<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba BUMN Naik 1.000%, Dirut BTN Sebut Berkat Transformasi dan Efisiensi</title><description>Laba bersih BUMN melesat hingga 1.000% pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/13/278/2610483/laba-bumn-naik-1-000-dirut-btn-sebut-berkat-transformasi-dan-efisiensi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/13/278/2610483/laba-bumn-naik-1-000-dirut-btn-sebut-berkat-transformasi-dan-efisiensi"/><item><title>Laba BUMN Naik 1.000%, Dirut BTN Sebut Berkat Transformasi dan Efisiensi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/13/278/2610483/laba-bumn-naik-1-000-dirut-btn-sebut-berkat-transformasi-dan-efisiensi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/13/278/2610483/laba-bumn-naik-1-000-dirut-btn-sebut-berkat-transformasi-dan-efisiensi</guid><pubDate>Senin 13 Juni 2022 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/13/278/2610483/laba-bumn-naik-1-000-dirut-btn-sebut-berkat-transformasi-dan-efisiensi-pmdmDyqtt1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BTN sumbang laba BUMN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/13/278/2610483/laba-bumn-naik-1-000-dirut-btn-sebut-berkat-transformasi-dan-efisiensi-pmdmDyqtt1.jpg</image><title>BTN sumbang laba BUMN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba bersih BUMN melesat hingga 1.000% pada 2021. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ikut menyumbang dari sektor pembiayaan perumahan dalam perolehan laba bersih tersebut.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, di tengah gelombang pandemi yang belum mereda pada 2021, capaian kinerja positif tersebut juga didorong efisiensi dan transformasi yang dilakukan perseroan sejalan dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
BACA JUGA:Aturan Terbaru Pengangkatan Direksi BUMN

&quot;Tidak hanya laba bersih, sebagai pemimpin pasar di sektor kredit perumahan, kinerja positif yang Bank BTN lakukan juga ikut mendongkrak sektor perumahan yang memiliki dampak ganda ke 174 sektor turunan lain,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Senin (13/6/2022).
Hingga akhir 2021, emiten perbankan dengan kode saham BBTN itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,37 triliun atau naik 48,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah pandemi, BTN juga mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan senilai Rp274,83 triliun atau naik 5,66% (yoy).
Kredit di sektor perumahan masih mendominasi portofolio kredit BBTN atau sebesar 89,08%. Kredit pemilikan Rumah (KPR) subsidi pun tercatat menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 8,25% (yoy) dari Rp120,72 triliun pada 2020 menjadi Rp130,68 triliun pada 2021.
BACA JUGA:Erick Thohir Ungkap Jurus Jitu Benahi BUMN, Swasta Boleh Ikut Coba!

Untuk produk KPR Subsidi, BTN menawarkan uang muka ringan dari 1%, suku bunga tetap 5%, jangka waktu hingga 20 tahun, subsidi bantuan uang muka senilai Rp4 juta, serta bebas premi asuransi dan PPN.
Sementara itu, BTN juga terus menggelar transformasi baik di sisi digital, bisnis proses, hingga kantor cabang. Di sisi digital misalnya, perseroan terus memoles produk digital banking mulai dari BTN Mobile Banking, BTN Cash Management, e-Mitra BTN, BTN Properti, hingga rumahmurahbtn.
Pada sisi bisnis proses, BTN membentuk pusat untuk kredit konsumer dan komersial agar lebih efisien. Selain itu, BTN juga fokus melakukan transformasi kantor cabang yang memprioritaskan penjualan dan pelayanan.Di samping itu, BTN juga terus meningkatkan kemitraan dengan berbagai  lembaga lainnya. Perseroan juga memperdalam kemitraan dengan perusahaan  yang masuk dalam rantai pasok di sektor perumahan
Haru juga menjelaskan, transformasi tersebut tidak hanya sukses  meningkatkan perolehan laba bersih BTN, tapi juga meningkatkan  efisiensi. Biaya dana BTN misalnya sukses turun 21,31% (yoy) pada 2021  dari Rp16,04 triliun menjadi Rp12,62 triliun. Beban Operasional terhadap  Pendapatan Operasional (BOPO) perseroan juga turun hingga 233 basis  poin (yoy) pada 2021.
Lini bisnis syariah Bank BTN pun ikut mencatatkan kinerja positif.  Per Desember 2021, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN menghasilkan laba  bersih senilai Rp185,2 miliar atau naik 37,33% (yoy). Kenaikan tersebut  disumbang kinerja penyaluran pembiayaan syariah senilai Rp27,55 triliun  atau naik 9,93% (yoy).
Untuk meningkatkan kinerja penyaluran kredit dan pembiayaan BBTN  terutama di sektor perumahan, Kementerian BUMN menyebut akan melakukan  penambahan modal ke BTN.
Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan suntikan dana  dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut akan dialokasikan  senilai Rp2,98 triliun untuk Bank BTN.
Menurut Tiko, pemerintah menginginkan rasio kecukupan modal BTN  mencapai 19% di mana dibutuhkan tambahan injeksi modal Rp2,98 triliun  yang sudah disetujui melalui mekanisme penambahan modal melalui Hak  Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang kemungkinan  dilakukan pada triwulan III atau triwulan IV tahun ini.
Direktur Riset dan Investasi PT Pilarmas Investindo Sekuritas  Mazimilianus Nico Demus mengatakan tambahan modal tersebut akan  mengakselerasi kinerja Bank BTN ke depan. BTN dinilai akan leluasa  melakukan ekspansi khususnya yang dapat meningkatkan pembiayaan rumah ke  segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan milenial.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba bersih BUMN melesat hingga 1.000% pada 2021. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ikut menyumbang dari sektor pembiayaan perumahan dalam perolehan laba bersih tersebut.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, di tengah gelombang pandemi yang belum mereda pada 2021, capaian kinerja positif tersebut juga didorong efisiensi dan transformasi yang dilakukan perseroan sejalan dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
BACA JUGA:Aturan Terbaru Pengangkatan Direksi BUMN

