<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Melambung Tinggi, Ini Penyebabnya</title><description>Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan penjelasan terkait harga minyak dunia yang melambung tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/12/320/2609782/harga-minyak-melambung-tinggi-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/12/320/2609782/harga-minyak-melambung-tinggi-ini-penyebabnya"/><item><title>Harga Minyak Melambung Tinggi, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/12/320/2609782/harga-minyak-melambung-tinggi-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/12/320/2609782/harga-minyak-melambung-tinggi-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Minggu 12 Juni 2022 04:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/11/320/2609782/harga-minyak-melambung-tinggi-ini-penyebabnya-Gj99Ah6S04.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Minyak dunia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/11/320/2609782/harga-minyak-melambung-tinggi-ini-penyebabnya-Gj99Ah6S04.JPG</image><title>Minyak dunia. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan penjelasan terkait harga minyak dunia yang melambung tinggi.

&quot;Sejumlah lembaga ekonomi dunia memprediksi bahwa harga minyak yang saat ini berkisar antara USD 110 - USD 120 per barel, masih bisa melonjak tinggi,&quot; tulisnya dikutip dari laman resmi akun Instagramnya @arcandra.tahar pada Jumat (10/6/2022).

Hal itu dia sebut karena beberapa faktor.

&quot;Pertama, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan pasokan minyak ke pasar global berkurang,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Masalah Minyak Goreng RI Tak Kunjung Selesai, Kenapa?
Apalagi Rusia sebagai produsen minyak nomor tiga terbesar di dunia.

&quot;Selama ini Rusia memasok sekitar 11% dari kebutuhan minyak dunia. Dari pasokan ini, sekitar 4% digunakan untuk ekspor ke negara lain,&quot; jelasnya.

Rusia dikenakan sanksi untuk tidak mengekspor minyak mentahnya.
&quot;Kalau pun ada, tentunya tidak melalui mekanisme pasar wajar dan jumlahnya terbatas,&quot; ucapnya.

Dia menegaskan kalau terhentinya ekspor minyak Rusia ini juga akan menjadi persoalan.

Karena tidak mudah untuk menghentikan produksi dari lapangan yang sedang berproduksi.

&quot;Sanksi yang dikenakan ke Rusia ini juga berakibat pada berkurangnya kegiatan drilling, tertundanya berbagai inisiatif atau project untuk menaikkan produksi dan berkurangnya akses terhadap peralatan dan teknologi,&quot; bebernya.

&quot;Dapat dibayangkan ketika nanti krisis Rusia-Ukraina berakhir, produksi minyak Rusia bisa anjlok sementara kebutuhan minyak meningkat, maka harga minyak dunia bisa lebih tidak terkendali lagi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan penjelasan terkait harga minyak dunia yang melambung tinggi.

&quot;Sejumlah lembaga ekonomi dunia memprediksi bahwa harga minyak yang saat ini berkisar antara USD 110 - USD 120 per barel, masih bisa melonjak tinggi,&quot; tulisnya dikutip dari laman resmi akun Instagramnya @arcandra.tahar pada Jumat (10/6/2022).

Hal itu dia sebut karena beberapa faktor.

&quot;Pertama, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan pasokan minyak ke pasar global berkurang,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Masalah Minyak Goreng RI Tak Kunjung Selesai, Kenapa?
Apalagi Rusia sebagai produsen minyak nomor tiga terbesar di dunia.

&quot;Selama ini Rusia memasok sekitar 11% dari kebutuhan minyak dunia. Dari pasokan ini, sekitar 4% digunakan untuk ekspor ke negara lain,&quot; jelasnya.

Rusia dikenakan sanksi untuk tidak mengekspor minyak mentahnya.
&quot;Kalau pun ada, tentunya tidak melalui mekanisme pasar wajar dan jumlahnya terbatas,&quot; ucapnya.

Dia menegaskan kalau terhentinya ekspor minyak Rusia ini juga akan menjadi persoalan.

Karena tidak mudah untuk menghentikan produksi dari lapangan yang sedang berproduksi.

&quot;Sanksi yang dikenakan ke Rusia ini juga berakibat pada berkurangnya kegiatan drilling, tertundanya berbagai inisiatif atau project untuk menaikkan produksi dan berkurangnya akses terhadap peralatan dan teknologi,&quot; bebernya.

&quot;Dapat dibayangkan ketika nanti krisis Rusia-Ukraina berakhir, produksi minyak Rusia bisa anjlok sementara kebutuhan minyak meningkat, maka harga minyak dunia bisa lebih tidak terkendali lagi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
