besar ekonomi yang harus diwaspadai saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:IMF Segera Turunkan Lagi Proyeksi Ekonomi Dunia, Jadi Berapa?
&quot;Pertama, kenaikan harga energi, kedua kenaikan harga pangan. Itu semua memunculkan kenaikan inflasi. Naik semuanya,&quot; ujar Presiden Jokowi dalam HUT 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Jumat (10/6/2022).

Presiden Jokowi membeberkan di urusan energi, harga komoditas meroket hingga ratusan persen, mulai dari gas alam yang naik 153%, batu bara 133%, minyak 58% dan CPO (crude palm oil) 27%.
Sementara di sisi pangan, harga jagung, gandum, kedelai naik sekitar 30%.

Pemicunya tidak lain adalah konflik Rusia-Ukraina, karena selama ini, Indonesia mengimpor gandum dari Ukraina.

Presiden Jokowi menekankan agar seluruh pihak fokus pada kenaikan harga pangan karena dampaknya sangat besar.

&quot;Jagung kalau naik (harganya), merembetnya keman-mana, harga telur naik, harga ayam naik. Kedelai naik juga larinya kemana-mana, harga tahu, tempe naik, inilah yang perlu saya ingatkan,&quot; jelasnya.

Presiden Jokowi menyebut jika dua masalah ini diabaikan, maka kenaikan inflasi akan membayangi Indonesia.
Adapun, dia mencontohkan beberapa negara yang inflasinya sudah meroket tajam.

&quot;Hati-hati dengan inflasi, ini jadi momok semua negara. Meskipun kita naik sedikit, bisa kita kendalikan. Kalau lihat, ada negara yang inflasinya di atas 7%. Amerika Serikat sekarang 8,3% biasanya 1%. Ini problem besar semua negara,&quot; imbaunya.

Bahkan menurutnya, ada 60 negara yang akan mengalami kesulitan keuangan dan ekonomi akibat tidak bisa mengendalikan situasi tidak pasti di dalam negeri.

&quot;Itulah yang perlu saya ingatkan. Jangan sampai kita merasa normal, padahal keadaannya tidak normal, tidak pasti,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan kondisi ekonomi global masih dilanda ketidakpastian.
Dampaknya juga terasa pada ekonomi Indonesia.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01% di kuartal I 2022, nyatanya masih ada masalah yang menghantui.

Presiden Jokowi mengatakan ada dua masalah besar ekonomi yang harus diwaspadai saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:IMF Segera Turunkan Lagi Proyeksi Ekonomi Dunia, Jadi Berapa?
&quot;Pertama, kenaikan harga energi, kedua kenaikan harga pangan. Itu semua memunculkan kenaikan inflasi. Naik semuanya,&quot; ujar Presiden Jokowi dalam HUT 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Jumat (10/6/2022).

Presiden Jokowi membeberkan di urusan energi, harga komoditas meroket hingga ratusan persen, mulai dari gas alam yang naik 153%, batu bara 133%, minyak 58% dan CPO (crude palm oil) 27%.
Sementara di sisi pangan, harga jagung, gandum, kedelai naik sekitar 30%.

Pemicunya tidak lain adalah konflik Rusia-Ukraina, karena selama ini, Indonesia mengimpor gandum dari Ukraina.

Presiden Jokowi menekankan agar seluruh pihak fokus pada kenaikan harga pangan karena dampaknya sangat besar.

&quot;Jagung kalau naik (harganya), merembetnya keman-mana, harga telur naik, harga ayam naik. Kedelai naik juga larinya kemana-mana, harga tahu, tempe naik, inilah yang perlu saya ingatkan,&quot; jelasnya.

Presiden Jokowi menyebut jika dua masalah ini diabaikan, maka kenaikan inflasi akan membayangi Indonesia.
Adapun, dia mencontohkan beberapa negara yang inflasinya sudah meroket tajam.

&quot;Hati-hati dengan inflasi, ini jadi momok semua negara. Meskipun kita naik sedikit, bisa kita kendalikan. Kalau lihat, ada negara yang inflasinya di atas 7%. Amerika Serikat sekarang 8,3% biasanya 1%. Ini problem besar semua negara,&quot; imbaunya.

Bahkan menurutnya, ada 60 negara yang akan mengalami kesulitan keuangan dan ekonomi akibat tidak bisa mengendalikan situasi tidak pasti di dalam negeri.

&quot;Itulah yang perlu saya ingatkan. Jangan sampai kita merasa normal, padahal keadaannya tidak normal, tidak pasti,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