&quot;Tidak hanya laba bersih, sebagai pemimpin pasar di sektor kredit perumahan, kinerja positif yang Bank BTN lakukan juga ikut mendongkrak sektor perumahan yang memiliki dampak ganda ke 174 sektor turunan lain,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Senin (13/6/2022).
Hingga akhir 2021, emiten perbankan dengan kode saham BBTN itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,37 triliun atau naik 48,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah pandemi, BTN juga mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan senilai Rp274,83 triliun atau naik 5,66% (yoy).
Kredit di sektor perumahan masih mendominasi portofolio kredit BBTN atau sebesar 89,08%. Kredit pemilikan Rumah (KPR) subsidi pun tercatat menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 8,25% (yoy) dari Rp120,72 triliun pada 2020 menjadi Rp130,68 triliun pada 2021.
BACA JUGA:Erick Thohir Ungkap Jurus Jitu Benahi BUMN, Swasta Boleh Ikut Coba!

Untuk produk KPR Subsidi, BTN menawarkan uang muka ringan dari 1%, suku bunga tetap 5%, jangka waktu hingga 20 tahun, subsidi bantuan uang muka senilai Rp4 juta, serta bebas premi asuransi dan PPN.
Sementara itu, BTN juga terus menggelar transformasi baik di sisi digital, bisnis proses, hingga kantor cabang. Di sisi digital misalnya, perseroan terus memoles produk digital banking mulai dari BTN Mobile Banking, BTN Cash Management, e-Mitra BTN, BTN Properti, hingga rumahmurahbtn.
Pada sisi bisnis proses, BTN membentuk pusat untuk kredit konsumer dan komersial agar lebih efisien. Selain itu, BTN juga fokus melakukan transformasi kantor cabang yang memprioritaskan penjualan dan pelayanan.Di samping itu, BTN juga terus meningkatkan kemitraan dengan berbagai  lembaga lainnya. Perseroan juga memperdalam kemitraan dengan perusahaan  yang masuk dalam rantai pasok di sektor perumahan
Haru juga menjelaskan, transformasi tersebut tidak hanya sukses  meningkatkan perolehan laba bersih BTN, tapi juga meningkatkan  efisiensi. Biaya dana BTN misalnya sukses turun 21,31% (yoy) pada 2021  dari Rp16,04 triliun menjadi Rp12,62 triliun. Beban Operasional terhadap  Pendapatan Operasional (BOPO) perseroan juga turun hingga 233 basis  poin (yoy) pada 2021.
Lini bisnis syariah Bank BTN pun ikut mencatatkan kinerja positif.  Per Desember 2021, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN menghasilkan laba  bersih senilai Rp185,2 miliar atau naik 37,33% (yoy). Kenaikan tersebut  disumbang kinerja penyaluran pembiayaan syariah senilai Rp27,55 triliun  atau naik 9,93% (yoy).
Untuk meningkatkan kinerja penyaluran kredit dan pembiayaan BBTN  terutama di sektor perumahan, Kementerian BUMN menyebut akan melakukan  penambahan modal ke BTN.
Wakil Menteri II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan suntikan dana  dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut akan dialokasikan  senilai Rp2,98 triliun untuk Bank BTN.
Menurut Tiko, pemerintah menginginkan rasio kecukupan modal BTN  mencapai 19% di mana dibutuhkan tambahan injeksi modal Rp2,98 triliun  yang sudah disetujui melalui mekanisme penambahan modal melalui Hak  Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang kemungkinan  dilakukan pada triwulan III atau triwulan IV tahun ini.
Direktur Riset dan Investasi PT Pilarmas Investindo Sekuritas  Mazimilianus Nico Demus mengatakan tambahan modal tersebut akan  mengakselerasi kinerja Bank BTN ke depan. BTN dinilai akan leluasa  melakukan ekspansi khususnya yang dapat meningkatkan pembiayaan rumah ke  segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan milenial.</content:encoded></item></channel></rss>
